Penulis: Tia | Editor: Ria

Bisa dibilang, saya tidak terlalu gemar menyantap sayur. Tapi, untuk sayur asem itu lain cerita. Perpaduan rasa asam, segar, dan gurihnya berhasil membuat saya semangat menyantapnya. Karena tinggal di Jakarta, pastinya saya lebih akrab dengan rasa sayur asem khas Jakarta dong. Biasanya, saya menyantap sayur asem Jakarta ini dengan nasi pulen dan lele goreng. Duh, nikmat sekali.

Sayur asem khas Jakarta memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan sayur asem khas daerah lain. Mulai dari isiannya, bumbu yang digunakan, hingga rasanya yang lebih kaya. Kalau anda belum pernah dan ingin mencoba sayur asem khas Jakarta ini, bikin sendiri yuk di rumah dengan cara berikut.

Coba: Resep Sayur Asem Jakarta

1. Pepaya muda dan nangka muda sebagai isian khas

Kalau biasanya sayur asem menggunakan labu siam sebagai isian, sayur asem khas Jakarta berbeda. Sayur asem Jakarta menggunakan pepaya muda dan nangka muda untuk isian khasnya. Pepaya muda dan nangka muda dicuci serta dibersihkan dulu sampai getahnya hilang. Kemudian, keduanya dipotong dengan tebal sekitar 0,5 cm supaya cepat empuk dan matang.

Baca juga: Tips Memilih Mengolah Nangka Muda Agar Empuk dan Bebas Pahit

2. Haluskan seluruh bumbu dasar

Bumbu dasar dari sayur asem khas Jakarta ini adalah bawang merah, cabai merah keriting, kemiri, dan terasi. Bedanya dengan sayur asem lain, sayur asem Jakarta ini menggunakan kemiri yang menambah kelezatan dan aroma nikmat. Selain itu, bumbu dasar sayur asem Jakarta juga diulek hingga halus. Bukan hanya diiris tipis. Makanya, tidak heran kalau kuah sayur asem Jakarta agak lebih keruh dari sayur asem khas daerah lainnya.

Baca juga: Apa Bedanya? Pala vs Kemiri

3. Rebus air bersama bumbu halus dan kacang tanah

Untuk sekali masak sayur asem Jakarta, anda membutuhkan kira-kira 1,5 liter air. Rebus air ini dalam panci bersama bumbu halus dan kacang tanah yang sudah dikupas. Kacang tanah ini teksturnya keras. Jadi, harus direbus duluan supaya bisa empuk di waktu yang sama dengan sayur. Kemudian, tambahkan lengkuas yang dimemarkan dan daun salam ke dalam rebusan air. Rebus kuah hingga mendidih dan aromanya tercium.

Baca juga: 5 Cara Menyimpan Kacang Tanah Agar Lebih Awet

4. Tambahkan potongan daging atau tetelan sapi

Kalau ingin mendapatkan rasa kuah sayur asem yang gurih, anda bisa menambahkan potongan daging atau tetelan sapi ke dalam rebusan kuah. Daging dan tetelan ini dipotong dadu kecil-kecil ya supaya cepat empuk. Masukkan daging dan tetelan bersamaan dengan lengkuas dan daun salam. Dengan menambahkan potongan daging atau tetelan sapi, kuah sayur asem Jakarta buatan anda dijamin gurih dan lezat tiada duanya.

Baca juga: 3 Jenis Daging Sapi Bertekstur Paling Empuk

5. Masukkan semua sayur, kecuali daun melinjo

Selain pepaya muda dan nangka muda, ada beberapa sayur lain yang digunakan untuk isian sayur asem khas Jakarta. Mulai dari kacang panjang, jagung manis muda, dan daun melinjo. Kacang panjang dan jagung manis mudanya jangan lupa untuk dipotong-potong untuk mempercepat proses pematangan.

Setelah kuah mendidih, seluruh sayuran ini dimasukkan, kecuali daun melinjo. Masak sayuran tanpa perlu diaduk-aduk dan biarkan hingga matang serta empuk.

Baca juga: Tips Menyimpan dan Mengolah Jagung Manis

6. Tambahkan garam, gula, dan air asam jawa

PaPsti tidak mau dong kalau sayur asem buatan anda rasanya hambar? Untuk itu, jangan lupa tambahkan bumbu penting di setiap masakan, yakni garam dan gula. Tambahkan garam dan gula pasir secukupnya ke dalam kuah sayur asem. Aduk rata dan koreksi rasanya.

Selain garam dan gula, yang namanya sayur asem, pasti harus memiliki rasa asam. Nah, rasa asam pada sayur asem khas Jakarta ini didapatkan dari air asam jawa. Ambil ½ sdm pasta asam jawa, kemudian larutkan dengan 100 ml air hangat. Setelah itu, tuangkan ke dalam kuah dan aduk hingga tercampur rata.

Baca juga: 6 Tips Agar Bumbu dan Rempah Lebih Keluar Rasa serta Aromanya

7. Masukkan daun melinjo terakhir kali saat semua sayur sudah matang

Kalau semua bumbu sudah dimasukkan, saatnya mengecek kematangan sayur, terutama pepaya muda dan nangka muda. Cara mengeceknya, anda bisa menggunakan bantuan garpu. Jika garpu dapat ditusukkan dengan mudah, maka artinya sayuran sudah cukup matang dan daun melinjo bisa dimasukkan.

Daun melinjo ini memiliki tekstur yang tipis. Jadi,  cukup dimasak sebentar saja. Setelah daun melinjo dimasukkan, aduk-aduk sayur asem sekitar 1 menit. Kemudian, langsung matikan api dan sayur asem pun siap dihidangkan.

Baca juga: Mengenal, Memilih, Mengolah Biji dan Daun Melinjo

Sayur asem Jakarta yang masih hangat ini nikmat sekali disantap dengan nasi dan berbagai lauk. Apalagi lauknya yang serba goreng seperti ayam, ikan asin, dan tahu kuning. Wah, bisa nambah terus, deh!