Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Bicara soal dapur Indonesia pastinya tak lepas dari keanekaragaman bumbu. Sejak dulu, Indonesia terkenal dengan sebutan land of spices saking banyaknya citarasa dari bumbu-bumbu tersebut. Saking banyaknya, banyak jenis bumbu dapur yang sering tertukar, nih.

Salah satunya lada dan ketumbar. Sekilas, dua bumbu ini terlihat sama. Apalagi jika baru belajar masak seperti saya, lada dan ketumbar bisa salah masuk masakan. Meskipun sama-sama bumbu, dua rempah ini punya karakteristik rasa dan aroma yang berbeda, lho. Jadi daripada rasa masakan tak sesuai harapan, lebih baik simak yang satu ini dulu.

Kenampakan: Bentuk, Warna, Ukuran, dan Tekstur

Dua rempah ini memang hampie mirip. Anda harus benar-benar cermat dan jangan salah beli, ya. Dua rempah ini punya bentuk bulat. Dari segi warna, lada memiliki dua jenis yakni lada hitam dan lada putih. Lada hitam dibuat dari biji lada muda (hijau) yang dijemur hingga kering, sedangkan lada putih adalah biji lada matang yang direndam dan dikeringkan. Tekstur keduanya pun berbeda. Lada hitam punya kerutan kulit di permukaannya, sedangkan lada putih lebih mulus dan mengerucut di satu sisi.

Ketumbar mirip dengan lada putih. Tapi dari segi tekstur, ketumbar sedikit lebih kasar dengan garis-garis di permukaannya. Warna ketumbar pun lebih coklat dari lada putih.

Dari segi ukuran, biji lada ternyata lebih besar dari ketumbar lho. Ketika dibelah, isi lada atau merica akan terlihat padat, sedangkan ketumbar cenderung kopong. 

Sensasi: Rasa dan Aroma

Lada punya rasa yang lebih kuat dari ketumbar. Sensasi pahit, pedas, sekaligus hangat ada pada dua jenis lada tersebut. Namun, lada hitam terasa jauh lebih pedas dan menyengat. Sedangkan ketumbar punya rasa yang lebih halus dari lada. Rasa ketumbar cenderung agak pahit hambar yang mirip biji jeruk limau.  

Soal aroma, keduanya punya aroma khas. Aroma ini memang tak terlalu ketara saat masih berbentuk biji. Kalau sudah ditumbuk atau digerus, lada punya aroma yang lebih mencolok dari ketumbar.

Cara Mengolah

Dua rempah ini mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Entah dalam bentuk butiran biji atau bubuk halus. Pada dasarnya, cara pengolahan lada dan ketumbar hampir sama. Keduanya bisa ditumbuk atau digerus untuk dicampurkan dengan bumbu dapur lain. Khusus untuk ketumbar, sangrai terlebih dulu hingga harum dan coklat. Sama seperti kemiri, ketumbar sebaiknya tidak ditumbuk mentah.

Lada banyak digunakan dalam berbagai masakan bercitarasa gurih-pedas atau kaya rempah. Sebutlah masakan Minang, sop, soto, hingga mie godog khas Yogyakarta. Sedangkan ketumbar banyak dipakai sebagai bumbu khas berbagai masakan seperti sate, dendeng, bacem, dan ayam bakar.  

Cara Menyimpan

Kedua jenis rempah ini bisa disimpan dalam wadah kedap udara. Letakkan di suhu ruang dan jauh dari sinar matahari. Khusus untuk ketumbar, sangrai terlebih dulu hingga coklat. Fungsinya agar rempah ini jauh lebih awet. Jika menyimpan dalam bentuk bubuk, aroma dan rasa rempah akan cepat berkurang. Oleh karena itu, belilah dalam jumlah secukupnya dan bisa lekas habis. Tentunya rempah segar terasa lebih nikmat, kan?

Yuk, beri tahu yang lain agar tidak salah olah. Selain dua rempah ini, masih banyak jenis bumbu dapur Indonesia yang mirip. Misalnya pala dan kemiri. Hati-hati, kalau tidak cermat bisa mengubah rasa masakan secara total, lho!

Apa Bedanya? Lada vs Ketumbar
Bantu kami menilai (5=Sangat Bermanfaat) 3 (60%) 2 votes