Penulis: Selly.J

Duku merupakan salah satu buah lokal yang hanya berbuah pada satu musim tiap tahunnya. Kalau lagi musimnya, duku akan banyak banget nih kita temui di daerah Sumatra bagian selatan seperti Palembang dan Bengkulu. Jika kita berkunjung ke daerah-daerah tersebut saat musim duku, kita bisa loh mendapatkan duku dengan harga yang sangat murah. Eits, tapi ternyata duku tidak hanya banyak ditemukan di pulau Sumatra loh. Terdapat juga daerah penghasil duku di Pulau Jawa seperti Purbalingga, Kudus, dan Rembang.

Jika kita perhatikan, ada juga buah di Indonesia yang mirip dengan duku, yaitu langsat dan kokosan, yang mana ketiganya termasuk dalam satu famili. Apa saja perbedaannya?

1. Duku

Duku cenderung sedikit bergetah, bahkan ada juga duku yang tidak bergetah. Daging buahnya tebal serta memiliki daya simpan yang lama.

2. Langsat

Memiliki kandungan getah yang tinggi, sehingga membuat ia tidak banyak digemari. Daging buahnya lebih tipis dibandingkan duku namun lebih banyak kandungan airnya. Buah ini juga lebih cepat membusuk, ditandai dengan kulitnya yang akan menghitam setelah beberapa hari dipetik.

3. Kokosan

Memiliki kulit buah yang lebih tipis dibandingkan duku. Kokosan ini akan mengeluarkan banyak getah berwarna putih susu ketika dikupas, layaknya langsat.

Nah setelah mengetahui perbedaan duku dengan buah-buah yang berkerabat dengannya, kita juga perlu nih mengetahui tips-tips untuk memilih duku yang baik. Simak ulasannya berikut ini.

1.  Warna kulit

Duku yang sudah matang akan memiliki rasa manis. Cara paling sederhana untuk mengetahuinya adalah dengan melihat warna kulit duku. Apabila sudah matang, biasanya duku akan memiliki warna kuning pekat dengan sedikit bintik coklat atau hitam. Jangan memilih duku yang sudah hitam keseluruhan ya, sebab duku tersebut berarti sudah busuk. Selain itu, kita juga perlu menghindari buah duku yang bergetah dan berwarna hijau, yang artinya duku tersebut berarti masih belum matang dan memiliki rasa yang asam.

2. Permukaan kulit duku

Meskipun warna kulitnya kuning pekat dan berbintik kecoklatan, belum berarti duku lolos seleksi ya. Kita juga perlu loh memeriksa permukaan kulitnya. Kulit duku yang pecah-pecah memungkinkan masuknya bakteri, kotoran, dan serangga kecil yang dapat membahayakan bagi kita.

3. Tekan duku dengan lembut

Mengetahui kematangan duku juga bisa dilakukan dengan menekan buah duku. Ingat, jangan sampai menekannya terlalu keras ya agar duku tidak pecah. Apabila ketika ditekan, bagian dalam duku terasa lembut, berarti duku tersebut sudah matang.

Sekarang, kita pastinya sudah bisa ya membedakan duku, langsat, dan kokosan secara jelas. Selain itu dengan tips di atas, kamu sudah bisa mendapatkan buah duku terbaik yang manis rasanya. Oleh sebab itu, duku sudah siap deh dijadikan kudapan ketika bersantai.

 

 





Atsarina Luthfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi