(Image: Rina Audie/Dapur Manis)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Indonesia punya cara unik dalam menyajikan hidangan khas nusantara, salah satunya dengan memakai alas daun. Penyajian ini sudah ada sejak zaman dahulu, lho. Ketika rakyat Indonesia memiliki keterbatasan dalam penggunaan piring beling, beberapa daun dipilih sebagai alas yang dapat menahan makanan. Selain bentuknya lentur dan lebar, beberapa jenis daun membuat masakan atau kue jadi wangi.

Nah, jenis masakan dan kue Indonesia tentunya beraneka ragam, ya. Ada yang teksturnya kering, basah, atau berkuah. Lipatan daun untuk penyajian makanannya juga pasti berbeda. Yuk, cek jenis-jenisnya di bawah ini!

1. Lemper

(arenawanita.com)

Di Indonesia, lemper identik dengan kudapan beras ketan putih yang diisi abon atau ayam suwir bersantan. Padahal aslinya, lemper adalah salah satu jenis lipatan daun, lho. Daun pisang berbentuk persegi diisi beras ketan putih lalu dirapatkan ke tengah. Setelahnya, daun digulung dan kedua ujungnya disematkan dengan lidi.

2. Lontong

(Sajian Sedap)

Tak jauh beda dengan lemper, lontong juga identik dengan nasi pelengkap  gado-gado, tahu tek, atau menu wajib Lebaran. Namun, lontong merupakan lipatan daun yang mirip lemper. Bedanya, lontong memakai daun pisang yang berbentuk persegi panjang. Kalau anda buat nasi dengan lipatan lontong, warnanya akan kehijauan serta aromanya lebih wangi. Selain lontong, arem-arem juga memakai lipatan lontong.

3. Pincuk

Pernah dengar istilah pecel pincuk? Nah, pincuk adalah jenis lipatan daun untuk menyajikan pecel sayur tersebut. Pincuk dibuat dari daun pisang berbentuk persegi yang dilipat ujungnya menjadi segitiga. Ujungnya disemat lidi sehingga wadah ini terlihat seperti pengki/serok. Selain pecel, pincuk digunakan untuk sate, nasi langgi, nasi liwet, dan sebagainya.

4. Tum

Bothok Mlanding

Kalau anda pergi ke Bali, ada makanan yang disebut tum ayam, tum bebek, atau tum ikan. Sama seperti lemper, tum adalah jenis lipatan daun, lho. Tum dibuat dengan daun pisang persegi yang dua ujungnya dilipat ke atas dan disemat lidi. Lipatan ini biasa digunakan untuk membungkus makanan yang berkuah seperti tum Bali, jongkong kopyor, garang asem, bothok, gadon daging, dan lainnya.

5. Pasung

(Lazada)

Ada sebuah jajanan pasar yang disebut kue pasung. Bentuknya dibungkus daun pisang mengerucut dan berisi tepung beras, santan, dan gula merah. Nah lagi-lagi, nama pasung ini terinspirasi dari lipatan daun pembungkus kuenya, nih. Pasung dibuat dari daun lingkaran atau setengah lingkaran yang digulung hingga berbentuk kerucut. Selain daun pisang, orang Temanggung memakai daun kelapa untuk membuat kue celorot atau dumbek.

6. Sumpil

(Ananimiku)

Sumpil adalah lipatan daun berbentuk segitiga. Berbeda dengan pincuk, sumpil merupakan lipatan yang rapat. Cara buatnya, pakai daun panjang atau persegi panjang. Di bagian satu ujung, lipat segitiga dan isi dengan bahan makanan dalam lipatan tersebut. Gulung dengan cara melipat segitiga lalu ujung satu lagi bisa disematkan lidi atau diselipkan saja. Sumpil digunakan untuk kue lupis, nagasari, bacang, tempe, atau lepet.

7. Terpelang

 

(maorisaid.blogspot.com)

Lipatan satu ini cukup mudah dibuat. Hanya dengan melipat dan meyelipkan daun saja, makanan dapat tertahan dengan baik. Terpelang digunakan untuk nasi uduk, nasi kucing, atau ketan urap.

8. Sudi

(Burpple)

Lipatan daun satu ini terlihat rumit, padahal cara buatnya cukup mudah. Sudi dibuat daun pisang yang dilipat membulat lalu disematkan lidi. Bagian ujung yang runcing ditekan ke dalam, sehingga muncul segitiga di tengah-tengah wadah yang mirip mangkuk tersebut. Sudi biasa dijadikan wadah saji untuk kue tradisional dalam acara hajatan, seperti klepon dan cenil.

9. Takir

(kreasi-masak.blogspot.com)

Nah, lipatan daun yang terakhir ini terlihat seperti mangkuk kotak. Cara buatnya agak rumit, nih, tapi intinya kedua ujung lipatan harus disematkan lidi agar kokoh. Takir biasa digunakan untuk jajanan pasar yang cenderung basah atau berkuah seperti kolak pisang, bubur lemu, bubur merah putih, dan lainnya.

Gimana? Sekarang tak perlu bingung membedakannya lagi, ya. Zaman sekarang banyak masakan khas yang tak disajikan dengan lipatan daun karena rumit dan ribet. Namun tak ada salahnya mencoba berlatih, kan?