Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Menumis adalah teknik memasak favorit saya. Selain irit minyak, menumis tak butuh waktu lama untuk matang. Metode masak ini juga bisa memakai beraneka jenis bahan, mulai dari bahan karbo seperti mie, sayuran, hingga daging. Namun meskipun terhitung mudah, yakin teknik menumis atau cah anda sudah benar? Kalau masih ragu seperti saya, cek tips di bawah ini yuk!

1. Cuci dan potong bahan-bahan dengan ukuran bite-size

Tumis atau cah adalah metode masak dengan waktu super cepat. Jadi ketika margarin atau minyak sudah panas, bahan-bahan yang akan ditumis harus lekas dimasukkan. Oleh karena itu, persiapan bahan sangatlah penting. Pertama, cuci daging dan sayur lalu keringkan. Setelah itu, potong semua bahan tumisan. Potonglah dengan ukuran bite-size dan sama besar agar bahan-bahan yang sama dapat matang secara bersamaan. Langkah berikutnya, marinasi daging yang akan dipakai dalam tumisan agar semakin bercitarasa dan menghilangkan bau amis. Marinasinya tak butuh waktu lama, kok. Pakai garam dan air jeruk saja sudah cukup.

2. Panaskan margarin atau minyak

Menumis adalah teknik memasak yang hanya butuh sedikit margarin atau minyak. Tapi ternyata menumis dengan margarin itu berbeda dengan minyak, lho. Margarin memiliki titik asap (smoking point) yang lebih rendah dari minyak, oleh karena itu margarin pasti lebih cepat leleh daripada minyak. Selain itu, margarin memberikan rasa gurih dan warna keemasan yang cantik pada tumisan anda. Setelah tahu mau pakai yang mana, panaskan minyak atau margarin dengan api sedang. Masukkan bahan setelah cukup panas, tapi jangan terlalu panas hingga berasap, ya.

3. Urutkan bahan-bahan yang akan ditumis

Urutkan bahan-bahan yang akan ditumis sesuai jenisnya. Bumbu dan rempah harus dimasukkan pertama karena berfungsi sebagai pembangkit citarasa dan aroma. Oleh karena itu, bumbu dan rempah harus menjadi dasar dari tumisan anda. Oseng bumbu dan rempah hingga harum dan matang.

Kedua, masukkan daging-dagingan. Khusus untuk daging cincang, masukkan sedikit demi sedikit agar matang merata dan warnanya berubah coklat. Secara keseluruhan, oseng daging utuh atau cincang secara merata hingga matang 80%.

Ketiga, masukkan sayuran. Dahulukan sayuran yang tebal dan keras seperti wortel, kentang, dan kembang kol. Tumis hingga sedikit lunak lalu masukkan sayuran dedaunan yang tipis seperti sawi, pokcoy, dan kangkung. Terakhir masukkan jamur dan tauge. Kedua bahan ini terhitung cepat matang dan mengandung lebih banyak air daripada sayuran. Oleh karena itu, masukkan di menit-menit terakhir sebelum kompor dimatikan agar tidak layu.

4. Jangan sampai wajannya penuh!

Saya sering melihat chef profesional di TV yang menumis sedikit bahan makanan dalam wajan ukuran sedang cenderung besar. Ternyata ada alasan dibalik pemasakan dengan sedikit bahan tersebut. Pada dasarnya semua makanan mengandung air atau juice sehingga pasti terjadi penguapan. Kalau wajan terlalu penuh, uap akan terhambat di antara bahan-bahan dan proses menumis akan butuh waktu lebih lama. Nah waktu lebih lama ini yang membuat tumisan anda jadi overcooked dan kehilangan teksturnya.

Bagaimana tips di atas? Ternyata menumis bukan teknik masak yang sepele, ya. Saya juga ingin latihan lagi, nih, agar kualitas tumisan saya lebih baik. Soalnya ada beberapa resep tumisan enak yang mau saya coba di ResepKoki. Coba klik di sini deh, banyak sekali lho jenisnya!