(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Dulu waktu masih sekolah, saya sering protes kalau ibu menyuruh saya memipil jagung. Kenapa jagung tak diolah utuh seperti dibakar, direbus, atau dikukus saja, sih? Namun saya pun menarik pertanyaan tersebut setelah mengetahui banyak jenis masakannya, seperti bubur jagung, puding jagung, dan bakwan jagung.

Saya malah minta diajari memipil jagung yang benar. Waktu itu saya agak takut karena harus pakai pisau. Tapi setelah beberapa kali berlatih, proses memipil jagung bisa dilakukan dengan cepat. Bahkan, saya pun menemukan beberapa trik agar bisa melakukannya dengan rapi. Mau tahu caranya? Cek di bawah ini, ya!

1. Kupas jagung dan bersihkan rambutnya

Ada dua jenis jagung yang dijual di pasaran, yakni jagung utuh dan jagung kupas. Kalau anda beli jagung utuh, kupas kulit dan bersihkan rambut jagungnya. Potong bonggol (bagian yang tak berbiji) di bagian bawah jagung jika masih ada. Setelah bersih dari rambut, cuci jagung di bawah air mengalir dan tiriskan.

2. Pastikan pisau yang akan dipakai tajam

Menyisir atau memipil jagung itu perlu pisau tajam. Pisau yang kurang tajam tidak bisa memipil jagung hingga tuntas dan hasil pipilan tidak akan rapi. Oleh karena itu, asah pisau terlebih dahulu sebelum digunakan untuk memipil. Oh ya, sebaiknya menggunakan pisau dapur berukuran sedang daripada pisau kecil.

3. Gunakan loyang tulban untuk meletakkan jagung

Memipil atau menyisir jagung dilakukan secara vertikal di atas alas datar, misalnya talenan. Namun supaya prosesnya berlangsung rapi dan bijinya tidak berhamburan, gunakanlah loyang tulban untuk memipil jagung.

Caranya, posisikan jagung di bagian tengah loyang yang menonjol dan punya lubang kecil. Ingat, posisi loyang tulbannya harus seperti akan dituang adonan, bukan dibalik. Pastikan jagung berdiri stabil, lalu mulailah memipil dengan pisau secara vertikal. Secara otomatis, biji jagung akan langsung terwadahi dalam loyang.

Kalau tak ada loyang tulban, anda bisa pakai dua mangkuk ukuran kecil dan besar. Pastikan mangkuk kecil bisa ditelungkupkan dalam mangkuk besar, ya. Letakkan jagung di atas mangkuk kecil (dengan posisi terbalik) dengan posisi berdiri, lalu pipilah jagung dengan pisau tajam.

4. Atau, potong jagung jadi dua

Kalau tak ada loyang tulban atau mangkuk kecil-besar, anda tetap bisa pakai talenan dengan cara yang rapi, kok. Potong jagung menjadi dua terlebih dahulu, lalu mulailah memipil jagung. Hasil pipilan jagung memang akan berserakan di atas talenan, tapi jumlahnya tak akan terlalu menyebar seperti saat memipil jagung utuh.

Nah, pipilan jagung ini siap diolah jadi berbagai masakan! Kalau tak segera dipakai, simpan biji jagung dalam wadah kering dan kedap udara. Letakkan dalam kulkas dan gunakan sebelum baunya benar-benar berubah asam, ya. Psst, selain cara-cara di atas, sebenarnya anda juga bisa beli alat pemipil yang harganya terjangkau dan praktis digunakan, lho. Sudah punya satu di rumah?