(Image: Serious Eats)

Penulis: Manggarayu

Jika ditanya beda martabak manis dan terang bulan, apa jawaban anda? Hmm kalau sulit, bagaimana dengan martabak manis dan martabak bangka? Ketiga olahan terigu ini sering salah kaprah. Banyak masyarakat yang percaya bahwa tiga kudapan di atas adalah makanan yang sama. Padahal jika ditelusur dari kenampakan dan sejarahnya, ada beberapa perbedaan yang signifikan, lho.

Tiga makanan yang saya sebut tadi identik dengan kue dadar berukuran tebal dengan permukaan berwarna kuning dan kulit luar kecoklatan. Permukaan kuningnya berpori dan jika dipotong, akan terlihat tekstur yang berserat. Namun, apa saja perbedaan mendasarnya? Simak yang satu ini supaya anda tidak salah beli.

Kenampakan: Bentuk, Tekstur, dan Rasa

Sekilas, tiga makanan ini memiliki kenampakan yang sama. Martabak manis dan martabak bangka contohnya. Jika beli di kedai kaki lima, martabak manis yang sudah matang hampir tak bisa dibedakan dengan martabak bangka. Namun, coba perhatikan ketebalan, tekstur, dan warna kulitnya. Martabak manis bertekstur lebih lembut, sedangkan martabak bangka bertekstur lebih tebal. Serat dan pori pada martabak bangka juga lebih banyak. Selain itu, bagian kulit yang renyah pada martabak manis biasanya berwarna coklat muda, sedangkan martabak bangka cenderung lebih gelap.

Dari segi rasa, martabak manis terasa sekali manisnya, sedangkan martabak bangka cenderung agak gurih. Hal ini juga dipengaruhi oleh pemberian topping-nya. Martabak manis punya topping yang lebih beragam dari sekadar kacang, keju, dan meises coklat. Martabak manis identik dengan topping kekinian seperti toblerone, oreo, hingga nutella. Di sisi lain, martabak bangka bertahan dengan topping klasik seperti wijen, kacang, gula pasir, keju, dan meises coklat.

Mengenai Terang Bulan

Banyak yang bilang kalau terang bulan adalah martabak manis. Bahkan, konon kudapan ini merupakan cikal bakal martabak manis. Seperti namanya, terang bulan memiliki kenampakan yang bulat dan terang (kekuningan) seperti bulan. Tak heran, terang bulan juga disebut “kue bulan” di berbagai daerah Indonesia. Nah di Semarang, kenampakan terang bulan beda dari yang biasa kita bayangkan. Terang bulan ala Semarang memiliki tekstur tipis, sehingga lebih mirip panekuk atau crepes. Warna kulitnya cenderung coklat dan merata ke seluruh permukaan. Soal rasa, terang bulan ini tidak terlalu manis. Pemakaian topping-nya (atau lebih tepatnya, isian terang bulan) pun cukup sederhana, yakni coklat, keju, dan selai stroberi.

Asal Mula dan Sejarah

Sejarah martabak manis di Indonesia adalah topik yang menarik bagi saya. Pasalnya, ada berbagai versi sejarah bagaimana kudapan ini mulai dibuat dan dijajakan. Martabak bangka berasal dari Sungaliat, Pangkal Pinang-Bangka Belitung. Awalnya, kue dadar ini tidak disebut martabak, melainkan “hok lo pan”. Dari namanya saja kita bisa menebak bahwa peramunya adalah masyarakat Tionghoa dari suku Hakka atau Khek. Pada dasarnya, hok lo pan atau hok lo dibuat dengan wijen sangrai dan gula pasir. Hok lo sangat terkenal di zamannya dan jadi favorit masyarakat setempat dalam waktu singkat.

Sampai sekarang, orang Bangka masih sering menyebut martabak manis sebagai hok lo. Bahkan di daerah lain pun punya penyebutan khas sendiri seperti apam pinang (Pontianak), kue pangkal pinang (Pangkal Pinang), apam balik (Malaysia) hingga kue Bandung (Semarang).

Cerita kedua berasal dari kota Bandung. Banyak yang percaya bahwa martabak manis yang kita kenal berasal dari Bandung. Konon, martabak manis ini diracik oleh keluarga Cen yang berasal dari Bangka. Ketika pindah ke Bandung, mereka membangun usaha hok lo di sebelah warung mie Bandung milik Moi Yan. Baik Moi Yan dan Cen adalah orang Bangka Belitung, jadi tak heran jika keduanya saling bantu dalam berbisnis. Jika bakmie Moi Yan sukses, maka hok lo Cen juga harus sukses. Untuk itulah, resep hok lo pun direvisi dengan mencocokkan lidah warga setempat. Alhasil, jadilah hok lo dengan tekstur yang lebih lembut dan lebih manis.

Awalnya, hok lo baru ini disebut kue Bandung karena dijual bersebelahan dengan bakmie Bandung. Namun seiring berjalannya zaman, kue Bandung ini diubah namanya jadi martabak manis. Hingga sekarang, martabak manis sering dijajakan bersama dengan martabak telur secara kaki lima atau lapak toko.

Bahan dan Cara Pembuatan

Bahan Pembuatan

Secara garis besar, bahan pembuatan martabak manis, terang bulan, dan martabak bangka tak ada beda. Bahan dasarnya adalah terigu protein sedang, telur, gula, santan/susu cair, air, dan soda kue. Telur digunakan sebagai bahan pengental dan pelembut untuk campuran santan/susu cair, air, dan terigu. Semakin banyak telurnya, maka teksturnya akan semakin tebal seperti martabak bangka. Soda kue dipakai sebagai bahan pengembang yang nantinya membentuk pori dan serat. Jika tak ada, anda bisa ganti dengan bahan pengembang lain berikut.

Cara Pembuatan

Martabak manis, martabak bangka, dan terang bulan dibuat dengan cara yang sama. Ketiganya juga memakai loyang khusus martabak dari besi atau baja. Campurkan terigu, air, santan/susu cair, telur, dan gula dalam satu wadah. Anda juga bisa menambahkan sedikit garam agar rasanya lebih gurih. Tambahkan soda kue atau bahan pengembang lain saat semua bahan sudah tercampur rata. Panaskan loyang martabak dan tuang adonan ke atasnya. Gunakan api kecil supaya martabak tak cepat gosong. Tunggu hingga adonan mulai sedikit matang dan muncul pori-pori di permukaannya. Tutup dan buka beberapa menit kemudian untuk menaburkan gula pasir. Ketika sudah matang, angkat martabak dari loyang wajan dan oles dengan mentega/margarin. Taburkan topping favorit anda dan sajikan selagi hangat.

Coba resep: Martabak Bangka

Nah, sekarang jangan salah beli lagi ya. Mengenal martabak manis rasanya kurang lengkap jika tak membahas martabak telur. Bahkan, martabak telur di Indonesia juga ada beragam jenis lho, yakni martabak telur dan martabak mesir. Hmm, apa bedanya? Simak di sini, yuk!