(Image: Shutterstock)

Penulis: Rosalia | Editor: Ria

Demi kesehatan tubuh yang selalu fit, kamu gak hanya harus rutin berolahraga dan menjaga pola makan loh. Pemilihan jenis dan bahan-bahan makanan juga berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Makanan yang baik haruslah mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat.

Nah, kita orang Indonesia tentunya memilih nasi yang berasal dari beras sebagai sumber karbohidratnya. Ternyata beras pun punya aneka jenis. Kalau dari bentuknya, ada jenis beras yang punya bulir pendek atau panjang. Sedangkan dari warnanya ada yang putih, merah, cokelat, atau hitam. Lalu, apa saja aneka jenis beras itu dan manfaatnya? Cari tahu deh di bawah ini.

Beras dari Dalam Negeri

1. Beras Putih

white-rice
(Image: Shutterstock)

Beras putih adalah beras yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Beras putih ini diperoleh dari padi yang sudah digiling dan dibersihkan sehingga warnanya bisa menjadi putih. Karena sudah melalui banyak proses untuk mendapatkan warna putihnya, beras ini jadi punya kandungan gizi lebih rendah dibanding beras lainnya. Teksturnya pulen ketika sudah dimasak. Untuk mengecek apakah berasnya berkualitas atau enggak, kamu bisa melihat butiran-butirannya yang utuh, warnanya putih bersih, tidak kotor, dan pastinya gak ada kutu.

Beras putih di Indonesia ada beberapa jenisnya lagi loh.

  • Pandan wangi, sesuai namanya merupakan beras yang punya aroma seperti pandan.
  • Setra ramos, beras yang banyak beredar di pasaran karena harganya yang relatif murah.
  • Rojolele, beras yang banyak digunakan di Jawa Tengah atau Jawa Timur dengan warna seputih susu.
  • Batang lembang, atau dikenal juga beras Jepang memiliki tekstur sangat pulen kalau sudah masak.
  • IR 42, beras yang menghasilkan nasi yang sedikit keras dan kering yang cocok untuk dijadikan nasi goreng, lontong, atau nasi uduk.
  • Menthik susu, beras organik yang sangat kaya nutrisi dan mineral.
  • Menthik wangi, beras organik yang punya kandungan gula rendah sehingga cocok sekali untuk penderita diabetes.
  • Beureum sengit, yakni varietas lokal asal Cianjur yang sangat baik untuk menurunkan kadar kolestrol. Sayangnya varietas ini sudah hampir punah sehingga sulit ditemui dan harganya mahal.

2. Beras Merah

beras-merah
(Image: Nutribrownrice)

Selain beras putih, beras merah juga salah satu yang banyak dikonsumsi orang-orang. Warna merahnya sendiri diperoleh dari kandungan gen antosianin. Biasanya orang yang mengonsumsi ini sedang dalam program diet. Soalnya beras merah indeks glikemiknya rendah sehingga makanan gak langsung diubah jadi gula sehingga gula darah dalam tubuh pun jadi relatif stabil. Selain itu beras merah juga mengandung lebih banyak serat dan kaya nutrisi seperti zat besi, antioksidan, dan vitamin B6. Tekstur beras merah lebih keras daripada beras putih. Sehingga masaknya butuh waktu lebih lama dan lebih cepat basi. Harganya pun tentu lebih mahal dibanding beras putih.

Tips supaya beras merah tidak terlalu keras, kamu bisa merendam beras merah 15-30 menit dulu sebelum dimasak ya. Supaya hasilnya tidak terlalu keras saat matang, kamu juga bisa memasaknya dengan beras putih dengan perbandingan 3:1 (3 untuk beras merah dan 1 untuk beras putih). Atau simple-nya, masaklah dengan air lebih banyak.

3. Beras Cokelat

beras-coklat
(Image: Livescience)

Nah, kalau beras cokelat merupakan beras yang diproses dengan menghilangkan kulit padinya saja, tapi tidak diproses panjang hingga jadi kayak beras putih. Teskturnya kasar dan warnanya cokelat kusam. Kandungan nutrisinya lebih banyak dibanding beras putih. Seratnya banyak, sehingga punya indeks glikemik yang lebih rendah. Ada juga vitamin, mineral, fitonutrien, dan lemak esensial di dalamnya. Makanya beras cokelat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Misalnya seperti menurunkan risiko kanker, diabetes, dan lemak esensialnya juga bisa mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh kita.

Sama kayak beras merah, proses memasaknya lebih lama dari beras putih. Selain itu, penyimpanannya pun perlu diperhatikan banget. Beras cokelat punya kandungan lemak yang membuatnya jadi gampang membusuk. Jadi kamu harus menyimpannya di tempat yang kering dan sejuk supaya beras cokelat lebih awet ya.

4. Beras Hitam

beras-hitam
(Image: Shutterstock)

Eits, jangan salah kaprah ya. Beras hitam beda dengan beras ketan hitam. Beras hitam tidak akan lengket kalau dimasak dan warnanya akan berubah jadi ungu tua. Teksturnya agak pera, sangat berbeda dengan beras putih. Beras ini mengandung vitamin E, zat antiinflamasi, dan antioksidan. Jika dikonsumsi secara rutin, beras hitam sangat baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh, melindungi dari radikal bebas, anti-aging, menurunkan kolesterol dan diabetes, mencegah anemia, serta mengobati penyakit Alzheimer.

5. Beras Ketan

beras-ketan
(Image: Canstockphoto)

Beras ketan ini ada dua warna, yakni ketan putih dan ketan hitam. Beras ketan biasanya digunakan oleh ibu-ibu sebagai bahan kue. Banyak juga yang menjual beras ketan ini sudah dalam bentuk tepung. Teksturnya lengket dan rasanya gurih saat sudah masak. Kamu bisa memasak beras ketan dengan cara dikukus atau direbus. Beras ketan juga punya manfaat bagi kesehatan, misalnya meningkatkan sistem imun tubuh, meningkatkan fungsi otak, dan menstabilkan tekanan darah.

Beras dari Luar Negeri

1. Beras Basmati

White Rice
(Image: Ndtv)

Pernah dengar beras ini? Ternyata beras ini berasal dari India, Pakistan dan sekitarnya, ladies. Bentuk bulirnya panjang dan aromanya wangi seperti pandan. Teksturnya pera karena nasinya mengembang dan tidak akan jadi lengket jika sudah dimasak. Dalam satu cangkir beras basmati, bisa terkandung 20% serat lebih banyak dibanding beras umumnya. Makanya beras basmati cocok untuk pengidap diabetes sebab kandungan indeks glikemiknya yang rendah.

2. Beras Arborio

beras-arborio
(Image: Italyinsf)

Nah kalau yang ini asalnya dari Italia. Disebut Arborio karena beras ini banyak tumbuh di kota Arborio, Lembah Po, Italia. Bentuk bulirnya bulat dan pendek. Warnanya putih susu. Uniknya, beras ini tidak akan jadi lembek kalau dimasak kelamaan. Tapi teksturnya malah akan jadi lebih creamy. Beras ini cocok banget dijadikan masakan Italia bernama risotto. Bisa juga dijadikan puding beras atau paella (nasi dengan tambahan bumbu rempah khas Spanyol). Kalau di Indonesia, jenis beras ini hanya bisa ditemukan di pasar swalayan besar seperti Ranch Market.

3. Beras Jasmine

jasmine-rice
(Image: Cbc)

Kalau beras Jasmine berasal dari Negeri Gajah alias Thailand. Beras ini unik banget, soalnya akan mengeluarkan aroma melati saat sudah matang. Tekstur nasinya pun pulen tapi tidak lengket. Bulir berasnya panjang dan warnanya putih bening. Hebatnya lagi, beras Jasmine ini pernah memenangkan ajang lomba Rice Trader World di Bali karena berasnya lebih unggul dibanding jenis lain di dunia. Kalau di pasaran, harga beras ini jauh lebih mahal. Beras Jasmine juga punya manfaat kesehatan loh seperti mengurangi rasa pegal karena asam aminonya yang tinggi.

Nah, beras apapun yang kamu konsumsi pada dasarnya baik dan punya manfaat bagi tubuh, kok. Hanya saja selalu ingat ya, jangan makan dengan porsi berlebihan atau kurang ya. Utamakan kesehatan tubuh dengan menjaga pola makan, kualitas bahan makanan, dan rutin berolahraga. Stay healthy, ladies!

 

 

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi