Penulis: Atsa

Indonesia terkenal kaya akan rempah – rempahnya, salah satunya adalah jahe. Hal ini membuat kita mudah sekali menemukan berbagai resep, atau sajian yang menggunakan jahe sebagai bumbu atau bahan utama. 

Jahe sering dikaitkan dengan masakan Asia, dan biasanya digunakan dalam beragam masakan, bahkan minuman karena rasanya yang hangat pedas. Jahe dapat dibuat menjadi minuman hanya dengan merendam satu atau dua buah jahe geprek segar dalam secangkir air panas selama tiga hingga lima menit. Sebagai minuman, jahe dikenal karena kemampuannya untuk menenangkan gangguan pencernaan, mengurangi gas, kram dan terutama mual. 

Jahe adalah anti-inflamasi yang kuat, mengandung gingerol – fitonutrien aktif yang tidak hanya memberikan rasa yang khas, tetapi membantu menurunkan respon inflamasi. Berikut ini beragam manfaat jahe dan penjelasannya yang harus Anda ketahui.

1. Penyedap Masakan

Jahe merupakan salah satu rempah aromatik. Dalam masakan, jahe berfungsi sebagai penyedap masakan untuk membangkitkan selera makan. Jahe tua yang segar biasanya dipakai untuk hidangan yang ditumis. Selain itu juga pada hidangan berkuah terutama seafood untuk menghilangkan bau anyir. Jahe bubuk juga dapat digunakan untuk menambah aroma pada kue-kue dan biskuit, sirup, serta campuran bubuk rempah.

2. Menurunkan Gula Darah

Selama bertahun-tahun, jahe telah terbukti membantu mengurangi kadar gula darah dan membantu mengatur respons insulin pada penderita diabetes. Jelas, jahe dalam makanan tidak akan “menyembuhkan” diabetes tipe 2, tetapi mungkin cara yang mudah dan menyenangkan untuk menjaga kadar gula darah dan insulin. 

Penggunaan jahe sebagai rempah masakan selain untuk penyedap, adalah karena rasanya yang kuat dan sedikit manis, yang mengurangi kebutuhan untuk menggunakan gula sejak awal.

3. Membantu Mengobati Gangguan Pencernaan 

Jahe adalah obat alami lain untuk gangguan pencernaan karena dapat mengurangi asam lambung. Minumlah secangkir jahe hangat sesuai kebutuhan untuk menenangkan perut Anda dan menyingkirkan gangguan pencernaan. 

Rebus satu atau dua potong jahe dalam empat gelas air. Tambahkan rasa dengan lemon atau madu sebelum diminum. Pilihan lain juga bisa dengan mengisap permen jahe.

4. Meredakan Nyeri Perut saat Menstruasi

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang ditemukan dalam jahe dapat membantu meredakan nyeri menstruasi, dengan menghambat produksi prostaglandin dalam tubuh (kelas bahan kimia pro-inflamasi yang terlibat dalam memicu kontraksi otot yang membantu rahim melepaskan lapisannya).

Karena timbulnya kram menstruasi tampaknya terkait dengan produksi prostaglandin yang berlebihan. Sehingga, mengonsumsi jahe dalam suplemen makanan atau teh dapat membantu mengurangi nyeri haid.

5. Menurunkan Kadar Kolestrol

Jahe dapat menurunkan kadar kolesterol LDL Anda dan meningkatkan kolesterol HDL Anda. Anda bisa mengonsumsi jahe sebagai suplemen atau bubuk atau hanya ditambahkan, mentah, ke dalam makanan. Mengonsumsi jahe segar 5 gram setiap hari selama tiga bulan mengurangi kolesterol LDL secara signifikan.

6. Mengatasi Flu dan Sakit Kepala

Manfaat kesehatan dari jahe telah dipuji selama berabad-abad, tetapi sekarang sifat kuratifnya telah teruji secara ilmiah. Beberapa irisan jahe segar dalam air mendidih dapat membantu meredakan batuk dan sakit tenggorokan. Penelitian menunjukkan bahwa jahe bisa menangkal perasaan mual yang begitu sering menyertai flu.

Baca Juga: 8 Minuman Hangat Indonesia dari Jahe 

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi