(Image: Shutterstock)

Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Jika ditanya seberapa penting fungsi blender dan food processor bagi saya, maka saya akan menjawab sangat penting. Karena keduanya sangat membantu saya dalam mengolah makanan sehat untuk keluarga. Bicara soal blender dan food processor, saya pernah mendapat komentar dari beberapa orang, “Kenapa tidak beli salah satu saja biar lebih hemat?”. Saya hanya tersenyum menanggapinya. Tentu saya punya pertimbangan tersendiri kenapa saya membeli keduanya dan bukan memilih salah satu saja.

Mungkin di antara anda masih ada yang bingung membedakan antara blender dan food processor. Banyak yang mengira jika fungsi keduanya sama saja, yaitu untuk menghaluskan makanan. Tapi jika diperhatikan lebih jauh, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan lho. Dan perlu anda ketahui, blender tidak bisa digunakan untuk menggantikan food processor. Begitu pun sebaliknya. Jadi, apa saja perbedaan antara blender dan food processor? Berikut penjelasannya lengkapnya.

1. Bentuk

Secara fisik, bentuk blender dan food processor tidak terlalu berbeda. Keduanya memiliki satu motor yang bisa digunakan oleh beberapa jenis mata pisau. Namun ukuran mata pisau keduanya berbeda. Blender umumnya memiliki mata pisau yang berukuran kecil. Sedangkan food processor memiliki mata pisau yang jauh lebih besar.

2. Fungsi

Umumnya, blender memiliki fungsi untuk mencampur dan menghaluskan makanan lunak dengan konsistensi yang halus, baik basah maupun kering. Blender paling ideal digunakan untuk membuat jus dan smoothie serta menghaluskan bumbu. Untuk makanan basah, blender membutuhkan bantuan cairan agar bisa berfungsi secara maksimal. Sedangkan untuk makanan kering, biasanya blender menghaluskan dengan waktu yang agak lama dan tidak halus dengan sempurna. Karena mata pisaunya yang kecil, anda tidak bisa menggunakan blender untuk menghaluskan makanan keras, karena akan menyebabkan mesin blender cepat rusak.

Food processor memiliki fungsi yang jauh lebih banyak, yaitu mencacah, memotong, memarut, mengiris, mencampur berbagai bahan makanan tanpa tambahan cairan, bahkan mengaduk adonan kue hingga kalis. Sehingga akan sangat praktis digunakan oleh anda yang sibuk dan tidak punya banyak waktu memasak. Jangan lupa untuk menyesuaikan dengan volume dan kapasitas food processor ya, supaya tidak overworking. Meski begitu, food processor sebaiknya tidak digunakan pada makanan cair, karena bisa menyebabkan food processor bocor.

3. Harga

Untuk harga, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara blender dan food processor. Karena fungsinya yang terbatas, maka harga blender jauh lebih murah. Sehingga sangat cocok digunakan oleh anda yang punya budget terbatas namun ingin tetap memasak secara praktis. Sedangkan harga food processor terbilang mahal. Tentu sebanding ya dengan fungsinya yang sangat beragam. Namun murah atau mahal kedua jenis alat tadi juga sangat ditentukan oleh jenis mereknya.

Nah, sekarang sudah cukup jelas kan perbedaan antara blender dan food processor? Sebelum memutuskan untuk membeli, sebaiknya anda menyesuaikan kembali dengan budget dan kebutuhan. Atau mungkin anda tertarik untuk memiliki keduanya sama seperti saya?