(Image: Shutterstock)

Penulis: Selly.J | Editor: Ria

Jika membahas biji-bijian, kebanyakan dari kita pasti berpikir mengenai makanan pokok. Yup, nasi yang kita konsumsi memang berasal dari beras yang termasuk biji-bijian. Ada juga biji-bijian yang sering dijadikan sebagai kudapan. Sebut saja seperti popcorn dari jagung atau kue dari gandum. Namun selain bahan utama kue, ada pula biji-bijian yang digunakan dalam jumlah sedikit untuk pelengkap, topping, atau dekorasi.

1. Wijen

(Image: Shutterstock)

Kebanyakan dari kita pasti familiar sekali dengan biji yang satu ini. Yup, biji wijen memang sering sekali digunakan sebagai pelengkap makanan. Mulai dari hidangan seperti ayam mentega hingga camilan seperti martabak. Selain itu, biji wijen juga sering digunakan sebagai pelengkap kue, roti, dan pastry.

Wijen sendiri merupakan biji kecil berbentuk oval. Bagian ujung wijen juga berbentuk runcing. Pada umumnya, biji wijen yang kita temui berwarna putih. Akan tetapi, ada juga lho biji wijen yang warnanya hitam.

Coba resep: Ayam Wijen Saus Mentega

2. Biji Poppy

(Image: Shutterstock)

Biji poppy berbentuk bulat dan kesat. Ukurannya lebih kecil dibandingkan biji selasih. Biji berwarna hitam ini juga sering dijadikan pengganti kacang. Terutama bagi mereka yang alergi.

Dahulu, sempat ada kontroversi pada biji poppy. Karena berasal dari tanaman Poppy Opium, biji ini dianggap dapat menyebabkan kecanduan. Tapi, kini anggapan tersebut sudah dipatahkan. Jadi tidak perlu ragu lagi untuk mengonsumsinya.

Baca juga: Apa Bedanya Poppy Seed dan Biji Wijen?

3. Biji Bunga Matahari

(Image: Shutterstock)

Kita tentu sering menemui biji bunga matahari yang dijadikan kuaci. Tapi, sebenarnya biji ini tidak terbatas sebagai camilan saja. Banyak resep kue, muffin, dan roti yang menggunakan biji bunga matahari sebagai pelengkap atau topping.

4. Biji Labu

(Image: Pinterest)

Dibandingkan biji-bijian lain, ukuran biji labu termasuk yang paling besar. Kulit biji labu berwarna putih, sementara bijinya berwarna hijau pekat. Seperti biji bunga matahari, biji labu juga sering diolah sebagai kuaci.

5. Flaxseed

(Image: Shutterstock)

Flaxseed memiliki bentuk yang menyerupai wijen. Hanya saja, flaxseed sedikit lebih besar dan mengkilap. Flaxseed juga terbagi atas dua jenis, yakni golden flaxseed dan brown flaxseed. Dibandingkan brown flaxseed, golden flaxseed dibanderol dengan harga lebih mahal.

Baca juga: Bahan-Bahan Pengganti Nabati untuk Kue Vegan

6. Oats

(Image: Shutterstock)

Oats ialah biji-bijian yang terkenal sebagai bahan sumber karbohidrat pengganti nasi. Sudah banyak orang yang mengonsumsi biji-bijian satu ini. Tapi, oats juga dapat digunakan pada proses baking. Misalnya seperti pembuatan kukis maupun roti.

Coba resep: Overnight Oats

7. Chia Seed

(Image: Shutterstock)

Chia seeds berbentuk mirip seperti biji poppy. Keduanya sama-sama berwarna hitam, berbentuk bulat, dan berukuran kecil.

Chia seeeds kaya akan kandungan protein. Tak jarang, ia dijadikan bahan alternatif pengganti telur dalam kue atau olahan lainnya.

Meskipun hanya bahan tambahan atau pelengkap, biji-bijian bisa memperkaya tekstur kue dan roti. Selain itu, kehadiran biji-bijian juga bisa membuat roti lebih sehat. Yaitu lebih kaya akan kandungan gizi.

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi