(Image: @fridajoincoffee via Instagram)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Jajanan pasar apa yang jadi favorit anda? Wah, kalau saya tak terhitung jari nih saking banyaknya. Namun setiap pergi ke pasar tradisional, saya pasti tak lupa membeli kue cucur. Bagi sebagian orang, kue cucur memang terasa unik karena teksturnya yang agak liat dan berserat. Namun, justru itulah yang membuat kue basah ini tetap digemari hingga sekarang. Tekstur luarnya basah dan menggembung, sedangkan dalamnya berserat empuk. Hmm, pokoknya pas untuk menemani ngobrol sambil minum teh.

Sebagai salah satu penyantap setia, saya juga penasaran buat kue cucur sendiri. Maklum, kadang kue cucur yang saya beli sembarangan justru terasa berminyak dan cenderung bantat. Bahkan, ada yang teksturnya keras dan sulit digigit. Namun saya memahami sulitnya bikin kue cucur saat praktik sendiri, meskipun bahan-bahannya terhitung sederhana. Bagi anda yang ingin coba buat di rumah, simak tips berikut ini dulu yuk!

1. Pastikan adonan tidak bergerindil

Adonan kue cucur terdiri atas bahan sederhana, yakni tepung beras, tepung protein sedang, air atau santan, gula merah, dan daun pandan. Campurkan semua bahan hingga teksturnya benar-benar halus tidak bergerindil. Kalau pakai mikser cukup kocok selama 5 menit, sedangkan dengan spatula atau whisker perlu kurang lebih 10 menit. Adonan yang halus tentu membuat tampilan kue cucur jauh lebih bagus dan tidak mudah hancur ketika digoreng. 

2. Diamkan adonan selama kurang lebih 1 jam

Setelah dipastikan halus, diamkan adonan kue cucur selama kurang lebih satu jam. Hal ini dilakukan supaya kue cucur dapat bersarang cantik nantinya. Selain itu, tepung beras juga dapat menyerap cairan dengan sempurna yang ditandai dengan tekstur yang lebih berat dan kental saat anda coba mengaduknya. Alhasil ketika digoreng, adonan kue cucur akan turun dan membentuk ‘topi’ nantinya.  

3. Pakai wajan cekung yang agak tebal

Untuk menggoreng kue cucur, wajan berbentuk cekung dan agak tebal seperti wajan serabi merupakan pilihan tepat. Wajan jenis ini lebih meminimalisir gosong dan bisa membuat kue cucur berbentuk bagus, yakni bertopi di bagian tengah dan tekstur agak kering di bagian pinggirnya.

4. Perhatikan takaran minyak untuk menggoreng

Kue cucur harus digoreng dengan takaran minyak yang pas. Selain itu, kue ini juga wajib digoreng satu per satu agar hasilnya sempurna. Nah takaran minyaknya tak boleh terlalu sedikit atau terlalu banyak seperti untuk deep-fry, ya. Kira-kira untuk wajan serabi, pakai 3-4 sendok makan minyak goreng untuk satu buah kue cucur. Intinya, jangan sampai adonan terendam di dalam minyak.

5. Pastikan minyak sudah benar-benar panas saat adonan masuk

Selain takarannya harus pas, minyak untuk menggoreng juga harus benar-benar panas. Minyak panas inilah yang membuat si kue cucur berserat dan punya topi di bagian tengahnya. Nah, minyak bisa dipastikan panas bila pinggiran adonan langsung membentuk serabut sementara bagian tengahnya turun. Anda juga bisa tes minyak panas dengan mencelupkan sedikit adonan dan perhatikan bila adonan tersebut langsung mekar bergelembung.

6. Tusuk dan ciprati bagian tengah kue saat digoreng

Selama proses menggoreng, ciprati bagian tengah kue cucur dengan minyak supaya semakin bersarang. Anda juga bisa sedikit menggoyang-goyang kue cucur, tapi jangan terlalu sering dibolak-balik ya. Selain menciprati dengan minyak, tusuk bagian tengah untuk membuat ‘udel’ kue cucur. Menusuk bagian tengah ini juga bisa mengalirkan minyak panas supaya tekstur dalamnya matang merata, lho.

Nah, sekarang tak perlu jauh-jauh untuk menikmati kue cucur ya. Supaya tidak terlalu berminyak, tiriskan kue cucur di atas tisu dapur atau cooling rack terlebih dulu. Selamat mencoba!