Penulis: Tia | Editor: Ria

Kalau familiar dengan berbagai makanan dan minuman kekinian, matcha dan green tea pasti sudah tidak asing lagi di telinga anda. Biasanya, makanan dan minuman yang memiliki embel-embel matcha atau green tea ini memiliki warna hijau yang cerah dan menarik. Matcha dan green tea ini seringkali disamakan jadi  jenis produk teh yang sama. Padahal, keduanya ini cukup berbeda, lho.

Baik matcha maupun green tea, memang sama-sama berasal dari satu tanaman, yaitu Camellia Sinensis. Namun, karena melalui proses pengolahan yang berbeda, maka jadilah 2 jenis produk teh yang berbeda pula.

1. Bentuk dan kenampakan

Berasal dari tanaman yang sama, tapi bentuk serta kenampakan matcha dan green tea tidaklah sama. Hal ini disebabkan oleh proses pengolahan keduanya yang juga berbeda. Seperti yang anda ketahui, matcha memiliki bentuk berupa bubuk halus. Untuk membuat matcha, daun teh difermentasi terlebih dahulu selama 20-30 hari. Kemudian, daun teh dikeringkan dalam waktu singkat supaya warna hijau khas daun tidak pudar. Setelah itu, daun teh ditumbuk atau digiling hingga menjadi bubuk halus.

Bentuk dan kenampakan dari green tea masih berupa potongan-potongan daun teh yang dikeringkan. Sama seperti teh tubruk yang banyak dijual di pasaran. Daun teh untuk green tea tidak mengalami proses fermentasi selama puluhan hari. Namun langsung dikeringkan dan dikemas tanpa ditumbuk halus. Anda bisa menemukan green tea dalam bentuk tubruk atau teh celup.

Coba: Resep Kue Cubit Green Tea

2. Rasa dan warna

Baik matcha maupun green tea, keduanya sama-sama memiliki citarasa tersendiri ketika diseduh dengan air panas. Matcha memiliki tekstur yang cenderung creamy, rasanya mirip dengan rumput laut, dan penampilannya berwarna hijau segar. Setelah meminumnya pun tidak ada aftertaste seperti asam atau pahit.

Green tea memiliki penampilan yang jernih dengan sedikit warna kekuningan khas teh. Ketika menyeruput green tea, anda akan mendapatkan sensasi yang segar dan ringan. Selain itu, anda juga bisa merasakan aftertaste dari green tea yang sedikit asam dan pahit, tapi tidak mengurangi kenikmatannya sama sekali.

Baca juga: 4 Jenis Teh yang Sering Dikonsumsi di Indonesia

3. Cara mengonsumsi

Matcha memiliki variasi yang lebih banyak untuk dikonsumsi daripada green tea. Sebagai minuman, anda bisa menyeduh matcha dengan air panas, dibuat menjadi latte, atau dicampurkan bersama susu putih cair. Sedangkan untuk makanan, matcha bisa dicampurkan ke adonan kue, pudding, dan juga es krim.

Sementara itu, green tea hanya bisa dinikmati sebagai minuman saja. Daun green tea diseduh dengan air panas di dalam sebuah teko, kemudian dibiarkan sekitar 3-4 menit supaya teh larut bersama air. Setelah itu, green tea dituang ke dalam cangkir dengan cara disaring, agar daun teh tidak ikut tertuang. Untuk mendapatkan kenikmatan green tea secara maksimal, minum secara tawar, tanpa tambahan gula, madu, atau pemanis lainnya.

Baca juga: 4 Cara yang Harus Diperhatikan Saat Menyeduh Teh Supaya Enak

Menurut beberapa penelitian, mengonsumsi matcha sama dengan mengonsumi 3 cangkir green tea. Anda bisa mendapatkan manfaat antioksidan yang lebih banyak. Tapi, semua kembali lagi ke selera anda. Lebih suka citarasa matcha atau green tea?

Apa Bedanya? Matcha vs Green Tea
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)