(Image: Shutterstock)

Penulis: Selly.J | Editor: Ria

Membiasakan diri untuk hidup sehat bukanlah hal sulit. Misalnya saja seperti minum jus. Diluar sana, memang banyak produk jus dapat kita temui. Tapi, jus yang dibuat sendiri tentu lebih menyehatkan. Nah, jika ingin nutrisi jus tetap terjaga, jangan gunakan blender ya. Sebab blender hanya berfungsi menghancurkan/menghaluskan buah dan sayuran. Sementara juicer berfungsi untuk mengekstrak sari dari buah dan sayuran secara maksimal.

Itulah mengapa juicer selalu menghasilkan ampas ketika digunakan. Seperti blender, juicer juga terdiri dari beberapa jenis. Agar jenis juicer yang dipilih sesuai dengan kebutuhan, kenali dulu yuk aneka jenisnya berikut ini.

1. Manual Juicer

(Image: Amazon)

Tanpa disadari, sebenarnya juicer tidaklah harus selalu menggunakan listrik. Ada juga juicer manual yang hanya membutuhkan tenaga manusia atau manual. Contohnya seperti alat perasan jeruk maupun perasan lemon. Selain hemat energi, juicer yang satu ini juga sangat ekonomis. Ukurannya yang kecil juga membuat manual juicer mudah disimpan dan dibersihkan. Karena proses kerjanya tidak menghasilkan panas, nilai gizi dari buahpun dapat terjaga. Sayangnya, fungsi manual juicer hanya terbatas pada jeruk dan lemon saja.

2. Centrifugal Juicer

(Image: Amazon)

Centrifugal juicer sebenarnya merupakan juicer konvensional yang sering kita temui. Seperti namanya, juicer ini bekerja dengan cara berputar seperti blender. Di bagian dalamnya, terdapat kepingan pisau yang berputar dan menghancurkan buah maupun sayuran. Setelah itu, sari buah dan sayuran akan dipisahkan dari ampasnya. Centrifugal juicer sangat mudah digunakan. Kita cukup mengatur kecepatan sambil menekan tutup juicer.

Selain itu, juicer ini juga bekerja dengan cepat. Begitu kita menekan seluruh tutup juicer, sari buah dan sayuran langsung terekstrak. Sayangnya, centrifugal juicer mengeluarkan suara yang cukup berisik. Alat ini juga harus dibersihkan secara seksama. Karena bekerja dengan cepat, centrifugal juicer juga menghasilkan panas, yang dipercaya dapat menghilangkan kuantitas maupun kualitas zat gizi dari jus.

3. Masticating Juicer

(Image: Amazon)

Masticating juicer bekerja dengan ‘mengepres’ atau menekan buah dan sayuran kita. Dibandingkan centrifugal juicer, masticating juicer ini tidak menghasilkan panas sehingga kandungan gizinya akan tetap terjaga. Selain itu, juicer ini juga mudah dibersihkan. Kekurangan juicer jenis ini yaitu ukurannya yang cukup besar sehingga perlu tenaga ekstra untuk memindahkannya.

Ada 2 variasi untuk juicer tipe cold press ini, yaitu vertical auger juicer dan twin gear juicer. Seperti namanya, vertical auger juicer memiliki bentuk ramping dan tinggi dengan ‘corong’ di bagian atasnya. Corong ini digunakan untuk menampung buah dan sayuran yang akan diekstrak, sehingga kapasitasnya lebih besar. Khusus untuk sayuran berbentuk cabang-cabang seperti brokoli haruslah dipotong terlebih dulu sebelum dibuat jus.

Twin gear juicer punya kelebihan yaitu menggunakan dua roda penggiling yang saling terkait. Roda penggiling ini mampu mengekstrak buah dan sayuran bertekstur keras sekalipun. Selain itu, tipe juicer ini yang paling tidak bising diantara lainnya. Namun, ia bekerja cukup lambat dan sulit dibersihkan. Selain jus, juicer ini bisa digunakan untuk menghaluskan makanan dan membuat susu kacang.

Baca juga: Cold-Pressed Juice: Pengertian, Pembuatan, Kelebihan & Kekurangannya

Nah, setelah tahu jenis-jenisnya, tentu akan lebih mudah dong menentukan juicer mana yang sesuai. Selain kegunaan, pertimbangkan juga harga, kualitas, dan garansi yang diberikan yah. Be a smart buyer ladies!

3 Jenis Juicer Beserta Fungsi, Kelebihan & Kekurangannya
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)