Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Tak hanya enak dijadikan lalapan, terong juga bisa dimasak menjadi masakan berkuah ataupun tumis. Bahkan, saya juga sering mengolah terong menjadi terong goreng krispi. Selain karena tekstur unik dan rasa yang cenderung manis, terong juga mudah ditemukan di mana saja serta harganya sangat terjangkau. Selama ini, mungkin anda hanya mengenal beberapa jenis terong saja. Padahal sebenarnya ada cukup banyak jenisnya lho. Nah, apa saja sih jenis terong tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Terong ungu

Anda pasti sudah tidak asing dengan terong yang satu ini. Terong ungu atau yang sering disebut terong kopek memiliki bentuk lonjong dengan warna gradasi ungu terang. Ketika dibelah, akan tampak warna buahnya yang gading dengan biji-biji kecil berwarna kecokelatan. Terong ungu ini paling cocok diolah menjadi sayur asem, terong bumbu kecap, sampai terong goreng krispi.

Coba resep: Sambal Terong

2. Terong hijau

Meskipun tak sepopuler terong ungu karena rasanya yang cenderung pahit, tapi terong hijau juga sering dikonsumsi oleh beberapa masyarakat, terutama masyarakat di Sumatera. Bentuk terong hijau ini sangat mirip dengan terong ungu. Tapi sesuai namanya, terong hijau berwarna hijau muda pucat. Jika anda tertarik mengolah terong hijau, anda bisa mengolahnya menjadi gulai, balado, semur, atau pecak terong hijau.

Coba resep: Pecel Terong

3. Terong bulat

Terong bulat merupakan jenis terong yang banyak dikonsumsi sebagai lalapan. Terong bulat ini memiliki warna putih kehijauan. Teksturnya renyah dan rasanya cenderung manis. kadang, orang-orang juga mengolah terong bulat ini sebagai karedok yang pedas dan nikmat.

Coba resep: Karedok

4. Terong putih

Bentuk terong putih atau terong kania sebenarnya sama saja dengan terong ungu dan terong hijau, hanya saja warnanya putih mengkilat. Dan bentuknya sedikit lebih gemuk. Rasa terong putih ini cenderung lebih manis jika dibanding terong ungu, teksturnya pun renyah, sehingga terong putih sering diolah menjadi manisan. Tapi banyak juga masyarakat yang mencampurnya ke dalam karedok dan terancam.

Coba resep: Trancam

5. Terong telunjuk

Sama seperti namanya, terong telunjuk ini berbentuk seperti jari telunjuk manusia. Ukurannya pun nyaris sama. Terong telunjuk berwarna hijau dengan sedikit garis putih dan biasa dicampurkan ke dalam tumisan seperti tauco udang kacang panjang, bahkan dicampurkan ke dalam gulai.

Coba resep: Lodeh Terong

6. Ranti

Di jawa barat, ranti ini juga sering disebut leunca. Berbeda dari jenis terong lainnya, bentuk ranti ini mungil seperti kelereng ukuran kecil dan tumbuh bergerombol dalam satu tangkai. Ranti memiliki warna hijau tua dan kehitaman. Rasanya sendiri cenderung pahit dan renyah. meski begitu, ranti sering dijadikan lalapan. Namun banyak juga yang mengolahnya menjadi karedok atau ulukutek.

Coba resep: Tumis Oncom Leunca (Ulukutek Leunca)

7. Terong belanda

Sekilas, terong belanda ini memiliki bentuk seperti telur, namun bagian ujungnya lebih runcing. Terong belanda yang sudah ranum dan siap konsumsi biasanya akan berwarna merah keunguan atau kuning kemerahan. Rasa dari terong belanda ini manis, asam, dan berair. Teksturnya pun renyah, sehingga terong belanda lebih sering diolah menjadi jus, sirup, atau selai. Meski begitu, terong belanda yang manis muda juga sering dijadikan lalapan oleh sebagian orang.

Nah, itu dia jenis terong yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Yang mana nih terong favorit anda?