Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Menjelang weekend, saya sudah membayangkan akan menghabiskan waktu dengan membuat aneka cake dan kue yang enak. Maklum, saya baru saja membeli mixer baru. Jadi rasanya saya tidak sabar untuk mencoba menggunakan mixer tersebut. Dari segi fitur, mixer baru saya ini jauh lebih canggih dibanding mixer saya sebelumnya. Ia diklaim bisa melakukan lebih banyak fungsi dan juga menghasilkan adonan kue yang lebih baik.

Sebelumnya, saat di toko elektronik saya sempat bingung mau memilih mixer yang mana, karena tersedia beberapa jenis mixer. Tapi setelah dijelaskan oleh pegawai toko, saya pun mantap memilih satu jenis mixer yang menurut saya paling sesuai dengan kebutuhan saya. Nah, bagi anda yang mungkin akan membeli mixer, kira-kira jenis apa yang paling cocok untuk anda dari segi harga dan kegunaan? Simak yuk informasi lengkapnya berikut ini.

1. Hand mixer

(Image: Shutterstock)

Sesuai namanya, hand mixer atau yang sering disebut sebagai mixer genggam merupakan jenis mixer yang cara penggunaannya digenggam menggunakan tangan. Biasanya, hand mixer memiliki dua pengaduk kembar berbentuk balon yang berfungsi untuk memasukkan udara pada adonan kue.

Salah satu kelebihan dari hand mixer adalah harganya yang bisa dibilang terjangkau, karena itulah hand mixer menjadi pilihan banyak orang untuk digunakan. anda juga bisa mengatur kecepatan putaran mixer dari mulai rendah, sedang, sampai tinggi. Selain itu, hand mixer umumnya memiliki ukuran yang kecil, jadi tidak memerlukan terlalu banyak ruang untuk digunakan maupun disimpan. Apalagi pengaduknya juga bisa dibongkar pasang, jadi sangat memudahkan anda ketika akan membersihkannya.

Hanya saja karena cara penggunaannya manual atau dengan tangan langsung, anda mungkin akan merasa pegal ketika sedang memakai hand mixer, terlebih mesinnya sendiri cukup berat. Mangkuknya juga harus selalu dipegangi agar tidak oleng. Jadi ketika anda sedang menggunakan hand mixer, anda harus benar-benar fokus dan tidak bisa meninggalkannya sedikit pun.

Hand mixer memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga paling cocok digunakan bagi anda yang membuat kue dalam skala kecil, bukan membuat kue dalam jumlah banyak atau industri.

2. Standing mixer

(Image: Shutterstock)

Standing mixer atau mixer berdiri merupakan jenis mixer yang bisa dibilang mandiri. Mixer jenis ini memiliki mesin dan mangkuk yang menyatu. Sehingga mesinnya bisa tetap berputar tanpa harus anda pegangi. Ada dua jenis standing mixer yang tersedia di pasaran, yaitu:

Planetary mixer

Planetary mixer merupakan jenis standing mixer yang paling banyak digunakan. Disebut sebagai planetary mixer karena shaker akan berputar mengitari bowl-nya, sedangkan bowl-nya sendiri tetap diam di tempat. Sehingga sekilas terlihat seperti perputaran planet.

Mixer jenis ini memiliki 3 fungsi pengadukan, yaitu hook (biasa digunakan untuk mengaduk adonan yang cenderung lengket seperti adonan roti. Dengan fitur hook, adonan roti bisa lebih lembut dan kalis), flat beater (biasa digunakan untuk mengaduk adonan yang keras seperti cookies cake. Flat beater bisa membantu mengunci udara, sehingga adonan lebih merata), dan whisk (dapat digunakan untuk mengaduk adonan yang cair dan creamy seperti butter cream. Mengaduk dengan menggunakan whisk bisa membantu anda mendapatkan adonan lebih bervolume dan solid). Jadi anda bisa menyesuaikan jenis pengadukan dengan kebutuhan adonan.

Planetary mixer ini termasuk ke dalam standing mixer ukuran kecil dan lebih sering digunakan dalam rumah tangga, karena lebih praktis, lebih murah, dan bisa dipindah-pindah. Namun planetary mixer ini juga memiliki kapastitas yang terbatas. Mungkin bisa anda manfaatkan dalam industri rumah tangga, tapi kurang efisien jika lebih dari itu.

Spiral mixer

Spiral mixer ini atau yang biasa disebut dough mixer ini memiliki shaker berbentuk spiral, dan biasa digunakan untuk mencampur adonan yang teksturnya kental dan cenderung padat. Yang membedakan spiral mixer dari planetary mixer ini adalah bowl-nya yang ikut bergerak bersama shaker. Selain itu, shakernya juga dapat berputar dua arah, yaitu searah dan berlawanan dengan jarum jam. Sehingga adonan bisa lebih merata.

Berbeda dari planetary mixer, spiral mixer ini merupakan standing mixer ukuran besar, dan lebih banyak dipakai untuk industri seperti bakery atau toko roti, karena kapasitasnya jauh lebih besar. Hanya saja standing mixer jenis ini tidak bisa dipindah-pindah, karena ukurannya yang besar dan berat.

Nah, salah satu keunggulan dari standing mixer ini adalah sifatnya yang sangat praktis. Tak seperti hand mixer yang harus terus dipegangi, anda bisa meninggalkan standing mixer ini dalam keadaan menyala, tinggal diatur saja waktu yang anda inginkan untuk mengocok bahan. Selagi menunggu mixer berhenti, anda bisa melakukan aktifitas lain. Bisa dibilang, fitur dari standing mixer ini komplit.

Tersedia pilihan seperti timer, automatic stop, dan lain sebagainya. Jadi anda akan sangat terbantu dengan adanya standing mixer ini. Tak hanya itu, standing mixer juga memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibanding hand mixer, jadi anda bisa membuat kue dalam jumlah yang banyak sekaligus.

Artikel di atas bisa anda jadikan referensi ketika akan membeli mixer. Pastikan untuk benar-benar menyesuaikan jenis mixer dengan budget dan kebutuhan anda ya!