Penulis: Graminda | Editor: Ria

Berita tentang makanan yang tidak sehat membuat banyak orang lebih pilih masakan rumahan. Saya pun mulai membawa bekal makan siang dari rumah. Saya merasa masakan ibu saya adalah masakan yang paling aman dan sehat.

Agar masakan di rumah anda terjamin keamanannya, terapkanlah 5 kunci keamanan pangan yang sederhana ini. Jangan sampai dapur sendiri yang menjadi sarang kuman dan penyakit ya!

1. Gunakan Air dan Bahan yang Aman

Air dan es bisa terkontaminasi kuman. Oleh karena itu, pakailah air dari sumber yang terjamin bersih atau air yang sudah matang untuk memasak. Termasuk dalam membuat es, jangan menggunakan air mentah. Sekalipun itu air dari keran rumah anda.

Untuk bahan makanan, pilih yang segar dan tidak lewat tanggal kadaluarsa. Cek warna, tekstur, dan aroma untuk deteksi kesegaran bahan makanan. Jika terlihat kusam dan tidak segar, jangan gunakan bahan tersebut.

Baca juga: Arti 5 Label Kadaluarsa dalam Makanan Kemasan

2. Jaga Kebersihan

Pastikan anda selalu cuci tangan, bahan makanan, dan peralatan masak. Hanya dengan mencuci ketiga hal tersebut sudah membunuh 80% kuman, lho! Sebelum memasak, tangan, bahan makanan, dan alat masak harus bersih dan kering.

Cuci tangan sesering mungkin selama memasak agar kuman tidak menempel dan mengkontaminasi makanan. Setelah selesai memasak, cuci kembali tangan dan alat masak menggunakan air bersih yang mengalir.

Jangan lupa, setiap mencuci harus gunakan sabun ya! Selain itu, jaga kebersihan untuk cegah serangga dan hama penyakit masuk ke dapur anda.

3. Pisahkan Bahan Mentah dari Makanan Matang

Bahan mentah seperti daging, ayam, dan ikan segar masih mengandung kuman atau bakteri. Pisahkan bahan mentah tersebut dari masakan matang untuk menghindari berpindahnya Kuman tersebut (kontaminasi silang).

Pemisahan dilakukan saat membeli bahan, memasak, termasuk bila hendak menyimpan makanan. Misalnya, dalam kulkas harus terpisah antara rak makanan jadi dengan bahan mentah.

Penggunaan alat masak pun tidak boleh disatukan. Misalnya pisahkan talenan untuk memotong bawang merah mentah dengan memotong daging ayam matang.

4. Masak dengan Suhu yang Tepat

Kuman dapat mati pada suhu panas diatas 60°C. Oleh karena itu, pastikan masakan tetap hangat dengan suhu minimal 70°C. Misalnya, masak sup hingga mendidih dan daging sudah tidak tampak merah atau berdarah lagi.

Perhatikan dengan baik makanan yang dimasak utuh seperti ayam dan daging panggang, serta sayuran. Makanan yang dimasak utuh biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk dimasak karena berukuran besar. Jika kurang yakin, bisa gunakan termometer masak, lho!

Baca Juga: 3 Jenis Termometer Masak beserta Kegunaan dan Cara Pakainya

5. Jaga Makanan pada Suhu Aman

Ingat, jangan biarkan makanan matang di suhu ruang lebih dari 4 jam. Jika makanan bersisa atau tidak langsung dikonsumsi, segera simpan di lemari pendingin (suhu < 5°C ). Hal ini dikarenakan kuman berkembang cepat pada suhu 5°C -60°C.

Bila anda memiliki bahan makanan beku, jangan dicairkan begitu saja di suhu ruang. Cairkan (thawing) dengan rendam dalam air, simpan dalam rak thawing di kulkas, atau dengan microwave. Selain itu, sajikan makanan dalam kondisi hangat agar kuman tidak berkembang.

Baca Juga: 4 Jenis Thawing (Cara Proses Mencairkan Makanan Beku)  

Memasak untuk keluarga yang dicintai memang menyenangkan. Tapi, jangan sampai masakan anda tidak aman untuk mereka konsumsi ya. Makanan memang harus lezat tapi jangan lupakan juga faktor keamanan. Yuk mulai praktikan di dapur anda!