Penulis: Tia | Editor: Ria

Saat hari raya Idul Fitri, keluarga saya selalu membuat lontong sebagai pendamping opor ayam. Tapi, saya bingung. Kok bentuknya pipih dan rasanya gurih ya? Belakangan ini saya tahu, ternyata yang selama ini keluarga saya buat itu adalah buras, bukan lontong.

Lontong dan buras ini sama-sama dibuat dari beras serta dibungkus daun pisang. Lalu sebenarnya, apa saja sih yang membuat keduanya menjadi berbeda? ResepKoki punya penjelasannya nih khusus untuk anda.

1. Bentuk dan kenampakan

Image: id.wikipedia.org

Lontong dan buras sama-sama dibungkus oleh daun pisang. Namun, bentuknya berbeda satu sama lain. Lontong berbentuk seperti tabung panjang. Bentuk ini bisa didapat dengan menggulung daun pisang menggunakan tongkat kayu atau bisa juga menggunakan cetakan. Kedua ujung lontong dilipat berdiri dan disemat dengan potongan lidi yang runcing. Saat dibuka dari bungkusnya, lapisan luar lontong berwarna hijau dan bagian dalamnya berwarna putih.

Buras memiliki bentuk persegi panjang dan agak pipih. Mirip seperti kue nagasari. Biasanya, buras disajikan langsung 2 buah yang diikat dengan tali rafia. Ketika bungkus daun pisangnya dibuka, lapisan luar buras berwarna putih kehijauan dan bagian dalamnya berwarna putih.

Baca juga: Aneka Sayur Gurih Pendamping Ketupat & Lontong

2. Cara pembuatan

Dari segi pembuatan, lontong dan buras memiliki sedikit perbedaan pada pengolahan beras dan bumbu yang digunakan. Setelah dicuci bersih sekitar 5-6 kali, beras untuk lontong langsung dimasukkan ke dalam daun pisang yang sudah dicetak. Beras tidak boleh diisi penuh, melainkan cukup hingga setengahnya saja. Kemudian, ujung daun pisang disemat, lalu lontong direbus dalam posisi berdiri selama 4-5 jam.

Untuk membuat buras, beras yang sudah dicuci bersih perlu untuk dimasak ½ matang terlebih dulu. Bisa dengan dikukus atau diaron biasa. Setelah ½ matang, beras kemudian dimasak bersama santan hingga asat atau seluruh santan sudah terserap. Kemudian, tuangkan 2-3 sendok beras ke daun pisang, bungkus dan lipat kedua ujungnya ke arah dalam. Ikat dengan tali rafia per 2 buras, lalu rebus selama 3-4 jam.

Baca juga: 4 Variasi Makanan Olahan Beras (Nasi)

3. Tekstur dan citarasa

Karena cara pengolahan beras dan bumbu yang digunakan berbeda, maka tekstur serta rasa dari lontong dan buras juga memiliki perbedaan. Lontong memiliki tekstur yang lebih padat, tapi lembut saat disantap. Lontong memiliki citarasa yang tawar, sama seperti rasa nasi biasa.

Penggunaan beras yang sudah dimasak ½ matang membuat buras memiliki tekstur yang tidak terlalu padat. Saat disantap juga terasa lebih lembut dari lontong. Selain itu, penambahan santan juga membuat rasa buras menjadi gurih. Jadi, nikmat dimakan begitu saja bahkan tanpa lauk. Namun, karena berasal dari Makassar, buras tentu saja akan terasa semakin lezat saat disantap bersama coto Makassar, sop konro, dan pallubasa.

Baca juga: 9 Sajian Lezat Khas Nusantara Dengan Lontong

Itulah 3 perbedaan utama dari lontong dan buras. Mana yang lebih enak, kembali lagi ke selera anda masing-masing. Kalau suka yang rasanya tawar seperti nasi biasa, santaplah lontong. Tapi kalau suka dengan yang rasanya lebih gurih dan lembut, buras bisa jadi pilihan yang tepat.

Apa Bedanya? Lontong vs Buras
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)