Penulis: Manggarayu

Bukan rahasia jika beras menjadi komoditi besar di Indonesia. Tak hanya nasi hangat untuk santapan harian, beras juga diolah jadi tepung dengan tekstur halus dan licin. Salah satu tepung beras yang banyak dipakai di Indonesia adalah Tepung Beras Rose Brand (lihat di Lazada). Kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Pasti akan membuat kue dan makanan anda terasa lebih lezat.

(Image: Lazada)

Nah, kudapan dan jajanan pasar kita banyak diolah dari tepung ini, lho. Kue-kue ini punya rasa manis dan kelembutan yang khas. Selain itu, bubur-bubur cemilan yang biasa disantap untuk takjil Ramadhan pun pakai tepung beras. Intinya, tepung beras lebih banyak diolah menjadi santapan manis dalam porsi kecil. Daripada stok tepung beras menganggur di rumah, coba buat jadi panganan kecil berikut yuk!

1. Nagasari

Kue basah ini mudah ditemukan di pasar tradisional. Kenampakannya dibungkus daun pisang sementara kuenya berwarna putih dan bertekstur kenyal. Nagasari dibuat dengan campuran tepung beras, santan, dan gula. Kue ini semakin khas dengan potongan pisang yang jadi isian adonan tersebut. Nagasari biasa disajikan saat arisan atau acara keluarga. Tak hanya putih, nagasari juga bisa diberi warna lain seperti merah, biru, dan hijau. Menarik, ya?

2. Talam

Image: nova.grid.id

Talam adalah jenis kue yang bisa dibuat dengan berbagai bahan. Ada talam singkong, ebi, abon, ubi, labu, hingga jagung dengan citarasa beragam. Karena banyaknya inovasi, tak ada yang mengklaim asal kue ini. Talam memang tersebar luas di Indonesia dengan berbagai nama misalnya gandos (Jambi).

Pada dasarnya, talam dibuat dengan tepung beras, tapioka/sagu, santan, dan gula. Selanjutnya, adonan tersebut dicampur dengan bahan utama yang sudah dihaluskan seperti ubi, labu, singkong, dan pisang. Tuang adonan dalam cetakan cucing dan kukus hingga matang.

3. Putu Ayu

Putu ayu lembut

Seperti namanya, kue ini memang terlihat ayu alias cantik. Perpaduan rasa gurih dan manis menyatu di mulut sejak gigitan pertama. Putu ayu identik dengan warna hijau dan taburan kelapa parut. Dengan bentuknya yang unik, putu ayu sering disajikan dalam acara adat dan hajatan. Putu ayu merupakan perpaduan tepung beras, gula, telur, santan, dan sari daun pandan-suji. Kue ini terasa lembut dan agak lembab karena diproses kukus.

Versi lain dari kue ini adalah putu bambu. Bedanya, bahan putu bambu lebih sederhana yakni tepung beras, air hangat, garam, gula merah, dan parutan kelapa. Nantinya, campuran bahan tersebut dituang dalam cetakan bambu dan dikukus hingga padat.

4. Putu Mayang

Image: womantalk.com

Berbeda dengan putu ayu, putu mayang memiliki kenampakan seperti mie dengan siraman kinca (saus gula merah). Jajanan pasar ini semakin cantik dengan warna yang beragam seperti putih, merah muda, dan hijau.

Putu mayang berasal dari Betawi. Pembuatannya mencampurkan tepung beras, sagu/tapioka, santan, dan gula. Adonan tersebut nantinya direbus hingga kental dan halus. Selanjutnya, adonan dicetak jadi gumpalan mie dan disiram saus kinca yang manis-legit.

5. Kue Lapis

Siapa yang tak kenal kue lapis? Jajanan pasar ini populer sebagai kudapan arisan atau acara khusus. Kue ini punya tampilan yang menarik dengan lapisan berbeda warna. Tapi beda dengan lapis legit, lapis beras punya warna yang lebih transparan dan tekstur kenyal.

Kue ini dibuat dengan campuran tepung beras, sagu/tapioka, gula, garam, dan santan. Semua bahan ini dicampur jadi satu dan dikukus dalam panci dandang. Agar membentuk lapisan, tiap lapis dikukus satu per satu. Misalnya lapisan berwarna putih terlebih dahulu, lalu selanjutnya lapisan coklat. Begitu seterusnya hinggat set dan jadi tumpukan yang terdiri dari 2-3 jenis warna lapisan.

6. Kue Cucur

Image: @fridajoincoffee

Kue satu ini cukup legendaris di pasaran. Sebetulnya, kue cucur banyak dijajakan di berbagai kawasan Asia Tenggara. Namun di Indonesia, kue basah ini sering dijadikan cemilan dalam upacara adat. Keunikan bentuk dan rasa inilah yang membuat kue cucur punya makna sendiri bagi masyarakat kita. Kue ini punya pinggiran yang bergelombang, sedangkan tengahnya menggembung seperti gunung. Rasanya legit, basah, dan khas karena ada sensasi liat dan lumer yang menyatu jadi satu.

Kue cucur terdiri dari santan, gula merah, tepung beras, tapioka, dan bahan pengembang. Semua bahan tersebut dicampur jadi adonan dan digoreng hingga mekar. Selama digoreng, kue cucur perlu ditusuk bagian tengahnya agar membentuk “gunung”.

7. Apem

apem panggang gurih

Kue yang mirip serabi Bandung ini berukuran lebih tebal dan lebih empuk. Pada dasarnya, apem adalah kue khas Arab yakni appam. Makna appam ini kemudian disadur dari kata “afuan” yang berarti ampunan. Oleh karenanya, kue apem banyak dijajakan selama bulan suci Ramadhan.

Adonan apem jauh lebih kental dari serabi. Dibuat dengan campuran tepung beras, telur, gula, tapai, ragi, dan santan, adonan apem perlu disimpan semalaman agar mengembang dan berpori saat dipanggang. Rasanya khas dengan aroma wangi dari perpaduan ragi dan tapai.

8. Carabikang

Siapa yang tak terpesona kue berbentuk unik ini? Carabikang punya bentuk mekar dan berwarna-warni. Kue jadul ini sering hadir di acara hajatan atau menemani teh hangat saat gerimis hujan. Meskipun berserat, kue ini tidak sama dengan bika ambon. Carabikang dibuat dengan tepung beras, terigu, gula, telur, dan santan. Jika ingin lebih kenyal dan agak set, tambahkan tepung tapioka dengan menyesuaikan takaran tepung lain. Panggang dalam cetakan bulat panas dan sajikan selagi hangat. Rasa manis dan lembutnya tekstur dijamin bikin ketagihan!

9. Pancong

Image: dapurmamih.com

Kue pancong pernah naik daun di Indonesia. Dengan tekstur lembut dan taburan beraneka topping, pancong sanggup merebut hati kaum milenial. Awalnya, kue ini adalah jajanan khas Betawi yang sederhana. Bentuknya setengah lingkaran dengan tekstur padat tapi lembut di lidah. Saat matang, pancong klasik hanya ditaburi parutan kelapa dan gula pasir. Namun, perpaduan rasa gurih dan manis khas inilah yang bikin kangen!

Pancong dibuat dengan mencampurkan tepung beras, santan, garam, gula, dan kelapa parut. Pembuatannya memakai cetakan khusus yang mirip kue pukis. Kue ini paling nikmat disajikan hangat dengan secangkir teh. Slurp!

Kue apa yang belum pernah anda coba? Yuk, segera serbu pasar tradisional sebelum jajanan pasar di atas hilang dari peredaran. Selain dari tepung beras, jajanan pasar khas nusantara juga banyak dibuat dari tepung ketan, lho. Berikut contohnya.