Penulis: Selly.J | Editor: Ria

Selama ini, saya mengira sotong merupakan nama lain dari cumi-cumi. Soalnya, sotong memiliki bentuk yang menyerupai cumi-cumi. Apalagi, keduanya sama-sama punya tinta hitam. Namun ternyata saya salah. Cumi-cumi dan sotong memang masuk dalam satu kelas hewan yang sama. Akan tetapi, ada banyak perbedaan yang mencirikan masing-masing jenisnya.

1. Kenampakan

Jika dilihat sekilas, bentuk cumi memang serupa dengan sotong. Tapi sebenarnya berbeda. Cumi-cumi berbentuk panjang dan runcing. Terdapat sebuah sirip di bagian ujung ekornya. Selain itu, cumi-cumi juga memiliki kulit selaput yang berwarna ungu kehitam-hitaman.

Sotong juga memiliki bentuk tubuh yang memanjang. Hanya saja, sotong terlihat lebih pipih dan bulat karena siripnya melingkar. Selaput sotong biasanya berwarna putih. Namun, ada juga yang membentuk corak seperti batik.

Dibandingkan cumi-cumi, sotong biasanya berukuran lebih besar. Selain itu, terdapat juga cangkang pada bagian dalam tubuhnya, yang lebih keras dibandingkan milik cumi. Cangkang biasa kita jumpai dalam rongga tubuh cumi ataupun sotong, seperti plastik bening yang kaku.

Baca juga: Kenali 5 Jenis Cumi yang Sering Diolah dalam Masakan Indonesia

2. Cara Memilih

Sama seperti seafood lainnya, kita perlu memilih cumi dan sotong yang segar. Jika masih segar, gizi dan rasanya tentu lebih terjamin. Secara umum, cara memilih cumi-cumi sama seperti cara memilih sotong. Mula-mula, pastikan bagian badannya utuh, tidak memiliki robekan sama sekali. Lalu, perhatikan juga baunya. Cumi dan sotong yang segar memiliki bau khas laut, bukan bau anyir.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan ialah bagian matanya. Pilihlah cumi maupun sotong yang matanya berwarna bening. Kemudian, lihat juga kulit arinya. Untuk cumi, kita harus memilih yang kulit arinya bening. Sebab, jika sudah berubah warna, artinya cumi tersebut sudah tidak lagi segar. Sementara itu, sotong yang baik ialah yang berwarna putih dengan bitnik-bintik hitam.

3. Pengolahan & Aneka Masakan

Baik cumi-cumi maupun sotong memiliki cara pengolahan yang mirip. Pertama-tama, cumi-cumi atau sotong dicuci hingga bersih. Bila tidak menyukai tintanya, anda dapat membuang kantong tinta tersebut. Setelah itu, jangan lupa buang bagian cangkang atau tulang dalam rongga tubuhnya. Cuci cumi-cumi atau sotong di bawah air mengalir hingga hilang semua lendirnya. Setelah dibersihkan, cumi-cumi dapat langsung diolah.

Baca juga: 4 Tips Memasak Cumi Agar Empuk & Lezat

Cumi-cumi biasa dijumpai dalam berbagai hidangan. Mulai dari tumis, goreng, bakar, hingga dijadikan campuran sup seperti tomyam. Tapi, bukan berarti sotong jarang diolah.

Hampir semua menu cumi bisa diganti menggunakan sotong. Namun, khusus menu yang menggunakan tintanya, lebih disarankan pakai sotong daripada cumi-cumi. Sebab, tinta sotong tidak terlalu amis dibandingkan tinta cumi-cumi.

Coba resep: Tumis Cumi Hitam

Baik cumi-cumi maupun sotong memiliki rasa dan tekstur yang mirip. Asalkan diolah dengan benar, dua-duanya sama-sama maknyus!

Apa Bedanya? Cumi-Cumi vs Sotong
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)