Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Kecap adalah salah satu bahan masak yang pasti ada di dapur. Selama ini, kecap identik dengan warna hitam dan dibuat dari biji kedelai. Padahal, ada berbagai jenis kecap yang biasa digunakan untuk masakan Indonesia ya. Dari beberapa jenis tersebut, ada tiga kecap yang paling sering digunakan yakni kecap manis, kecap asin, dan kecap ikan.

Sekilas, kita memang bisa mengenalinya dengan mudah karena tiga kecap ini pasti dijual dalam bentuk kemasan bermerek di pasar maupun supermarket. Namun, sudah sejauh apa anda mengenali ketiga kecap ini? Jenis masakan apa yang tepat untuk masing-masing kecap? Nah supaya tidak salah menambahkannya dalam masakan, simak penjelasannya berikut ini!

Warna kecap yang berbeda

Kecap manis dan kecap asin sama-sama berasal dari fermentasi biji kedelai, sehingga keduanya berwarna hitam pekat. Di sisi lain, kecap ikan dibuat dari fermentasi ikan dan garam yang tidak diberi pewarna tambahan, baik alami maupun buatan, sehingga umumnya berwarna jingga-bening.

Tapi ternyata, ada juga warna kecap ikan yang coklat-bening maupun sedikit kehitaman. Bukan berarti kualitas kecap ikan ini buruk, ya. Negara-negara produsen kecap ikan memang sengaja memberikan ciri khas pada produk kecap mereka. Jadi, warna kecap ikan yang berbeda antara merek satu dan yang lain ini bergantung pada pabrik pembuatnya, jenis ikan yang dipakai, dan bagaimana ikan tersebut diolah menjadi kecap.

Tekstur dan rasa kecap yang khas

Meskipun sama-sama kecap, ketiga jenis penyedap rasa ini memiliki tekstur yang berbeda. Kecap manis memiliki konsistensi yang pekat dan kental, sedangkan kecap asin dan ikan cenderung encer. Lalu dari segi rasa, kita juga bisa menebaknya dengan mudah. Kecap manis tentu terasa manis cenderung gurih, begitu juga kecap asin yang asin dan kecap ikan yang memiliki aroma amis khas ikan.

Namun, ada satu hal unik dari rasa kecap ikan bahwa tak ada satu rasa yang bisa mewakili, kecuali aroma ikan itu sendiri. Masing-masing negara produsen menambahkan bumbu seperti garam, gula, dan lainnya untuk menjadikan kecap ikannya ikonik. Misalnya Vietnam terkenal dengan rasa yang lebih manis, sedangkan Thailand lebih asin. Nah yang biasanya cocok dengan aneka masakan (termasuk masakan Indonesia) adalah kecap ikan Vietnam yang rasanya lebih ringan.

Asal mula pembuatan kecap

Poin pertama sudah menyebutkan bahwa kecap manis dan kecap asin berasal dari fermentasi kedelai, sedangkan kecap ikan berasal dari fermentasi ikan dan garam. Namun, apa yang membuat ketiga kecap ini terasa berbeda? Diperhatikan dari prosesnya, hasil fermentasi kedelai dibagi menjadi dua, yakni untuk dijadikan kecap manis dan kecap asin. Pembuatan kecap manis nantinya ditambahkan gula merah yang membuat teksturnya jadi pekat, sedangkan kecap asin diberi tambahan garam.

Hasil dari fermentasi kedelai sendiri rasanya sudah asin, lho. Coba saja anda cicipi kecap manis, pasti rasanya tidak total manis karena masih ada sedikit unsur garamnya. Inilah yang membuat kecap manis terasa sedikit gurih. Lain hal dengan kecap asin yang benar-benar terasa asin.

Untuk kecap ikan, proses fermentasi ini memakai ikan dan garam yang dimasukkan dalam sebuah tong besar, lalu didiamkan selama kurang lebih 12 bulan atau lebih. Selama proses fermentasi, ikan akan mengeluarkan cairan yang nantinya akan diproses lagi menjadi kecap. Intinya, bisa dipastikan bahwa sebagian besar kecap ikan (terutama yang aroma amisnya cukup menusuk) memang dibuat dari ikan asli, ya.

Kegunaannya dalam memasak serta jenis masakannya

Karena masing-masing kecap punya ciri khas, tentu pemakaiannya juga tak bisa sembarang. Namun ketiga jenis kecap ini pastinya digunakan sebagai penyedap rasa masakan Asia, entah dicampurkan dalam masakan, jadi saus, atau topping masakan tertentu.

Secara spesifik, kecap manis dipakai untuk menambahkan rasa manis-gurih pada masakan. Biasanya, kecap ini dikolaborasikan dengan kecap asin untuk segala masakan “asam-manis”. Namun ada juga beberapa masakan yang cukup menonjolkan rasa kecap manis seperti semur, ayam goreng mentega, ayam kungpao, sate telur puyuh, tempe-tahu bacem, dan aneka masakan yang umumnya berwarna coklat gelap.

Kecap asin tentunya dipakai untuk menambahkan rasa asin. Berbeda dengan garam, kecap asin memiliki rasa asin yang khas. Biasanya, kecap ini dipakai untuk masakan khas Asia seperti nasi goreng, mie goreng, tumisan atau cah, dan sebagainya.

Kecap ikan dipakai untuk menambahkan sensasi rasa dan aroma khas ikan. Otomatis, hidangan yang cocok adalah hidangan ala seafood seperti sup ikan, udang saos tiram, dan sebagainya. Ingat, jangan terlalu banyak pakai kecap ikan karena rasanya cukup asin dan aromanya menyengat.

Sudah paham perbedaannya? Meski agak-agak mirip, jangan sampai tertukar saat masak, ya. Kayak dulu saya pernah tertukar antara kecap manis dan kecap asin. Oh ya selain tiga di atas, ada jenis-jenis kecap lain yang bisa dibaca di sini, lho.