(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Bicara soal cuka, saya jadi ingat semangkuk bakso terakhir saya. Rasanya lengkap. Ada gurih dari kuah dan bakso, manis dari kecap, pedas dari sambal, dan sedikit asam dari cuka. Hampir setiap kali makan bakso, saya selalu menambahkan perasa ini agar semakin mantap. Namun yang namanya suka itu belum tentu tahu seluk-beluknya, ya. Selama beberapa lama, saya cuma tahu cuka bakso. Padahal di luar sana, masih banyak jenis-jenis cuka dengan rasa yang unik. Apakah jenis cuka tersebut? Langsung saja simak yang di bawah ini!

1. Cuka Putih

Nah, ini dia si cuka bakso! Cuka bakso sering ditemui di masakan-masakan Indonesia. Rasa dan aromanya cukup tajam karena cuka ini berasal dari penyulingan alkohol. Selain itu, warnanya yang putih bening membuat cuka putih sering dicampurkan ke makanan berkuah bening dan juga acar.

2. Cuka Apel

Dulu saya kira cuka apel rasanya seperti jus apel, eh, ternyata benar loh! Cuka apel memang dibuat dari fermentasi sari apel atau ampas buah apel, oleh karena itu masih ada rasa-rasa apel ketika dicicip. Cuka apel umum dipakai untuk salad dressing, marinasi daging, atau campuran saus tomat untuk spaghetti bolognaise. Warnanya cokelat kekuningan dan mirip seperti jus apel yang biasa dijual di supermarket. Selain masak, cuka apel juga baik untuk kesehatan kalau rutin dikonsumsi. Banyak juga, ya, manfaatnya?

3. Cuka Beras

Cuka ini memang tak asing lagi karena banyak dipakai negara-negara Asia seperti Cina, Jepang, Korea, Vietnam, dan tentu saja Indonesia. Dari namanya kita bisa tahu kalau cuka ini merupakan fermentasi dari beras. Dan ternyata tidak hanya beras putih, hampir semua jenis beras juga difermentasikan menjadi cuka dan masing-masing punya rasa yang unik, loh. Semakin terang warnanya, maka aroma dan rasanya semakin ringan. Aroma dari cuka beras secara umum lebih ringan dari cuka buah atau biji-bijian. Oleh karena itu, cuka beras sering dipakai untuk acar, sushi, bumbu tumis, salad dressing, dan saus.

4. Cuka Anggur

(Image: wiseGEEK)

Dari namanya saja, bisa ditebak kalau cuka ini terbuat dari anggur. Lebih tepatnya, fermentasi minuman anggur atau wine. Ada dua jenis cuka anggur, yakni cuka merah dan cuka putih. Warna-warna tersebut bergantung pada wine yang digunakan. Cuka anggur merah memiliki tekstur yang pekat dan kental, biasanya digunakan untuk marinasi daging-dagingan merah seperti sapi atau babi. Nah, kalau cuka anggur putih berwarna bening atau kekuningan dengan rasa yang lebih kecut dari cuka anggur merah. Cuka anggur putih biasa dipakai untuk daging-dagingan berwarna putih seperti ayam atau ikan. Untuk pemakaiannya, cuka anggur bisa ditemui di masakan-masakan Eropa dan Mediterania.

5. Cuka Balsamik

Cuka yang satu ini memang serba bisa! Perpaduan rasa manis dan asam membuat cuka ini cocok dengan segala jenis hidangan, mulai dari tumisan asin, sayur-sayuran, hingga buah-buahan. Cuka balsamik merupakan fermentasi dari jus anggur. Pada dasarnya, cuka ini memiliki tiga jenis dan yang lebih sering dipakai adalah cuka balsamik modern. Cuka balsamik tradisional hanya bisa ditemui di daerah asalnya di Italia, dan sama halnya dengan wine, cuka ini bisa difermentasi hingga 150 tahun, loh! Lama juga, ya? Tapi kalau ingin merasakan cuka tradisional yang tak perlu menunggu sampai 150 tahun, anda bisa coba cuka balsamik campuran yang sudah melalui proses modern juga.

6. Cuka Buah Lainnya

Sama seperti apel, cuka buah juga dihasilkan dari buah-buahan dengan kadar gula yang tinggi seperti beri, tomat, dan ceri. Sisi baiknya, cuka buah tidak memerlukan perasa tambahan karena sudah mendapatkan asam alami dari buah-buahan tersebut. Cuka ini bisa digunakan untuk salad dressing atau penambah rasa saus daging panggang.

Selama ini, cuka putih memang paling populer di Indonesia dibandingkan jenis cuka lain, tapi sekarang sudah tahu, kan, kalau ada jenis cuka lainnya? Sudah ada bayangan untuk berkreasi dengan yang lainnya?

6 Jenis Cuka dan Pemakaiannya Untuk Memasak
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)