Penulis: Selly.J | Editor: Ria

Sekarang ini banyak alat yang bisa membantu kita mengolah makanan. Salah satunya adalah blender sekaligus beserta penggiling kering (dry mill). Namun, pisau blender biasanya memiliki kemampuan terbatas. Makanya, blender lebih cocok digunakan pada buah atau bahan lainnya, yang juga harus ditambahkan air atau cairan lain agar blender bisa berputar maksimal.

Sementara itu, di luar negeri, alat pengolah makanan yang lebih familiar ialah food processor. Alat ini dapat digunakan untuk banyak hal. Mulai dari memotong bawang, menggiling daging, hingga menguleni adonan kue. Bisa dibilang, food processor lebih multifungsi dibandingkan blender. Ingin mengenal alat ini lebih dekat? Yuk lihat penjelasan di bawah ini.

1. Cara kerja

Berbeda dengan blender, food processor tidaklah membutuhkan air untuk mengolah makanan. Kita tinggal memasukkan bahan makanan ke dalam wadah food processor. Namun, pastikan bahan tersebut sudah siap diolah. Sebagai contoh, jika anda ingin menghaluskan bawang putih, pastikan bawang sudah dikupas. Sementara untuk cabai, tentu anda perlu membuang bagian batangnya. Setelah kedua bahan dimasukkan ke wadah food processor, kita tinggal menekan tombol on. Dan dalam waktu singkat, bawang putih dan cabai sudah menjadi halus.

Food processor dilengkapi dengan berbagai jenis pisau atau cakram. Contohnya seperti pisau pengaduk adonan, cakram pemotong kentang goreng, serta cakram pemotong sayur. Jadi, kita tinggal menyesuaikan jenis pisau dengan bahan makanan kita. Sebelum kita mengisi mangkuk food processor, pisau ini harus dipasang terlebih dahulu. Anda tidak perlu khawatir ketika memasang pisau atau cakram, karena sifatnya yang mudah untuk dibongkar-pasang. Sementara itu, food processor juga memungkinkan kita untuk mengatur kecepatan berputar/bekerja.

2. Jenis

Food processor manual

(Image: Amazon)

Tidak seperti food processor lainnya yang memerlukan tenaga listrik. Agar food processor manual bekerja, kita harus berulang kali menarik tuas di bagian atas atau samping bodinya. Karena manual, fungsi alat ini pun juga terbatas. Biasanya, food processor manual hanya berfungsi untuk mengiris dan memotong bahan makanan.

Food processor mini

(Image: Amazon)

Food processor mini memiliki kapasitas yang dapat menampung 1-4 gelas saja. Selain itu, fungsi alat ini juga terbatas. Seperti, hanya bisa digunakan untuk memotong, menghaluskan, serta mencampurkan bahan makanan. Makanya, jenis pisau/cakram yang dimiliki food processor mini juga sedikit. Jadi, kita tidak bisa menggunakannya untuk mengiris maupun memarut.

Food processor besar

(Image: Shutterstock)

Berbeda dari food processor mini, food processor besar bisa menampung hingga 8-12 gelas. Alat ini juga memiliki berbagai jenis perlengkapan. Mulai dari pisau, cakram, pengocok telur, hingga pemeras jeruk. Makanya, kita bisa mengolah berbagai jenis bahan makanan. Jadi, tidak hanya kacang dan bumbu dapur saja. Keju, daging, bahkan hingga bubur bayi bisa kita proses dengan alat ini.

Food processor dengan blender

(Image: Amazon)

Sebenarnya, food processor ini mirip seperti food processor besar. Selain kapasitasnya sama, perlengkapan yang dimiliki juga sama-sama bervariasi. Namun, food processor ini tidak hanya dilengkapi dengan wadah mangkuk saja. Ada juga gelas tinggi blender yang juga bisa digunakan pada mesin food processor. Jadi, jika ingin membuat jus, kita tinggal pilih gunakan gelas blender.

3. Kelebihan

Food processor dirancang sedemikian rupa untuk membantu kita. Berikut ini beberapa keuntungan yang dapat kita dapatkan dari food processor.

Multifungsi

Ada banyak hal yang bisa dilakukan food processor. Makanya, jenis bahan makanan yang bisa kita olah juga beragam. Mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, bawang, kacang, hingga daging bisa diproses dengan food processor. Food processor tidak hanya berfungsi menghaluskan makanan saja. Namun, bisa juga digunakan untuk mengiris, memotong, serta memarut. Bahkan, food processor juga bisa digunakan untuk mengocok telur, memeras jeruk, dan menguleni adonan kue.

Praktis

Menggunakan food processor benar-benar menghemat waktu kita. Soalnya, food processor bekerja dengan sangat cepat. Bayangkan saja, biasanya kita butuh beberapa menit untuk menghaluskan bawang putih. Namun berkat food processor, menghaluskan bawang dapat dilakukan hanya dalam beberapa detik.

Aman

Food processor dilengkapi dengan penutup di bagian atas. Jika tidak tertutup rapi, food processor tidak akan bekerja.

4. Kekurangan

Memang, food processor dapat melakukan banyak hal untuk kita. Tapi, tidak bisa dipungkiri, food processor juga memiliki beberapa kekurangan.

Tidak cocok untuk membuat cairan

Food processor memang dapat digunakan untuk menghancurkan sayur serta buah. Namun, jika anda hendak membuat jus, alat ini tidak bisa diandalkan. Soalnya, wadah food processor tidaklah sebesar blender. Membuat jus dengan food processor bisa menyebabkan jus atau cairan merembes ke bagian pisau dan ke dalam mesin.

Harganya cenderung tinggi

Karena dibuat dengan banyak fungsi, harga food processor cenderung mahal. Apalagi, food processor juga dilengkapi dengan berbagai perlengkapan. Seperti yang sudah dijelaskan, ada berbagai jenis pisau, cakram, serta alat lainnya. Semakin banyak perlengkapan food processor, semakin mahal juga harga yang dikenakan. Tidak heran jika ada food processor yang harganya mencapai jutaan rupiah.

Sulit dibersihkan

Seperti alat lainnya, tentu kita harus membersihkan food processor setelah digunakan. Namun, kita juga harus melepaskan bagian pisau atau cakramnya. Hal ini tentu merepotkan apabila kita sedang mengolah banyak makanan. Setiap menggunakan pisau, kita harus melepas dan membersihkannya. Selain itu, kita juga membutuhkan banyak alat untuk membersihkan food processor. Sebab, setiap komponennya harus dibersihkan dengan cara yang berbeda.

Berkat kemajuan teknologi, kini kita dapat menggunakan alat seperti food processor yang sangat bermanfaat dan mempermudah pekerjaan di dapur. Berniat mencobanya?