(Image: Shutterstock)

Penulis: Dewi.S | Editor: Ria

Tepung roti dan tepung panir sering digunakan sebagai lapisan gorengan supaya renyah. Tepung ini terbuat dari roti kering yang digiling hingga halus atau berukuran lebih kecil. Karena terbuat dari roti, tepung panir dan tepung roti biasanya memiliki warna putih hingga abu kekuningan. Tapi ada juga yang diberi warna tambahan seperti oranye dan hijau agar hasil gorengan lebih menarik.

Buat kamu yang senang risoles dan tempura pasti tahu kalau tepung roti digunakan sebagai bahan lapisannya. Selain menjadi lapisan luar, tepung panir ternyata juga digunakan sebagai bahan tambahan dalam sajian rolade, yaitu daging cincang yang digulung bersama campuran aneka bumbu dan bahan. Tepung panir ini fungsinya untuk merekatkan daging cincang dan bahan-bahan lain agar tidak pecah saat diolah.

Banyak orang mengira tepung roti dan tepung panir itu sama, tapi sebenarnya beda, lho. Simak info di bawah ini, ya.

1. Tepung Roti

Tepung roti terbuat dari roti segar tanpa kulit yang dikeringkan dan digiling menjadi butiran kecil seperti remah. Tepung roti mempunyai tekstur yang lebih kasar dan butirannya lebih besar dari tepung panir dengan warna yang cenderung putih.

Tepung roti mudah dibeli di pasaran dalam berbagai macam kemasan. Tepung ini biasanya digunakan untuk membuat nugget, tempura ikan dan seafood. Ada juga panko, sejenis tepung roti yang sering digunakan untuk tempura karena menghasilkan lapisan yang lebih bertekstur besar dan renyah daripada tepung roti biasa.

2. Tepung Panir

Sama dengan tepung roti, bahan dasar tepung panir juga terbuat dari roti yang dikeringkan. Tapi roti yang digunakan untuk membuat tepung panir adalah roti dengan kulit pinggiran yang digiling menjadi butiran yang lebih kecil daripada tepung roti.

Karena terbuat dari roti dengan kulit, tepung panir memiliki warna yang lebih gelap daripada tepung roti. Tepung panir sering digunakan sebagai bahan lapisan risoles, kroket, pisang pasir, dan bahan campuran dalam adonan rolade atau galantin.

Cara Mengolahnya

(Image: Lazada)

Oya, kamu juga bisa bikin sendiri tepung ini dari roti tanpa kulit (untuk tepung roti) dan roti dengan kulit (untuk tepung panir), yang disobek-sobek lalu dipanggang hingga kering. Selanjutnya hancurkan menggunakan food processor atau chopper atau blender kering. Kalau tidak punya food processor, kamu juga bisa memakai botol untuk menghaluskannya. Semakin lama proses pemanggangan, akan semakin gelap warna tepung yang dihasilkan.

Kalau kamu ingin membuat tepung roti yang berwarna putih, cukup sobek-sobek roti lalu hancurkan dengan food processor tanpa dipanggang terlebih dahulu. Simpan tepung di dalam wadah kedap udara dan ditempat yang sejuk agar lebih tahan lama. Jenis roti yang digunakan juga tidak harus roti tawar putih, bisa diganti dengan roti gandum utuh (whole wheat).

Salah satu food processor yang bisa kamu gunakan adalah Cosmos FP300 Food Processor (lihat di Lazada DISKON)Food processor ini memiliki desain seperti kapsul yang sangat ergonomis dan mudah disimpan. Ada juga tombol ‘turbo’ yang bisa kamu gunakan untuk mempercepat proses pembuatan tepung roti dan tepung panir. Untuk listriknya, jangan khawatir. Cosmos FP300 ini hanya 180 watt saja.

Untuk mengolah tepung roti atau panir sebagai bahan lapisan, balutkan telur atau adonan terigu basah pada makanan yang akan dilapisi tepung roti dan panir. Lalu gulingkan makanan pada tepung roti, cubit-cubit halus agar tepung menempel. Simpan makanan yang sudah dibalut tepung roti atau panir di dalam kulkas beberapa saat sebelum digoreng agar tepung roti lebih melekat.

Saat digoreng, pastikan kamu menyiapkan saringan kecil untuk menyaring minyak yang akan cenderung kotor karena remahan tepung yang jatuh ke dalam minyak. Goreng makanan dalam minyak yang banyak dengan api kecil agar tepung matang merata. Kalau kamu tidak mau banyak remahan tepung jatuh saat menggoreng, gunakan tepung roti dengan butiran besar sebagai balutannya. Selain lebih rekat, tepung itu juga akan menghasilkan rasa yang lebih kress dan renyah saat dimakan.

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi