(Image: Shutterstock)

Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Beberapa waktu lalu saat hendak mengunjungi rumah teman, saya melewari sebuah restoran yang menjual aneka hidangan dari kalkun. Karena penasaran, saya pun menyempatkan untuk mampir. Di sana, tersedia banyak jenis menu kalkun, di ataranya: kalkun crispy, steak kalkun, dan kalkun barbeque. Saya pun memilih menu steak kalkun. Saat pesanan saya sudah sampai, saya melihat kenampakannya yang sangat mirip dengan ayam, bahkan rasanya pun juga mirip.

Meskipun ayam dan kalkun memang sama-sama unggas, tapi ada beberapa perbedaan yang bisa anda temukan pada keduanya. Apa saja perbedaan tersebut? Berikut saya bagikan informasinya untuk anda!

1. Asal usul

Kalkun, atau biasa disebut turkey merupakan hewan yang asli hidup di tanah Amerika. Sedangkan ayam peliharaan pertama kali dikonsumsi di India. Nah, seiring dengan perkembangan zaman, ayam dan kalkun mulai dikenal dan dikonsumsi di negara lainnya, termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri, daging ayam lebih sering dikonsumsi daripada daging kalkun. Karena lebih mudah ditemukan, harganya pun jauh lebih murah. Selain itu, ayam bisa dikonsumsi kapan pun, sedangkan kalkun biasanya disajikan dalam acara-acara tertentu saja.

2. Ukuran

Salah satu perbedaan paling kentara dari ayam dan kalkun adalah ukurannya. Kalkun memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar dibanding ayam. Beratnya bisa mencapai 5-18 kg, sehingga dagingnya pun jauh lebih gemuk.

Sementara itu, ukuran ayam tergantung dari usianya ketika dikonsumsi. Semakin tua usia ayam, maka ukurannya semakin besar. Tapi tetap tidak akan bisa menandingi ukuran kalkun.

3. Tekstur dan rasa

Sekilas, tekstur dari ayam dan kalkun ini hampir sama, yaitu berserat dan terlihat kesat, dengan warna putih. Rasanya juga sama-sama gurih. Tapi jika anda perhatikan lebih jauh, tekstur daging kalkun lebih lembut dan juicy, apalagi di bagian pahanya. Selain itu, kulit kalkun lebih tipis dibanding kulit ayam, sehingga lebih renyah dan kering ketika dipanggang.

4. Jenis masakan

Karena rasanya yang mirip, daging ayam dan daging kalkun bisa saling menggantikan. Namun karena tekstur daging kalkun jauh lebih padat dari daging ayam, ada trik khusus saat mengolahnya, yaitu dengan cara memanggangnya utuh, seperti saat disajikan pada acara khusus seperti thanksgiving, sesuai dengan tradisi di Amerika. Meski begitu, banyak juga yang mengolah kalkun menjadi aneka menu lainnya, dengan catatan harus diolah 2 kali pemasakan atau diberi perlakukan khusus supaya empuk.

Daging ayam bersifat lebih universal sehingga bisa diolah berbagai masakan. Baik bercitarasa nusantara seperti opor, ayam goreng, ayam balado, dan rica-rica. Ataupun diolah ala barat seperti steak dan barbeque.

Sekarang sudah jelas kan perbedaan antara daging ayam dan kalkun? Apa pun jenis daging yang anda pilih, pastikan untuk mengolahnya dengan benar ya agar rasanya lezat!