Penulis: Tia | Editor: Ria

Bubur candil mudah sekali dikenali dan dibedakan dari bubur-bubur tradisional lainnya. Karena, bubur ini memiliki bulatan-bulatan kecil berwarna coklat dan kenyal yang disebut candil. Di beberapa daerah, bubur candil juga disebut dengan bubur biji salak, termasuk di sekitar rumah saya. Keduanya memang benar-benar mirip.

Saat bulan puasa, banyak sekali yang menjual bubur candil di pinggir jalan sebagai takjil. Tapi, kalau beli dalam jumlah banyak untuk orang serumah, pasti tekor. Jadi, kenapa tidak coba membuatnya sendiri?

Coba: Resep Bubur Candil

1. Buat adonan candil dari tepung ketan dan air hangat

Bola-bola candil yang kenyal, dibuat dengan bahan dasar tepung. Bukan tapioka atau tepung sagu, melainkan dari tepung ketan. Pemilihan tepung ketan ini membuat candil memiliki tekstur yang kalis dan kenyal, tapi tetap empuk. Sehingga mudah untuk dikunyah dan disantap.

Tepung ketan dicampur dengan sedikit garam untuk memberikan rasa gurih. Kemudian, dicampur dengan air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan rekat dan bisa dibentuk.

Baca juga: Tips Menyimpan dan Kegunaan Tepung Beras Ketan

2. Bentuk adonan bulat kelereng dan rebus hingga mengapung

Adonan candil dibentuk bulat-bulat, kira-kira sebesar kelereng. Supaya ukurannya semua sama, ambil adonan dengan ukuran 1 sdm saja. Sambil membulat-bulatkan adonan, anda bisa mendidihkan 500 ml air untuk merebus candil. Masukkan candil ke dalam air mendidih. Lalu, rebus hingga candil mengapung. Tiriskan hingga dingin.

Baca juga: Aneka Bubur Manis Khas Jawa yang Biasa Dijual dalam Satu Tempat

3. Untuk kuah, gunakan gula merah yang berwarna kuning keemasan

Kuah dari candil memiliki warna coklat cerah dan rasa yang manis. Kuah ini dibuat dari campuran air, gula merah, dan daun pandan. Untuk mendapatkan kuah yang bersih dan berwarna cerah, gunakan gula merah yang berwarna kuning keemasan. Rebus gula merah hingga mendidih dan tambahkan daun pandan yang diikat simpul untuk memperkuat rasa dan aromanya.

Baca juga: Apa Bedanya? Gula Jawa vs Gula Aren

4. Masukkan candil dan larutan tapioka ke dalam kuah gula

Setelah kuah mendidih, masukkan candil ke dalamnya. Rebus untuk beberapa menit supaya rasa manis kuah bisa terserap oleh candil. Kemudian, tambahkan larutan tapioka untuk membuat kuah menjadi lebih kental. Larutan tapioka ini terbuat dari 2 sdm tepung tapioka yang diencerkan dengan sedikit air.

Aduk kuah hingga menjadi kental. Setelah mendidih dan meletup-letup, matikan api dan biarkan panasnya menguap perlahan.

Baca juga: Apa Bedanya? Tepung Sagu vs Tepung Tapioka dan Kegunaannya

5. Sajikan bubur candil dengan saus siraman

Bubur candil kurang lengkap rasanya bila disajikan tanpa saus putih yang disiram di atasnya. Saus putih tersebut dibuat dari santan yang kental. Dimasak dengan tambahan garam supaya lebih gurih dan juga daun pandan yang diikat simpul untuk menambah kenikmatan aroma serta rasanya.

Masak santan di atas api sedang. Aduk-aduk terus hingga mendidih. Sisihkan hingga panasnya menguap. Kemudian, tuangkan ke dalam mangkuk berisi bubur candil.

Baca juga: 5 Tips Mencegah Santan Pecah

Baru melihat cara membuatnya saja sudah terbayang legitnya, bukan? Cara ini bisa anda coba untuk  membuat bubur candil saat bulan puasa nanti. Bubur candil sebagai takjil, tidak ada yang bisa menolak, deh!