(Image: The Kitchn)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Suatu kali saya pernah bantu teman memanggang kue. Kami belanja dulu di supermarket karena katanya teman saya mau beli TBM. Teman saya mengambil TBM sedangkan saya tertarik dengan dua bahan lainnya, SP dan ovalet. Saya penasaran apa fungsi TBM dan teman saya bilang untuk melembutkan kue. Waktu saya tanya bedanya dengan SP dan ovalet, teman saya cuma nyuruh googling. Yah, ternyata dia juga tak tahu, ya.

Sebelum mengetahui beda TBM, SP, dan ovalet, yuk kenali dulu apa cake emulsifier itu. Langsung scroll di bawah ini, yuk!

Apa itu cake emulfisifier?

Cake emulsifier merupakan bahan penting sebagai pengemulsi atau penyatu bahan-bahan kue yang bertentangan, seperti untuk menyatukan bahan lemak/minyak dan bahan cair. Emulsifier juga berfungsi untuk melambutkan adonan, sehingga adonan punya konsistensi yang baik.

Hasil panggangan kue dengan dan tanpa cake emulsifier juga beda, lho. Kue dengan emulsifier pasti terasa lebih lembut dan berpori halus. Tidak salah juga kalau emulsifier disebut pengembang kue, meski tidak sekuat baking soda dan baking powder, ya.

(Klik sini untuk lihat produk di Lazada)
Blender PHILIPS 2115 sangat sempurna untuk membantu Anda mengolah bahan – bahan makanan. Berkapasitas hingga 2 liter, dilengkapi dengan 4 mata pisau ultra-sharp yang tajam, panjang, dan anti karat. Mampu memotong dan memblender buah, sayur, bumbu, hingga daging dengan sempurna dan merata. Lima tombol multiple speed membantu dalam memblender dalam berbagai kecepatan sesuai dengan bahan yang perlu dihaluskan. Dilengkapi dengan safety lock (kunci pengaman) dan tahan pecah, dijamin aman saat memblender.

Bentuk-bentuk cake emulsifier

Cake emulsifier itu bukan cuma yang kita lihat di supermarket, lho. Bahan alami seperti kuning telur, madu, mustard, dan kedelai (soybean) juga bisa menjadi elmusifier. Penggunaan emulsifier alami yang sukses terlihat pada pembuatan mayonaise. Bahan-bahan tersebut mudah ditemui, terutama kuning telur yang memang akrab dalam pembuatan cake, roti, dan kue kering. Penambahan kuning telur dapat membuat kue bertekstur lembut dan tidak seret.

Namun, tak selamanya kuning telur bisa diandalkan. Pasalnya, memakai satu telur dalam adonan berarti perlu tiga kuning telur sebagai pengelmusi agar hasilnya lembut. Jadi, kalau memakai 3 telur untuk satu kue, maka kuning telurnya butuh 9 butir. Wah, bayangkan saja mahalnya kue tersebut, ya.

Selain alasan harga, kuning telur juga mengandung lemak tinggi. Karena itu, penggunaan cake emulsfier bermerek jadi sangat membantu.

Beda TBM, Ovalet, dan SP

Bagi anda yang gemar baking, tiga cake emulsifier ini pasti tidak asing lagi. Banyak yang bertanya mengenai perbedaan dari tiga bahan ini. Sebetulnya tak ada perbedaan yang mencolok dari tiga bahan ini. Ketiganya sama-sama berfungsi sebagai pelembut kue, hanya saja tiga jenis emulsifier ini punya kualitas yang berbeda.

SP bagus untuk resep kue yang telurnya dikocok hingga kaku, sedangkan TBM memiliki komposisi yang lebih kompleks dari ovalet. Tapi jangan bingung, tiga pengelmusi ini tetap cocok untuk adonan cake, bolu, donat, bahkan es krim.

Di sisi lain, masih banyak yang meragukan kehalalan cake emulsifier. Jadi, penting untuk selalu memastikan logo halal pada kemasan cake emulsifier.

Nah, sekarang tak perlu pusing lagi soal pengelmusi kue, ya. Konon menurut para bakers, pakai pengelmusi untuk kue bisa mengurangi risiko kue yang gagal, lho! Jadi bagi yang baru belajar baking pun bisa membuat segala jenis kue dengan mudah. Perhatikan juga ketentuan pemakaiannya, supaya tak salah takar.

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi