Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Bagi pecinta baking, kehadiran loyang dalam proses membuat kue pastinya penting. Loyang berfungsi untuk mencetak adonan saat dipanggang, sehingga bisa dinikmati dengan mudah ketika matang nanti. Nah bicara soal peralatan masak ini, ada banyak jenis loyang di pasaran dengan desain yang beragam. Ada loyang yang didesain untuk berbagai jenis kue, ada juga yang didesain khusus untuk sebuah kue. Dan dari berbagai jenis kue, salah satu yang memerlukan loyang khusus adalah kue chiffon.

Kue chiffon terkenal dengan teksturnya yang ringan dan lembut. Pembuatannya dinilai sulit bagi sebagian penggemar baking dan sebisa mungkin harus memakai loyang khusus agar berhasil. Sayangnya ketika belanja, saya sempat tertukar antara loyang chiffon dan loyang tulban. Menurut saya, anda harus cermat dalam membedakan kedua jenis loyang ini karena penampilannya yang mirip memang bisa menipu. Daripada salah beli, cek dulu perbedaan mendasarnya di sini!

Kenampakan dan bahan material

Sekilas, kedua loyang ini memang tampak sama. Loyang chiffon dan loyang tulban banyak dijual dengan material stainless steel dan aluminium, bahkan ada juga loyang tulban yang terbuat dari silikon.

Dari segi bentuk, keduanya berbentuk lingkaran dan sama-sama memiliki lubang di bagian tengah. Nah hal mendasar yang bisa langsung anda kenali adalah diameter lubangnya. Lubang pada loyang chiffon cenderung berukuran kecil atau sedang, sedangkan lubang loyang tulban lebih bervariasi yakni ukuran kecil, sedang, hingga besar.

Dari kenampakan permukaan, sebagian besar loyang chiffon memiliki bentuk lingkaran dengan dinding tinggi. Permukaannya pun terlihat polos tanpa pola, sedangkan loyang tulban punya banyak pola seperti polos, bergelombang, dan berbentuk kincir. Selain itu, dinding loyang tulban juga bervariasi dengan dinding rendah, sedang, dan tinggi.

Ada perbedaan lain lagi yang bisa anda kenali dengan mudah: kaki loyang chiffon. Sebagian besar loyang chiffon memiliki kaki di bibir loyang. Fungsinya untuk menahan loyang ketika dibalik agar tak bersentuhan langsung dengan permukaan meja. Proses membalik loyang ini sangat penting dalam pembuatan chiffon karena akan mempengaruhi tekstur akhirnya.

Meskipun ada pula loyang chiffon yang tak berkaki, tenang saja, ada satu perbedaan lagi yang mudah terlihat yakni loyang chiffon bisa dilepas bagian dasarnya, sedangkan sebagian besar loyang tulban tak bisa dibongkar bawahnya.

Baca juga: Mengenal 3 Material Loyang Kue Yang Umum Dipakai

Cara kerja loyang

Loyang Chiffon

Sesuai namanya, loyang chiffon memang didesain khusus untuk kue chiffon. Kaki loyang, lubang di bagian tengah, dan bagian dasar loyang yang bisa dibuka adalah tiga hal penting yang dapat membuat chiffon berhasil dibuat. Ketika adonan chiffon dipanggang, lubang di bagian tengah berfungsi untuk mematangkan adonan kue secara keseluruhan sehingga sama teksturnya antara bagian tengah dan bagian pinggir kue. Hal ini juga yang membuat tekstur chiffon terasa ringan dan lembut.

Setelah matang, chiffon yang baru keluar dari oven langsung dibalikkan loyangnya supaya tidak kempis. Nah, kaki loyang inilah yang berfungsi untuk menahan si loyang agar tak bersentuhan dengan permukaan meja ketika dibalik. Dalam kata lain, kaki loyang memungkinkan adanya sirkulasi udara yang membuat bentuk chiffon bulat sempurna. Karena itu, loyang chiffon tidak boleh dioles margarin atau dilapisi apapun supaya kuenya tidak melorot ketika loyang dibalikkan.

Setelah kue chiffon dingin, loyang perlu dibuka bagian bawahnya agar kue bisa keluar dengan lebih mudah dan tanpa lecet. Ketika dibuka bagian bawahnya, tarik bagian tersebut hingga kue terpisah dengan dinding loyang. Tak perlu khawatir jika corong lubangnya ikut ketarik karena nantinya bisa dilepas tanpa merusak penampilan kue.

Loyang Tulban

Loyang ini didesain untuk membuat sponge cake, bolu, dan kue sejenis lainnya. Konon, loyang ini dibuat atas permintaan pembuat kue yang ingin kuenya terlihat cantik. Oleh karena itu, loyang tulban punya banyak pola yang menarik. Cara menggunakannya cukup sederhana yakni oles loyang dengan margarin, mentega atau minyak sebelum menuang adonan ke dalamnya. Setelah dioles, taburkan sedikit terigu agar kue lebih mudah terlepas dari loyang ketika matang nanti. Pembuatan sponge cake dan bolu tak perlu proses membalikkan loyang seperti halnya kue chiffon. Jadi setelah dingin, anda bisa langsung membalikkan loyang dan kue akan keluar dalam bentuk yang cantik.

Baca juga: Mengenal Loyang Tulban atau Bundt Pan

Jenis kue yang bisa dibuat

Pada dasarnya, loyang chiffon bisa dipakai untuk membuat jenis cake lain seperti sponge cake dan bolu, sedangkan loyang tulban juga bisa dipakai untuk buat chiffon dengan beberapa trik khusus. Namun, ada hal yang harus anda perhatikan saat membuat sponge cake dan bolu dengan loyang chiffon, nih. Karena bagian bawah loyang chiffon bisa dibongkar, ada kemungkinan adonan di dalam loyang bocor keluar. Hal ini memang bisa diakali dengan melapisi loyang chiffon dengan aluminium foil atau meletakkan loyang datar di bawahnya agar adonan tidak menetes ke oven. Tetap kurang praktis, kan?

Lain hal dengan membuat chiffon pakai loyang tulban. Karena tekstur kue chiffon yang cukup menempel ke loyang setelah matang, anda perlu memakai loyang tulban yang bisa dibuka bagian bawahnya atau melapisi loyang dengan kertas roti. Asal dilakukan dengan hati-hati, kue chiffon bisa terlepas dari loyang dengan sempurna, kok. Oh ya selain kue, loyang tulban juga bisa dipakai untuk buat puding atau jeli.

Baca juga: 5 Perbedaan Sponge Cake dan Chiffon Cake

Nah, sekarang jangan tertukar lagi ya. Kedua jenis loyang ini bisa ditemui di toko bahan kue atau toko online. Harganya tak jauh beda, tergantung pada jenis material. Nah bicara soal material loyang, anda perlu tahu cara merawatnya agar tak cepat rusak, nih. Cek di sini untuk penjelasan selengkapnya!