Penulis: Tia | Editor: Ria

Saat masih berkuliah di Jogja, ayam geprek adalah salah satu makanan penyelamat saya. Kalau bingung mau makan apa, ayam geprek adalah pilihan yang tidak pernah salah. Harganya murah, rasanya enak dan yang pasti, nasinya bisa ambil sepuasnya.

Sekembalinya ke Jakarta, saya sering kangen dengan menu langganan anak kos Jogja ini. Jadi, saya pun belajar membuatnya sendiri di rumah. Kalau anda juga sama seperti saya, sering ngidam ingin makan ayam geprek Jogja, tips di bawah ini mungkin bisa membantu anda untuk memasak ayam geprek Jogja yang njogja banget.

1. Bumbui ayam terlebih dahulu

Ayam geprek tidak cuma sekadar pedas saja, lho. Ayam goreng yang jadi bahan utama juga harus diperhatikan rasanya. Supaya terasa gurih, bumbui ayam terlebih dahulu dengan garam, bawang putih bubuk, dan merica, kemudian pijat-pijat perlahan dan marinasi selama 15-30 menit. Jika ingin daging ayam terasa sedikit pedas, anda bisa tambahkan cabai bubuk sesuai selera.

2. Gunakan dua adonan tepung: basah dan kering

Penasaran kenapa tepung ayam geprek di kedai-kedai itu bisa keriting sempurna? Jawabannya adalah mereka menggunakan 2 jenis adonan tepung, yaitu yang basah dan kering. Setelah dibumbui, daging ayam dicelupkan ke dalam adonan tepung basah terlebih dahulu, baru kemudian digulingkan di adonan tepung kering. Cara ini berfungsi untuk membuat tepung menempel dengan baik, sehingga saat digoreng tidak lepas ke mana-mana.

3. Goreng ayam dengan metode deep fry dan api kecil

Nah, agar ayam goreng menjadi benar-benar krispi, gunakan minyak dalam jumlah yang cukup banyak. Karena, ayam harus digoreng dengan metode deep fry. Pastikan saat digoreng, minyak sudah panas dan ayam terendam dengan sempurna oleh minyak. Gunakan api yang kecil saja supaya ayam bisa matang dengan merata dan tepung berwarna kuning keemasan. Sedikit tips, jangan menggoreng langsung dalam jumlah yang banyak ya. Kalau tidak, nanti ayam goreng tidak merata krispinya.

Baca juga: 6 Tips Membuat Masakan Goreng Balut Tepung Agar Lebih Krispi

4. Hanya gunakan cabai rawit merah yang segar

Untuk sambalnya, pastikan anda hanya menggunakan cabai rawit merah yang segar. Bisa dilihat dari bentuknya yang masih kokoh dan warnanya terang. Selain itu, sebisa mungkin jangan mencampur cabai untuk sambal ayam geprek ini dengan jenis lain ya, seperti cabai rawit hijau. Karena akan membuat rasanya saling tercampur dan warnanya kurang cantik.

Baca juga: 6 Cara Memilih dan Menyimpan Cabai yang Baik

5. Bawang putih maksimal 1 siung saja per porsi

Bawang putih adalah bumbu penting kedua setelah cabai. Walaupun penting, tapi anda jangan banyak-banyak menggunakannya ya. Cukup 1 siung saja maksimal per porsinya. Kalau terlalu banyak, nanti rasa bawang putihnya akan terlalu strong dan merusak keseluruhan rasa.

6. Tambahkan sedikit minyak bekas goreng ayam pada sambal

Tips yang satu ini akan bikin sambal ayam geprek buatan anda menjadi lebih gurih. Setelah cabai dan bawang diulek kasar, tambahkan 1 sendok teh minyak bekas menggoreng ayam. Kemudian, ulek lagi sambal hingga halus.

Minyak bekas menggoreng ini mengandung juice yang keluar dari daging ayam selama proses penggorengan, sehingga akan memberikan rasa gurih. Anda tidak perlu lagi deh menambahkan bumbu penyedap rasa ke dalam sambal.

7. Tambahkan tomat dan terasi jika anda ingin rasa yang segar

Yang terakhir ini merupakan tips opsional; bisa anda praktikkan kalau memang sesuai dengan selera. Saya pribadi merupakan penggemar ayam geprek Jogja dengan tomat dan terasi. Jadi, saat memasak ayam geprek Jogja, saya selalu menambahkan 3 iris tomat segar dan ½ sendok teh terasi matang ke dalam tiap porsi sambalnya. Rasanya jadi sangat segar dan gurih. Cocok sekali dengan ayam goreng tepung gepreknya.

Coba: Resep Ayam Geprek Jogja

 

Memasak ayam geprek Jogja ternyata mudah kan? Hanya goreng ayam, ulek sambal, kemudian geprek ayamnya. Asal pengolahannya dilakukan dengan tepat, setiap santapnya pasti akan membuat anda serasa lagi di Jogja deh. Sama nikmatnya dengan yang asli, sih.