Penulis: Vira | Editor: Ria

Pernahkah anda menemukan suatu hidangan dengan rasa yang enak, namun memiliki penampilan yang kurang menarik? Baik berkaitan dengan garnish maupun dengan warna makanan. Saya seringkali mendengar kalimat ‘you eat with your eyes first’ yang mengartikan bahwa apapun makanannya, yang pasti kita menilainya dengan penampilannya terlebih dahulu.

Bahkan, kalau saya menonton acara semacam masterchef, beberapa juri acara tersebut menolak mencicipi hidangan peserta karena tampilan yang kurang menarik. Berarti, anda juga sadar dong kalau makanan enak saja tak cukup, penampilannya pun harus menarik agar dapat menggugah selera. Salah satu cara untuk membuat penampilan menarik adalah memberi sentuhan warna pada hidangannya.

Menurut saya, hal yang paling aman dalam menggunakan pewarna agar terlihat menarik adalah menggunakan pewarna alami. Apalagi di abad ke-21 ini banyak oknum jahat yang menggunakan pewarna tekstil sebagai pewarna makanan. Wah, ngeri sekali, bukan? Eitts, anda tidak perlu khawatir karena saya akan membahas pewarna alami yang aman untuk digunakan dalam hidangan anda. Ada apa saja ya? Cek artikel ini, yuk!

1. Daun Suji

Daun suji memiliki zat klorofil yang dapat memberikan warna hijau untuk makanan anda. Dalam penggunaannya, daun suji seringkali dicampur dengan daun pandan yang sama-sama memberikan warna hijau sehingga memiliki aroma yang harum. Berbeda dengan daun pandan, daun suji ini memberikan warna hijau yang lebih pekat dibandingkan dengan daun pandan. Penggunaannya dilakukan dengan cara menumbuk daunnya kemudian diberi air untuk disaring dan diperas. Beberapa hidangan yang menggunakan daun suji sebagai zat pewarna adalah klepon, bubur sum-sum, hingga mie hijau.

2. Kunyit

Selain berfungsi sebagai pengawet makanan, kunyit juga dapat digunakan sebagai pewarna makanan yang alami. Kunyit mengandung zat warna kurkumin untuk memberi warna kuning pada makanan, misalnya tahu, jamu, atau nasi kuning. Untuk menggunakan kunyit sebagai pewarna, kunyit ini harus dihaluskan dengan cara diparut atau diblender. Setelah itu, bisa anda campur dengan santan tergantung hidangan apa yang ingin disajikan. Sayangnya, jika kunyit terlalu banyak digunakan sebagai zat pewarna, makanan menjadi agak langu. Oleh karena itu, gunakanlah secukupnya, ya.

3. Kluwak

Apakah kamu salah satu penggemar rawon? Kalau iya, pasti kenal dong bahan masakan yang satu ini? Benar banget, kluwak memang berfungsi sebagai pemberi warna coklat pekat pada masakan khas Jawa Timur tersebut. Kluwak sebenarnya merupakan sejenis buah, bagian yang digunakan sebagai bumbu masakan atau pewarna adalah bijinya. Untuk mengambil warna hitam atau coklat pekatnya, anda harus mengambil daging yang ada di dalam bijinya terlebih dahulu.

Jika dagingnya telah diambil, anda bisa merebusnya dengan air panas selama kurang lebih 15 menit. Nah, jika anda ingin membuat rawon, air tersebut bisa langsung digunakan karena nantinya air akan berwarna hitam/coklat pekat. Anda juga bisa menggunakannya untuk ditumis, cukup kurangi airnya saja.

4. Ubi Ungu

Sesuai namanya, ubi ungu akan memberikan warna ungu pada masakan anda. Ubi ungu ini memiliki pigmen antosianin yang sama seperti yang ditemukan pada ceri hitam dan jenis anggur-anggur lainnya. Nilai plus dari si ubi ungu ini adalah rasanya yang relative netral sehingga ketika digunakan sebagai pewarna, ubi ungu tak akan mengubah rasa dari makanan anda. Cara mengolah ubi ungu menjadi pewarna adalah dengan memotongnya dengan ukuran kecil lalu hancurkan dengan bantuan blender dan air, ambil sarinya, itulah yang menjadi pewarna ungu. Pewarna alami ini sering dijadikan sebagai pewarna untuk kue bolu, puding atau klepon ubi ungu yang sedang hits.

5. Angkak

Angkak adalah fermentasi dari beras putih jenis tertentu yang dibiakkan dengan sejenis ragi khusus selama beberapa hari sehingga mengubah warna beras menjadi merah. Angkak adalah fermentasi dari beras putih jenis tertentu yang dibiakkan dengan sejenis ragi khusus selama beberapa hari sehingga mengubah warna beras menjadi merah.

Beberapa contoh produk makanan yang telah menggunakan pewarna merah angkak adalah anggur, kecap ikan, minuman beralkohol, serta produk olahan daging (sosis, ham, kornet). Angkak digunakan dengan cara diseduh air panas, air seduhan pertama dibuang karena rasanya pahit. Baru pada seduhan ketiga disaring, lalu haluskan.

6. Bunga Telang

Awalnya, saya hanya menggunakan bunga telang ini sebagai obat tetes mata, ternyata bunga telang ini juga bisa dijadikan pewarna makanan, lho. Bunga telang yang memberi warna biru keunguan ini banyak tumbuh di Asia, tapi memang agak susah untuk mencarinya sekarang. Tapi banyak yang menjualnya dalam bentuk kering di pasar. Menggunakan bunga telang sebagai pewarna cukup mudah, yaitu dengan mengumpulkan beberapa kuntum bunga sesuai dengan kebutuhan lalu meremasnya dengan tangan atau menumbuknya hingga keluar sari-sari warna birunya.

Untuk jenis yang kering ini, anda bisa mengambil sarinya dengan menyeduh atau merendamnya dalam air panas. Pewarna biru dari bunga telang ini biasa digunakan untuk pewarna kue, puding, minuman dan aneka kuliner lainnya.

Selain beberapa bahan di atas, masih banyak lagi bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai pewarna alami seperti wortel, beri-berian, gula jawa, dan sebagainya. Mulai sekarang, gantilah pewarna sintetis dengan yang alami agar lebih sehat untuk keluarga anda.

6 Jenis Pewarna Makanan Alami yang Baik
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)