Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Siapa yang tak suka nasi goreng? Hidangan nasi ini memang selalu pas disantap kapanpun, terutama saat malam hari. Penggemar nasi goreng gerobak tektek pastinya tak asing dengan bumbu stok yang disiapkan oleh abang penjual. Bumbu stok nasi goreng ini berupa bumbu halus yang bisa langsung ditumis dan dicampur dengan nasi. Dan ternyata, bumbu stok yang jadi rahasia kelezatan nasi goreng gerobak adalah bumbu halus putih, lho.

Bumbu halus putih adalah jenis bumbu halus yang terasa gurih dan berwarna putih. Bahan pembuatannya terdiri dari kemiri, bawang putih, bawang merah, ketumbar, dan merica. Warna putih ini sebetulnya berasal dari kemiri dan takaran bawang putih yang lebih banyak. Namun ketika dimasak, hasil akhir sajiannya belum tentu berwarna putih, lho. Selain nasi goreng, simak daftar hidangannya berikut ini!

1. Sayur Lodeh

Lodeh terong sedap

Sayur bersantan ini memang punya kuah berwarna putih. Selain dari santan, sayur lodeh juga memakai bumbu halus putih sehingga warna kuahnya tidak berubah. Tak perlu ditumis, bumbu halus putih bisa langsung dimasukkan dalam santan yang dipanaskan. Setelah itu, masukkan bahan sayur lodeh seperti potongan jagung manis, melinjo, labu siam, kacang panjang, hingga irisan cabai untuk menambah citarasa. Sayur ini gurih dan segar, serta cocok dipadukan dengan lauk gorengan.

Coba resep: Sayur Lodeh Terong

2. Sayur Bobor

Bobor bayam enak

Sama seperti lodeh, sayur bobor juga memakai santan sehingga kuahnya berwarna putih. Agar tak merubah warnanya yang cantik, santan tersebut ditambahkan bumbu halus putih yang gurih. Nah, setelah bumbu halus dimasukkan dalam santan lalu dimasak hingga mendidih, anda bisa memasukkan sayur daun seperti bayam, kangkung, daun singkong, lembayung, hingga sawi. Tambahan potongan labu siam dan irisan cabai agar semakin sedap dan segar!

3. Semur

Semur ayam manis pekat

Nah, tak semua hidangan yang dibuat dengan bumbu dasar putih pasti warnanya putih, nih. Semur adalah salah satu contohnya. Warna gelap kuah semur didapat dari kecap manis, tapi bumbu dasarnya adalah bumbu halus putih dengan tambahan rempah khas seperti cengkeh, bunga lawang, kapulaga, lada, dan sebagainya. Selain daging sapi, semur juga bisa dibuat dengan ayam, jeroan, telur rebus, tahu, tempe, hingga jengkol. Bahkan, ada juga inovasi semur bola yang dibuat dengan bola daging isi telur puyuh.

Coba resep:

4. Rawon

Tak jauh beda dengan semur, rawon juga memiliki kuah berwarna gelap meskipun pakai bumbu dasar putih. Tapi, bukan kecap manis yang membuatnya jadi gelap, melainkan kluwak. Bahan ini nantinya dihaluskan bersama bumbu dasar putih, lalu di tumis hingga harum sebelum dicampurkan dengan daging (atau bahan lainnya) dan air. Masak rawon hingga dagingnya empuk, kuahnya sedikit berkurang, dan bumbunya meresap sempurna. Sajikan bersama telur asin, taburan tauge, bawang goreng, dan sambal terasi. Mantap!

5. Gadon Daging

Gadon daging lembut

Dalam bahasa Jawa, gadon sebenarnya berarti “kudapan”. Namun, nampaknya sajian gurih-legit ini lebih nikmat disantap dengan sepiring nasi hangat. Gadon sendiri agak mirip pepes karena perlu dibungkus daun pisang dan dimasak kukus. Teksturnya lembut dan kenampakannya berwarna putih karena santan dan bumbu dasar putih. Prosesnya juga mudah, yakni campur daging dengan bumbu, santan, gula merah, telur, dan bahan tambahan lain seperti daun jeruk, garam, dan irisan cabai jika ingin pedas. Bungkus dalam daun pisang, kukus, dan sajikan selagi hangat.

6. Terik

Ups, ini tak ada hubungannya dengan sinar mentari, ya. Terik yang satu ini adalah hidangan khas Jawa yang cara memasaknya mirip kalio Minang. Bedanya, terik memakai bumbu dasar putih dan bahan-bahan sederhana seperti daging, tempe, tahu, dan telur rebus. Selain itu, terik juga terasa gurih-legit karena ada campuran gula Jawa. Jadi, rebus daging terlebih dulu hingga teksturnya empuk dan menghasilkan kaldu. Selanjutnya, tumis bumbu halus dan bumbu tambahan lain hingga harum, lalu masukkan daging, bahan lain, serta santan. Masak hingga asat dan kuahnya mengental, dan sajikan dengan nasi hangat!

7. Opor Putih

opor ayam

Hidangan yang tak pernah absen saat Lebaran ini juga bisa dibuat dengan bumbu dasar putih. Meskipun ada opor kuning, opor putih ini juga tak kalah gurih dan nikmat. Tumis bumbu putih dengan daun jeruk, lengkuas, dan serai yang sudah digeprek hingga harum. Masukkan ayam dan oseng sebentar hingga berubah warna, kemudian tuang santan. Masak opor hingga santannya mengental dan asat. Opor putih biasanya memakai ayam atau telur rebus, tapi anda bisa tambahkan dengan tahu dan ati-ampela. Jangan lupa sajikan dengan potongan ketupat plus sambal goreng, ya!

8. Gudeg

gudeg asli komplit

Hidangan ikonik dari Jogja ini juga pakai bumbu dasar putih, lho. Dalam membuat gudeg, bumbu halus putih nantinya dimasak dengan nangka yang sudah direbus dan santan segar. Selanjutnya, gudeg ini dimasak secara slow-cooking dan lebih enak dinikmati keesokan harinya. Sedangkan untuk opor, langkahnya sama dengan penjelasan opor di atas.

Selain opor, gudeg juga disajikan dengan sambal krecek dan baceman. Kalau pesan di rumah makan Jogja, anda bisa makan di tempat atau dibungkus sebagai oleh-oleh. Ada penjual gudeg yang hanya menggunakan wadah bungkus unik lho, yakni besek atau wadah anyaman bambu.

9. Mie Godog Jawa

Terakhir, ada mie godog ala Jawa yang hangat, berkuah, dan nikmat disantap saat hujan turun. Berbeda dengan mie rebus pada umumnya, mie godog versi tradisional dimasak dengan tungku api arang dengan porsi satuan. Isiannya pun cukup bikin perut kenyang, yakni dada ayam suwir, sawi hijau, kol, tomat, telur, dan daun bawang. Bumbu dasar putih ditumis terlebih dulu hingga harum, lalu masukkan bahan-bahan tersebut dan sedikit kaldu ayam. Selanjutnya, masukkan mie kuning atau bihun dan bumbu tambahan. Sajikan dengan taburan bawang goreng, acar bawang, dan emping yang menggoda. Slurp!

Coba resep:

Nah, sudah mulai stok di rumah belum? Bumbu halus putih bisa dibuat sendiri maupun dibeli di pasaran. Meskipun sebagian besar dimasak sebagai hidangan khas Jawa, bumbu dasar putih juga tetap dipakai di daerah lain, lho. Apakah salah satunya daerah anda?