Penulis: Tia | Editor: Ria

Kalau mendengar kata essential oil, pikiran saya pasti langsung tertuju pada minyak aromaterapi. Apakah anda juga begitu? Saya tidak pernah terpikir kalau ternyata ada essential oil yang bisa digunakan untuk makanan.

Saat ini, sudah ada beberapa essential oil yang mengantongi label food grade. Jadi, aman untuk dicampur ke dalam makanan sebagai penambah aroma dan memperkuat rasa. Tapi, sebenarnya apa sih essential oil itu?

1. Mengenal food grade essential oil

Essential oil merupakan minyak nabati berwujud cairan kental hasil distilasi yang mudah menguap sehingga memberikan aroma khas. Pada umumnya, essential oil ini digunakan untuk campuran minyak wangi atau untuk aromaterapi. Namun, beberapa essential oil ada yang telah lulus food grade dan bisa dipergunakan untuk campuran makanan.

Pada makanan, food grade essential oil ini digunakan untuk memberikan aroma yang kuat dan intens. Biasanya untuk permen, coklat, frosting, kue, dan es krim. Essential oil yang aman untuk makanan memiliki label food grade dari FDA.

Beberapa food grade essential oil yang cukup lazim digunakan adalah bergamot, jahe atau ginger, ketumbar atau cilantro, peppermint, jeruk, anggur, lemon, rosemary, dan oregano.

2. Cara mengetahui essential oil yang aman untuk makanan

Tidak semua essential oil bisa dicampurkan pada makanan. Rata-rata essential oil yang aman untuk dikonsumsi adalah yang murni, organik, didistilasi, dan berasal dari ekstrak tanaman yang juga aman dikonsumsi.  Namun, untuk mengetahui mana essential oil yang aman dikonsumsi, cara yang paling mudah adalah melihat labelnya. Apakah ada label “Food grade” atau “FDA approved” ? Kalau ada, berarti essential oil tersebut bisa dicampurkan ke dalam makanan.

Ada beberapa merk yang essential oil-nya lolos food grade, tetapi tetap tidak menyarankan untuk dikonsumsi. Maka dari itu, cara lain mengetahui yang aman atau tidak adalah memilih merk yang sudah terang-terangan menyatakan menjual food grade essential oil. Contoh merk yang sudah menyatakan menjual food grade essential oil adalah LorAnn Oils dan Nares Oils.

3. Fungsi essential oil pada makanan

Food grade essential oil sering difungsikan pada makanan sebagai:

Menggantikan parutan kulit jeruk untuk aroma

Aroma jeruk pada makanan biasa didapat dari parutan kulit jeruk atau orange zest. Nah, penggunaan parutan kulit ini bisa digantikan dengan essential oil jenis orange, lemon, atau tangerine.

Menambahkan rasa dan aroma rempah pada masakan gurih

Tumisan, kari, atau gulai merupakan makanan yang memiliki aroma dan rasa rempah yang sangat kuat. Jika, kuatnya rasa dan aroma ini belum didapatkan dengan sempurna, anda bisa menambahkan essential oil jenis ketumbar, jahe, rosemary, atau oregano.

Memperkuat rasa dan aroma pada kue, permen, dan es krim

Kue, permen, dan es krim memiliki rasa serta aroma yang bervariasi untuk menarik perhatian pembeli. Essential dan flavoring oil sering ditambahkan untum memperkuat rasa dan aroma ini. Contohnya, jeruk, anggur, dan peppermint.

Memberikan aroma pada fondant kue dan coklat

Fondant dan coklat juga seringkali ditambahkan essential oil untuk membedakan jenis dan menambah aroma yang menarik, seperti lavender, bergamot, jeruk, dan peppermint.

4. Cara menggunakan essential oil untuk makanan

Food grade essential oil memiliki konsentrasi yang sangat kental. Jadi, anda cukup menggunakannya benar-benar sedikit saja. Untuk kue, permen, es krim, dan coklat, anda hanya perlu menggunakan essential oil maksimal ¼ sdt saja.

Sedangkan untuk aroma jeruk dan masakan gurih, anda malah harus menggunakan lebih sedikit lagi. Caranya, celupkan tusuk gigi ke essential oil, kemudian angkat dan celupkan tusuk gigi tersebut pada adonan atau masakan, lalu diaduk rata.

Penggunaan food grade essential oil ternyata cukup aman. Namun, benar-benar harus diperhatikan label dan takarannya agar tidak malah membahayakan tubuh. Jangan sampai, alih-alih ingin masakan harum dan nikmat, malah jadi sakit. Tidak mau, kan?