(Image: Sajian Sedap)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Sebagai orang Indonesia, pasti kita sering menyantap cemilan satu ini. Lemper adalah kudapan dari ketan putih yang dimasak dengan santan sehingga terasa gurih. Selain tekstur yang lembut, lemper juga diisi dengan suwiran ayam masak bumbu manis atau abon daging. Perpaduan rasa ketan yang gurih dan isiannya yang manis memang sangat pas sebagai kudapan segala suasana, mulai dari arisan hingga untuk bekal saat bepergian.

Selama ini, kita mengenal lemper sebagai kudapan yang dibungkus daun pisang seperti lontong mini. Seiring berjalannya waktu, muncul berbagai variasi dan cara membungkus lemper. Ada yang dibentuk seperti lontong mini, ada yang dipadatkan lalu dililit daun pisang. Nah, bagaimana cara membungkus lemper agar terlihat menarik? Simak yang satu ini, ya!

1. Lenturkan daun pisang dengan dipanaskan terlebih dulu

Sebagian besar orang memakai daun pisang untuk membungkus lemper. Tekstur daun ini memang cukup kuat dan lentur untuk menahan bahan makanan di dalamnya. Selain itu, daun pisang adalah pembungkus alami yang juga menyumbang aroma wangi pada lemper serta membuat tekstur lemper tidak cepat kering.

Supaya daun pisang lebih mudah dibentuk, panaskan dulu daun pisang hingga cukup layu. Anda bisa kukus, bakar, atau masukkan dalam microwave hingga teksturnya lemas. Perhatikan saat anda memilih untuk meletakkannya di atas api kompor, usahakan apinya tidak terlalu besar agar daun pisang tidak terbakar dan gosong.

Baca juga: 9 Jenis Lipatan Daun Pisang Untuk Penyajian Makanan

2. Pilih cara membungkus yang tepat

Lemper biasa disajikan untuk teman ngobrol, tapi tak jarang juga dijadikan bahan jualan. Oleh karena itu, pilih cara membungkus yang tepat sesuai kebutuhan. Biasanya, lemper yang dibungkus full dengan daun pisang akan jauh lebih beraroma dan awet. Cara membungkus ini baik untuk lemper yang akan dijual, terutama di tempat terbuka (outdoor). Selain kenampakannya lebih rapi, lemper juga tetap moist dan higienis. Sedangkan untuk acara santai, lemper yang dililit daun pisang di bagian tengahnya saja sudah cukup supaya tamu anda tak perlu ribet membuka bungkusannya. Namun kembali lagi, pemilihan cara bungkus ini bisa disesuaikan dengan selera anda, ya.

Cara 1: full seperti lontong mini

(Image: Intisari Online)

Teknik tradisional ini paling umum dipakai. Selain bentuknya lebih set, lemper akan lebih beraroma dan awet disimpan. Ambil sebuah daun pisang yang sudah dipotong persegi, lalu isi dengan lemper yang sudah dibulatkan. Setelah itu, gulung daun pisang hingga membentuk tabung yang bolong di kedua ujungnya. Lipat masing-masing ujungnya dan sematkan dengan lidi atau tusuk gigi.

Cara 2: full dengan dua lapis daun

(Image: Istimewa)

Cara kedua butuh dua lapis daun. Sayangnya, degan cara ini lemper tidak bisa dikukus bersamaan dengan daun pisang, alias harus dikukus sendiri terlebih dahulu dan baru bisa dibungkus setelah dipotong. Cara membungkusnya cukup simple, yakni siapkan dua lembar daun pisang bentuk persegi panjang. Balut lemper dengan daun pisang secara vertikal dan beri selotip, lalu balut lagi secara horizontal dan beri selotip.

Cara 3: lilitan daun pisang

(Image: Istimewa)

Cara terakhir hampir sama dengan cara 2, tapi hanya memakai satu lembar daun saja. Setelah dikukus dalam loyang dan dipotong sama besarnya, balutkan pada lemper dan beri selotip. Teknik ini cocok untuk sajian arisan atau langsung disantap karena selain bentuknya lebih cantik, tamu anda bisa lebih mudah menyantapnya dan lebih praktis buka bungkusannya. Agar semakin cantik dan set, anda bisa lapisi lagi dengan plastik bening.

3. Pakai alat pencetak lemper agar lebih praktis dan hasilnya seragam

Jika anda berencana membuat lemper dalam jumlah banyak, misalnya untuk acara besar, pakai saja alat pencetak lemper agar lebih praktis dan cepat. Cetakan lemper terbuat dari aluminium atau plastik, serta bisa didapatkan secara online maupun di toko alat masak dengan harga terjangkau.

Cetakan lemper ini berbentuk persegi panjang dan memiliki lima lubang berbentuk setengah tabung. Kira-kira, kenampakkannya mirip cetakan kue pukis, hanya saja lubangnya tidak sebanyak itu (hanya lima) dan berukuran jauh lebih besar. Nah, lima lubang ini adalah tempat untuk mencetak lemper supaya hasilnya seragam. Cetakan lemper juga dilengkapi dengan penutup cetakan yang berfungsi untuk menekan adonan lemper supaya lebih set.

Olesi cetakan dengan sedikit minyak agar tidak lengket. Masukkan ketan putih yang sudah diolah dalam cetakan lemper, kira-kira ⅓ tinggi cetakan. Tekan sedikit dengan penekan khususnya, lalu masukkan isian lemper dan tutup dengan ketan putih lagi. Tekan dengan penutup cetakan hingga lemper benar-benar padat dan set.

Nah, sekarang tak perlu bingung lagi, ya. Selain memperhatikan cara membungkus lemper, simak juga tips membuat lemper supaya awet. Pasalnya, lemper bisa awet hingga tiga hari jika disimpan dengan cara tepat.