Penulis: Tia | Editor: Ria

Jenis kudapan di Indonesia sudah tidak terhitung sekali jumlahnya. Mulai dari yang umum hingga yang khas. Saking kayanya, banyak sekali kudapan yang bentuknya mirip satu sama lain. Seperti pastel dan panada ini contohnya. Dua kudapan ini sama-sama berbentuk setengah lingkaran dengan lipatan-lipatan kecil di bagian atasnya. Sekilas, keduanya ini memang mirip sekali. Jadi, tidak heran kalau banyak yang tertukar.

Namun, sebenarnya pastel dan panada ini adalah 2 jenis kudapan yang berbeda lho. Baik dari tekstur, isian, rasa, hingga rasa. Bagaimana perbedaannya? Yuk, cek penjabarannya di bawah ini.

1. Penampakan dan tekstur kulit

Perbedaan mendasar antara pastel dan panada ada pada kulitnya. Kulit pastel sebenarnya berjenis pastry, cukup tipis dan memiliki sedikit rongga di dalamnya. Sedangkan panada, kulitnya lebih mendekati adonan roti, sehingga lebih tebal dan empuk saat dipegang.

Penampakan keduanya sangatlah mirip. Tapi kalau diperhatikan lagi, panada memiliki permukaan kulit yang lebih halus dari pastel dan berwarna lebih cokelat. Selain itu, kulit pastel setelah digoreng akan memiliki gelembung-gelembung kecil karena adonannya yang berongga.

Saat digigit, pastel memiliki tekstur yang renyah. Namun, jika sudah dingin, teksturnya akan berubah jadi sedikit alot. Berbeda dengan pastel, saat anda gigit, panada memiliki tekstur yang lembut seperti donat. Dan kalau sudah dingin pun, tekstur lembutnya ini tidak terlalu memiliki perubahan yang berarti.

2. Variasi isian

Image: alchetron.com

Isi dari pastel dan panada ini sangat berbeda. Pastel sering anda temukan di pasar atau toko kue biasanya diisi dengan daging ayam suwir atau giling, bihun, dan wortel. Ketiga bahan ini ditumis bersama dengan bawang bombay sehingga memiliki citarasa gurih dan harum.

Untuk panada, karena berasal dari Manado, isian originalnya adalah tumis suwiran daging ikan cakalang. Ikan cakalang ini khas sekali lho dari Manado. Namun, saat ini sudah banyak modifikasi untuk isiannya, terutama yang homemade. Mulai dari abon sapi, abon tuna, hingga pampis ikan tongkol.

Coba: Resep Pastel Isi Ayam

3. Citarasa

Baik pastel maupun panada memiliki citarasa dasar yang gurih. Rasa gurih ini dikarenakan isian keduanya yang berupa tumisan. Namun, panada memiliki rasa yang pedas karena biasanya suwiran ikan cakalang ini ditumis dengan tambahan cabai merah. Rasa pedasnya cukup kuat, seperti sajian khas Manado pada umumnya. Kulit panada yang menyerupai roti juga memberikan tambahan rasa manis, sehingga keseluruhan rasa panada saat disantap adalah manis-pedas-gurih.

Untuk pastel, keseluruhan rasanya benar-benar didominasi oleh rasa gurih. Kulitnya gurih, isiannya pun gurih. Tidak ada rasa pedas atau manis yang kentara muncul.

4. Cara menyantap

Tidak hanya berbeda tekstur dan rasa, pastel dan panda juga memiliki cara santapnya masing-masing. Pastel, seperti snack gorengan lainnya, memang lebih pas disantap dengan cabai rawit hijau utuh. Satu gigit pastel, satu gigit cabai rawit. Hmm, nikmat sekali ya.

Di sisi lain, panada sudah memiliki rasa manis, pedas, dan gurih dari isian dan kulitnya. Maka lebih nikmat jika dimakan begitu saja tanpa saus, cabai, atau kecap.

 

Nah, sekarang anda sudah tahu bedanya kan? Jadi kalau pergi ke pasar, sudah tidak akan tertukar lagi deh membelinya. Oh iya, pastel dan panada ini juga cocok sekali lho dijadikan snack untuk arisan. Dihidangkan bersama 8 variasi snack arisan lainnya, pasti tamu-tamu pulang dengan senang dan kenyang.