• Home
  • Artikel
  • Cek Fakta Kesehatan Mata: Apa yang Perlu Diketahui tentang Focuson?

Cek Fakta Kesehatan Mata: Apa yang Perlu Diketahui tentang Focuson?

Penulis: Umi Fatimah

Pernahkah kamu melihat iklan yang menjanjikan penglihatan pulih tanpa operasi, hanya dengan satu produk? Kedengarannya menggiurkan, apalagi kalau kamu atau keluarga sedang berjuang dengan masalah mata. Salah satu produk yang sempat menyita perhatian publik adalah Focuson, dan perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia) sudah memberikan klarifikasi resmi seputar formula Focuson.

Lantas, apa yang sebenarnya perlu diketahui masyarakat? Dan mengapa klaim mengenai produk kesehatan mata perlu dilihat berdasarkan bukti ilmiah?

Mengenal Pernyataan PERDAMI tentang Focuson

Dalam pernyataan resmi, PERDAMI menyoroti klaim mengenai focuson yang disebut memiliki khasiat luar biasa untuk meningkatkan penglihatan sekaligus mengatasi berbagai kondisi mata. Klaim yang beredar saat itu mencakup miopia, glaukoma, katarak, uveitis, ablasi retina, keratitis, konjungtivitis, hingga sejumlah penyakit mata lainnya.

Hal yang menjadi perhatian utama bukan sekadar nama produknya, tetapi bagaimana masyarakat menilai sebuah klaim kesehatan. Dalam dunia kedokteran, suatu penanganan pengobatan atau terapi pengobatan tidak bisa dinilai hanya berdasarkan kesaksian, iklan, atau pernyataan yang terdengar meyakinkan. Efektivitas dan keamanannya perlu didukung oleh bukti ilmiah yang memadai.

Mengapa Bukti Ilmiah Penting dalam Pengobatan Mata?

PERDAMI menjelaskan bahwa tata laksana penyakit dalam dunia kedokteran dilakukan berdasarkan prinsip evidence-based medicine atau kedokteran berbasis bukti. Ini berarti proses tersebut perlu melibatkan penelitian ilmiah dan uji klinis yang dilakukan secara bertahap.

Pendekatan tersebut penting karena setiap penyakit mata memiliki karakteristik dan mekanisme yang berbeda. Miopia (rabun jauh atau mata minus), misalnya, tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan katarak atau glaukoma. Karena itu, satu metode pengobatan tidak otomatis bisa digunakan untuk menangani seluruh penyakit tersebut.

Dengan kata lain, ketika menemukan produk atau metode pengobatan yang diklaim mampu mengatasi banyak penyakit mata sekaligus, kita sebaiknya tidak langsung menganggap klaim tersebut sebagai fakta medis.

Tidak Semua Produk atau Suplemen Memiliki Manfaat yang Sama

Kita juga perlu memahami bahwa penelitian mengenai nutrisi dan kesehatan mata memang ada. Namun, hasil penelitian harus dilihat sesuai dengan jenis penyakit, komposisi produk, dosis, kelompok pasien, serta tujuan penggunaannya.

Salah satu contoh penelitian besar adalah Age-Related Eye Disease Studies (AREDS dan AREDS2) yang dilakukan oleh National Eye Institute. Penelitian tersebut menguji formula vitamin dan mineral tertentu pada pasien dengan kondisi degenerasi makula (gangguan penglihatan pada lansia). Hasilnya menunjukkan bahwa formula AREDS/AREDS2 bisa membantu menurunkan risiko perkembangan degenerasi makula tahap menengah menjadi degenerasi makula tahap lanjut pada kelompok pasien tertentu. Namun, formula tersebut tidak terbukti mencegah munculnya degenerasi makula dan tidak memberikan manfaat untuk katarak secara umum.

Contoh tersebut menunjukkan satu hal penting bahwa bukti ilmiah untuk suatu kandungan atau terapi tidak otomatis berarti semua produk dengan kandungan serupa bisa diklaim memiliki manfaat yang sama untuk semua penyakit mata.

Bahkan, National Eye Institute menekankan bahwa penggunaan suplemen AREDS atau AREDS2 perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan sebaiknya dibicarakan dengan dokter.

Karena itu, kita perlu berhati-hati ketika menemukan klaim yang terlalu luas, terutama jika satu produk disebut mampu mengatasi banyak penyakit dengan penyebab dan karakteristik yang berbeda.

Tips Bijak Menyikapi Iklan Produk Kesehatan di Internet

Agar tidak salah pilih dan terhindar dari informasi yang menyesatkan, berikut panduan praktis yang bisa kamu terapkan saat membaca penawaran produk kesehatan online:

  1. Cek Izin Edar Resmi (BPOM): Pastikan produk terdaftar di BPOM. Ingat, izin edar suplemen makanan berbeda dengan izin edar obat untuk menyembuhkan penyakit.
  2. Bedakan Testimoni dengan Hasil Uji Klinis: Testimoni subjektif (seperti “mata terasa lebih segar”) tidak bisa disamakan dengan bukti penelitian medis yang menguji efektivitas keamanan terapi pengobatan pada pasien.
  3. Waspadai Klaim Cepat dan Serbaguna: Produk yang mengklaim dapat menyembuhkan segala jenis penyakit mata sekaligus biasanya merupakan indikator (red flag) iklan yang berlebihan.
  4. Utamakan Konsultasi Medis: Jangan menghentikan atau menunda pengobatan ke dokter mata hanya karena tergoda oleh promosi produk tertentu.

Baca Juga: Yuk, Kenali 6 Manfaat Minyak Ikan Bagi Kesehatan Tubuh Kita!

Pada akhirnya, informasi kesehatan yang baik bukan hanya informasi yang mudah dipercaya, tetapi informasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara medis. Dengan lebih kritis terhadap klaim kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan mata sesuai kebutuhan, kita bisa mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan penglihatan.

Atsarina Luthfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi
Hubungi Kami di [email protected]

3 Comments Hide Comments

Sitenizin tasarımı da içerikleriniz de harika, özellikle içerikleri adım adım görsellerle desteklemeniz çok başarılı emeğinize sağlık.

Add Your Comment

Site is using a trial version of the theme. Please enter your purchase code in theme settings to activate it or purchase this wordpress theme here
Seedbacklink