(Image: Shutterstock)

Penulis: Dana.D | Editor: Ria

Pepaya termasuk salah satu buah yang mujarab untuk masalah pencernaan. Selain dapat melancarkan buang air besar, pepaya juga memiliki kandungan glukosa yang rendah sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Ditambah lagi, enzim papain yang berada dalam buah ini bisa berfungsi seperti salep, yang dapat menyembuhkan luka dengan cepat.

Di Indonesia sendiri ada banyak jenis pepaya yang bisa kita temui. Pepaya Bangkok, misalnya. Buah pepaya jenis ini menjadi favorit masyarakat lokal karena ukurannya yang besar dan daging buahnya yang sangat manis. Ada pula pepaya Boyolali yang segar dan tentunya baik bagi kesehatan. Harganya juga terjangkau. 1 buah biasanya dipatok dengan harga 10.000 IDR.

Baru-baru ini saya membaca sebuah berita kalau ternyata buah-buahan yang beredar di pasaran belum tentu terjamin kesegarannya. Untungnya ibu mengajarkan kepada saya bagaimana cara menandakan pepaya yang memiliki tingkat kematangan sempurna. Cara ini juga bisa membantu anda yang suka bingung saat memilih pepaya di pasar. Yuk, simak tips berikut!

1. Hindari buah pepaya yang keras

Seperti yang kita tahu, pepaya memiliki buah yang lembek sehingga saat kita sentuh cenderung teksturnya terasa empuk. Apabila buah pepaya yang kita beli keras, hal ini menandakan bahwa buah tersebut belum matang. Sebaliknya jika terlalu lembut, berarti buah pepaya sudah kelewat matang dan kurang enak untuk dinikmati.

2. Ciumlah aroma pada bagian pusat buah dan perhatikan warnanya

Ambil pepaya kemudian ciumlah aromanya. Jika tidak beraroma, maka artinya pepaya tersebut belum siap untuk dimakan. Selanjutnya, cara yang paling mudah ketika memilih pepaya yang tepat adalah melihat warna kulitnya. Apakah pepaya sudah berwarna oranye kehijau-hijauan? Jika ya, tandanya anda sudah mendapatkan pepaya yang tepat. Hindari membeli buah yang terlalu oranye karena biasanya daging terlalu lembut dan tidak enak.

3. Simpanlah pepaya yang belum matang

Kalau memang sudah terlanjur membeli pepaya yang masih hijau, simpan saja di tempat yang bersuhu ruangan selama 1-3 hari untuk membuatnya menjadi matang. Hindari buah dari sinar matahari! Jika perlu masukkan pepaya ke dalam paper bag di tempat yang dingin dan gelap.

4. Jadikan pepaya sebagai menu wajib anda

Karena banyaknya manfaat yang kita dapat saat mengkonsumsi buah ini, tidak ada salahnya untuk menjadikan pepaya sebagai makanan penutup. Biasanya jika bosan untuk dimakan langsung, saya membuat jus pepaya atau mengirisnya kecil-kecil untuk dijadikan salad. Bagi anda yang memiliki anak kecil bisa juga membuat es pepaya cokelat untuk kudapan sehat si buah hati. Hanya dengan membekukan pepaya dengan lapisan saus cokelat di atasnya, anak anda tentunya semakin merasa senang memakan buah pepaya.

Untuk yang sedang menjalankan program diet seperti saya, sebaiknya mulai konsumsi pepaya setiap hari. Kalau malam sudah datang dan perut mulai mengeluarkan bunyi, saya segera mengambil buah pepaya agar memberi rasa kenyang tanpa perlu konsumsi nasi atau makanan tinggi kalori lainnya. Tidak perlu khawatir gendut lagi, kan?