(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Kalau ingin makan brownies, saya selalu beli yang sudah jadi. Dulu saya pernah bikin brownies bareng ibu dan adik-adik. Karena kami lebih suka tekstur panggang, kami pun menggunakan oven yang sebetulnya sudah tidak terlalu panas. Awalnya kami pikir bikin tekstur fudgy itu mudah, ternyata lumayan susah, ya. Biarpun sudah diakali dengan dipanggang beberapa kali, tetap saja hasilnya kurang maksimal.

Meski bahan-bahannya sangat terjangkau, proses memasak brownies itu cukup riskan. Kadang adonan terlalu bantat lah, gosong lah, dan sebagainya. Memang ada beberapa detail yang harus diperhatikan ketika membuat brownies.Tapi kalau sudah masuk detail, rasanya serius sekali, ya. Biar tak terlalu tegang, baca tips berikut ini saja yuk!

1. Sesuaikan takaran bahan dengan resep

Kalau anda baru pertama kali membuat brownies, sebaiknya ikuti saja apa kata resep. Jangan mikir gimana cara bikin atas brownies-nya jadi krispi atau agar cokelatnya super fudgy dengan sedikit lelehan lava cokelat. Takaran dalam resep biasanya sudah disesuaikan dan diperhitungkan. Baking berbeda dengan masak pada umumnya, alias tidak bisa tambah-ganti bumbu dan bahan substitusi pakai feeling. Kalau takarannya salah, bisa-bisa merubah rasa brownies anda nantinya. Oleh karena itu, jaga perasaan anda saat masak brownies, ya, hihihi.

2. Pemilihan cokelat itu penting!

(Image: Lazada)

Tentu saja, inti dari brownies adalah rasa cokelat yang kaya. Nah, kualitas cokelat (dan bahan lain secara umum) juga mempengaruhi rasa, loh. Oleh karena itu, pilihlah cokelat yang berkualitas. Kalau anda suka brownies yang tak terlalu manis, pilih cokelat dengan kadar gula yang rendah atau dark cooking chocolate (DCC). Salah satu DCC yang paling sering digunakan untuk membuat brownies adalah Colatta Dark Compound Chocolate (lihat di Lazada DISKON). Rasa coklatnya sangat pekat, kualitasnya terbaik, brownies pun akan terasa sangat lezat. 

3. Aduk adonan seperlunya saja

Masukkan bahan-bahan ke dalam mangkuk besar sesuai langkah-langkah dalam resep, lalu aduk rata. Saya itu tipikal orang yang puas kalau adonan terlihat kental banget, sehingga seringkali terlalu semangat mengaduk. Alhasil kue saya pun susah digigit. Ternyata, untuk brownies yang fudgy, anda tak perlu mengaduk terlalu lama. Karena jika berlebihan, adonan akan membentuk gluten dan brownies akan terasa keras. Kalau pakai hand mixer, anda cukup gunakan speed rendah saja.

4. Panggang hingga bagian atas mengeras

Ketika adonan sudah jadi, siapkan loyang yang sudah dilapisi alumunium foil atau kertas kue. Tujuannya agar brownies tidak meninggalkan sisa menempel di loyang. Sebelum memanggang brownies, pastikan oven sudah panas, ya. Panggang browniesnya 20-30 menit saja. Intinya sampai bagian atas brownies terlihat mengeras atau sedikit garing. Jangan khawatir kalau bagian dalamnya kurang fudgy ketika anda coba tusuk-tusuk dengan lidi. Dulu saya juga sempat panik waktu adonan dalamnya masih agak encer. Ternyata hal ini wajar terjadi, karena bagian dalam adonan akan lebih moist setelah keluar oven. Setelah dibiarkan dingin maka otomatis kue akan lebih memadat.

5. Setelah keluar oven, dinginkan brownies sebelum dipotong

Kalau brownies sudah jadi, rasanya ingin segera menyantap, ya? Tapi ada baiknya didiamkan dulu selama kurang lebih 10 menit agar bagian dalam mengeras, alias fudgy. Nah, kalau lupa meletakkan kertas kue yang berakibat brownies susah dikeluarkan dari loyang, ada tips yang biasa dicoba, nih. Panaskan loyang kue tadi di atas kompor dengan api kecil selama beberapa saat, maka kue akan ‘lepas’ lebih mudah.

Tidak perlu takut gagal untuk membuat brownies. Bayangkan saja anda akan menikmati sepotong kue cokelat fudgy, yang crispy di atas dan lembut di dalam. Hmm, jadi makin semangat atau makin lapar, nih? Oh ya, brownies bisa ditambahkan berbagai topping, loh, seperti krim, parutan keju, kacang almond, dan lain sebagainya. Selamat mencoba!