Penulis: Tia | Editor: Ria

Dari sekian banyak alat elektronik untuk dapur, ada satu yang sangat menarik perhatian saya. Yaitu bread maker, alat pembuat roti otomatis. Kita hanya perlu memasukkan bahan-bahan saja ke dalam wadah kemudian pilih akan membuat roti apa. Nanti, alat ini secara otomatis akan membuat roti anda mulai dari mengaduk hingga proses memanggang. Wah, saya jadi ingin sekali membeli dan mencobanya.

Bread maker ini mungkin terdengar baru di telinga anda. Jadi, sebelum terburu-buru membelinya, lebih baik ketahui dulu alat satu ini dengan lebih mendalam. Mulai dari cara kerja, cara penggunaan, fitur, hingga kelebihan dan kekurangannya.

Cara kerja

Secara sederhana, bread maker merupakan alat pembuat roti 3 in 1. Maksudnya, hanya dengan menggunakan 1 alat ini, anda sudah bisa melakukan 3 proses, yaitu menguleni, fermentasi, dan memanggang adonan. Bread maker ini sudah diprogram untuk dapat membuat berbagai jenis roti, bahkan selai!

Kerja bread maker dimulai setelah semua bahan telah dimasukkan dan menu sudah dipilih. Bahan-bahan ini harus dimasukkan sesuai resep dan urutan yang ada di buku petunjuk. Setelah menu atau tipe adonan dipilih, bread maker akan mulai menguleni adonan. Di bagian bawah wadah adonan, terdapat alat pengulen yang berfungsi untuk mengaduk bahan-bahan hingga menjadi adonan yang kalis. Kemudian, bread maker langsung mengaktifkan mode fermentasi bagi adonan tersebut. Dan setelah proses fermentasi selesai, bread maker segera beralih ke mode panggang.

Semua aktivitas yang dilakukan oleh bread maker ini otomatis, sesuai dengan program atau menu yang sudah dipilih. Bahkan untuk menambahkan isian seperti kismis dan choco chips saja, sudah ada corong otomatis atau alarm indikatornya. Jadi, setelah memasukkan semua bahan dan memilih menu, anda hanya tinggal duduk manis menunggu roti matang, deh.

Baca juga: 4 Tips Membuat Roti Enak & Empuk dengan Cepat Berkat Killer Soft Bread (KSB)

Cara menggunakan

Cara menggunakan bread maker ini sangatlah mudah. Intinya, anda hanya perlu memasukkan bahan yang dibutuhkan sesuai resep dan petunjuk, lalu pilih menu atau tipe adonan yang akan dibuat. Hampir seluruh cara penggunaan sudah dijelaskan di buku petunjuk. Bahkan, sebagian besar produk bread maker ini sudah menyertakan buku resep dan berbagai alat bantu baking, lho.

Namun, satu hal yang perlu anda perhatikan adalah masukkan bahan sesuai resep dan petunjuk urutannya. Karena segala kegiatan pembuatan kue terjadi secara otomatis, maka urutan bahan dari paling bawah dan paling atas harus tepat untuk menghindari kegagalan.

Baca juga: 4 Tips Membuat Rotiboy (Mexican Bun atau Mocha Bun) Enak & Meleleh Fillingnya

Fitur

Setiap merk bread maker memiliki fitur unggulannya masing-masing. Tapi, ada beberapa fitur utama yang hampir ada di seluruh merk bread maker:

1. Belasan menu

Menu yang tersedia pada bread maker, rata-rata berjumlah lebih dari 10. Menu ini merupakan tipe-tipe roti dan adonan yang bisa anda pilih untuk dibuat. Tipenya cukup beragam. Mulai dari roti tawar, roti gandum, roti Perancis, roti manis, roti gluten-free, dough only atau menguleni adonan saja, hingga selai dan adonan pasta.

2. Tingkatan warna roti

Fitur yang satu ini biasanya digunakan untuk membuat roti tawar. Dengan mengaktifkan fitur ini, anda bisa mengatur tingkatan warna kulit roti sesuai dengan selera. Ada 3 tingkatan yang bisa anda pilih, yaitu terang, sedang, dan gelap.

3. Corong otomatis atau indikator “Tambah”

Saat membuat roti, anda pasti ingin berkreasi dengan menambahkan berbagai isian. Nah, dengan fitur ini, anda bisa menambahkan isian, seperti kismis dan choco chip di waktu yang tepat. Di beberapa merk bread maker, fitur ini berbentuk corong otomatis. Jadi, anda hanya tinggal meletakan bahan tambahan ke dalamnya dan nanti di waktu yang tepat, corong akan terbuka dan menambahkan bahan secara otomatis. Sangat praktis.

Tapi, ada beberapa merk lain yang lebih memilih menggunakan alarm indikator. Ketika alarm ini berbunyi, maka tandanya anda harus memasukkan bahan tambahan tersebut. Tidak sepraktis corong otomatis memang, tapi tetap sama-sama memudahkan, kan?

4. Delay timer

Untuk anda yang sering sarapan roti tawar, fitur ini pasti akan sangat membantu. Fitur delay timer ini memungkinkan anda untuk mencampur bahan-bahan di malam hari, kemudian saat anda bangun esok paginya, roti sudah jadi.

Setiap merk memiliki batas waktu delay yang berbeda-beda. Mulai dari 7 jam hingga 13 jam. Wah, enak ya bangun-bangun, sarapan roti hangat sudah siap santap.

Baca juga: 5 Tips Menggunakan Ragi untuk Adonan Kue dan Roti

Kelebihan

Sebagai alat yang sangat membantu proses memasak, bread maker memiliki beberapa kelebihan:

1. Memudahkan membuat roti dan adonan

Sesuai dengan namanya, alat ini memang sangat memudahkan penggunanya untuk membuat roti dan adonan. Apalagi untuk pemula yang tidak ada latar belakang baking sama sekali. Anda hanya tinggal mengikuti petunjuk dan resep, kemudian memilih tipe roti atau adonan yang diinginkan, deh.

2. Anti-gagal

Tingkat kegagalan anda dalam membuat roti sangat kecil kalau menggunakan bread maker. Kuncinya hanya mengikuti resep dan urutan memasukkan bahan. Dijamin, roti anda akan selalu sukses dan nikmat.

3. Tidak mengeluarkan suara bising

Kelebihan lain dari bread maker adalah mesinnya tidak menghasilkan suara bising. Tidak seperti mixer yang bunyinya cukup heboh saat digunakan. Jadi, untuk anda yang tinggal di apartemen atau punya anak kecil, tidak perlu takut akan membuat suara berisik.

4. Daya listrik rendah

Daya listrik yang dibutuhkan oleh bread maker dapat dibilang cukup rendah, yaitu sekitar 450 watt saja. Kecilnya daya listrik yang dibutuhkan ini jelas sangat menguntungkan. Mengingat, sekali membuat roti tawar, anda butuh waktu kurang lebih 3 jam. Terbayang kan bengkaknya beban biaya listrik kalau daya yang dibutuhkan lebih besar?

Baca juga: 5 Olahan Dari Roti Tawar yang Sudah Keras

Kekurangan

Di samping kelebihan-kelebihan yang dimiliki, ternyata bread maker punya 3 kekurangan:

1. Harga cukup mahal

Untuk anda yang sudah tertarik membeli bread maker, sepertinya harus mulai rajin-rajin menabung dulu. Harganya dibanderol mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp4,5 juta. Tapi, kalau memang anda sering menyantap roti sehari-hari, memiliki bread maker ini mungkin tidak terlalu terasa mahal. Karena, anda dapat memangkas anggaran yang selama ini digunakan untuk membeli roti.

2. Rata-rata hanya diberi 1 alat pengulen

Di bagian bawah wadah adonan, terdapat 1 alat pengulen yang bentuknya seperti pisau blender. Alat ini akan terus-terusan bekerja setiap anda membuat roti menggunakan bread maker. Jadi, cukup rawan untuk rusak atau paling tidak, berkurang kinerjanya.

Sayangnya, rata-rata produsen bread maker hanya memberikan 1 alat pengulen saja di setiap kemasan. Tidak ada alat pengulen tambahan untuk cadangan kalau-kalau yang utama rusak. Sehingga, anda harus benar-benar menggunakan dan merawat bread maker dengan baik, serta jangan sampai alat ini bekerja berlebihan.

3. Sulit untuk membuat porsi banyak

Bread maker ternyata belum mampu untuk membuat roti dalam porsi banyak, apalagi untuk pesanan. Alasan utamanya adalah waktu. Sekali membuat 1 balok roti tawar saja bisa memakan waktu 3 jam. Terbayang kan untuk membuat pesanan yang banyak, anda jelas membutuhkan waktu seharian penuh. Alasan berikutnya adalah dapat memperpendek usia bread maker. Karena, bread maker ini sebenarnya hanya untuk digunakan skala rumahan saja. Jadi, kalau bekerja terlalu banyak, alat ini akan cepat rusak.

Coba: Resep Roti Tawar Goreng Isi Ragout

Ternyata bread maker memang memudahkan kita untuk membuat roti, ya. Hasilnya pun jauh lebih sehat dari yang di pasaran dan pastinya tanpa campuran pengawet. Nah, setelah tahu bread maker lebih dalam, apakah anda semakin tertarik membelinya?

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi