Penulis: Manggarayu

Apa yang anda bayangkan pertama kali soal pindang? Olahan ikan atau sajian berkuah gurih? Istilah pindang di Indonesia memang cukup rancu jika masuk dunia kuliner. Menurut KBBI, pindang sendiri memiliki arti ikan yang diawetkan dengan proses rebus/asap dan penggaraman. Di sisi lain, beberapa daerah Indonesia memiliki masakan pindang berupa sajian berkuah dengan rasa asam-gurih yang segar.

Pindang berasal dari bahasa Melayu. Tak ada definisi yang jelas mengenai kata tersebut. Tapi pada intinya, pindang adalah proses pemasakan bahan makanan supaya tahan lebih lama, entah itu dimasak dengan bahan asin atau asam. Pindang serani contohnya, yang dimasak dengan kuah bumbu asam dan bisa tahan lebih lama sebagai lauk. Selain itu, ada berbagai sajian lain dengan kata “pindang” di Indonesia. Penasaran? Simak terus yang satu ini!

1. Pindang Ikan

pindang ikan patin

Nah, dua hal inilah yang paling sering dikaitkan satu sama lain. Bahan pindang yang paling sering dibuat adalah ikan. Maklum, Indonesia termasuk negara yang kaya akan hasil lautnya. Pindang ikan memiliki beragam jenis seperti pindang bandeng khas Betawi, pindang serani khas Jepara, dan pindang merajat khas Palembang/Lampung.

Sekilas, pindang ikan di atas dimasak dengan kuah bumbu kuning saja. Namun ketika dicicipi, ada bumbu khas daerah yang dipakai di sana. Pindang Sumatera rasanya cenderung pedas, gurih, dan asam, sedangkan pindang Jawa asam-gurih menyegarkan. Pindang ala Betawi pun berbeda karena rasanya manis, gurih, dan asam. Dimana rasa manis tersebut karena penggunaan kecap manis. Selain itu, penggunaan ikan juga disesuaikan dengan daerah masing-masing. Ikan patin adalah jenis ikan yang paling sering dipindang.

Cara membuatnya pun sederhana. Kucuri ikan dengan jeruk nipis dan garam agar amisnya hilang. Selanjutnya, tumis semua bumbu, baik yang halus maupun yang hanya digeprek/dicincang, hingga harum. Masukkan ikan dan air, lalu masak hingga asat dan matang. Selain ikan, ada beberapa bahan lain yang ditambahkan seperti potongan tomat, nanas, dan irisan cabai.

Coba resep: Pindang Patin

2. Pindang Daging

Pindang daging kudus lezat

Selain ikan, bahan lain yang bisa dimasak pindang adalah daging. Di Kudus misalnya, ada sajian khas berupa pindang daging yang gurih. Kenampakan dan rasanya mirip rawon, hanya saja pindang daging ini memakai santan. Bayangkan jika setelah matang, pindang daging ini langsung disiram di atas nasi dan ditaburi bawang goreng. Wah, pastinya terlihat menggiurkan!

Pindang ini biasa dibuat dengan daging sandung lamur. Selain untuk membuat kaldu, daging yang sejatinya alot ini akan terasa lebih empuk saat dimasak bersama bumbu. Bumbu dasarnya adalah bumbu putih yang ditambahkan kluwek, daun jeruk, serai, lengkuas, jahe, dan air asam jawa. Daun melinjo juga jadi bahan andalan dalam hidangan ini. Oh ya, sajikan pindang ini bersama tempe goreng, perkedel, dan telur pindang ya!

Coba resep: Pindang Daging Kudus

3. Pindang Tulang Iga

Pindang tulang pedas

Eits, yang ini bukan sembarang tulang lho. Tulang yang digunakan untuk pindang adalah tulang iga sapi atau kambing. Cara masaknya mirip dengan sop iga, tapi pindang tulang terasa lebih bercitarasa dan segar. Pindang ini terkenal di Palembang dengan nama pindang pegagan. Rasa kuahnya yang asam-pedas membuat kita makin semangat menyantapnya.

Sebelum dimasak dengan bumbu, iga direbus terlebih dulu. Psst, air rebusannya bisa dijadikan kaldu pindang lho. Setelah itu, masukkan iga, bumbu halus, dan bumbu tambahan lain seperti daun salam, lengkuas, jahe, dan serai dalam air kaldu. Masukkan juga bumbu perasa dan air asam jawa. Masak hingga mendidih dan matang. Tambahkan daun kemangi agar semakin sedap!

Coba resep: Pindang Tulang Iga

4. Pindang Balado

Pindang tongkol balado pedas

Kalau sejak tadi kita memasak dengan bahan segar, entah ikan, daging, atau tulang, sekarang kita pakai ikan pindangnya. Balado adalah bumbu pedas yang cocok dengan beraneka bahan, tak terkecuali ikan pindang. Anda bisa pakai pindang tongkol, kembung, tuna, cakalang, dan jenis ikan pindang lain sesuai selera.

Masaknya pun sederhana, yakni tumis bumbu halus merah hingga harum. Masukkan bumbu tambahan seperti serai, daun jeruk/daun salam, jahe, dan ikan pindangnya. Aduk rata dan masak hingga bumbunya meresap sempurna.

Coba resep: Pindang Tongkol Balado

5. Telur Pindang

Telur pindang bumbu

Jika aneka menu di atas adalah sajian lauk utama, telur pindang ini seringnya jadi lauk pendamping. Entah pada gudeg, nasi kuning, hingga pindang daging, rasa telur pindang yang cenderung manis dan khas ini terasa cocok dengan sajian tersebut.

Telur pindang memiliki kenampakan yang beda dengan telur pada umumnya. Permukaan kulitnya berwarna coklat dan ketika dikupas, putih telur akan terlihat bercorak seperti marmer. Selain itu, teksturnya memang lebih keras dari telur rebus biasa yang lembut. Telur pindang ini terinpirasi dari kudapan asal Cina, yaitu telur teh atau telur marmer. Di negeri asalnya, telur teh dibuat dengan rebusan teh cina hitam dan aneka rempah. Kudapan ini juga terkenal di negara lain seperti Malaysia dan Taiwan. Sedang di Indonesia, mayoritas orang lebih sering menggunakan banyak rempah terutama daun jati, daun jambu biji, atau kulit bawang merah.

Rebus telur hingga cukup matang. Retakkan sedikit cangkangnya, lalu rebus lagi dengan air baru dan aneka rempah. Anda juga bisa pakai teh hitam sebagai bahan rebusannya. Masak dengan api kecil selama 1,5-2 jam. Tiriskan dan biarkan dingin terlebih dulu sebelum dikupas.

Coba resep: Telur Pindang

Hmm, banyak juga jenis pindangnya ya. Mana yang paling sering anda santap?