(Image: Herbal News Pedia)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Bicara soal tapai singkong, saya jadi teringat bolu tapai keju yang rasanya gurih-manis itu. Dulu, saya agak takut mengolah tapai singkong karena pernah mencicipi olahannya yang kematengan. Rasa tapai singkong yang kematengan tentu kurang sedap dan beraroma cukup menyengat, ya? Namun karena keluarga minta dibuatkan bolu tapai, saya pun kembali mencari tahu soal bahan hasil fermentasi ini.

Banyak jenis tapai yang dibuat dengan fermentasi, dan salah satunya adalah tapai singkong. Sesuai namanya, tapai ini dibuat dengan bahan dasar singkong yang melalui proses pengukusan dan diberi ragi secara merata. Kurang dari seminggu, tapai singkong siap disantap atau diolah menjadi aneka sajian. Tapi karena dibuat dengan fermentasi, tentu kita harus memperhatikan cara memilih, menyimpan, dan mengolahnya agar tapai singkong tidak berubah jadi alkohol. Langsung saja simak yang satu ini, yuk!

Memilih tapai singkong

Ada dua jenis tapai singkong di pasaran, yakni tapai singkong putih dan tapai singkong kuning. Tapai singkong putih terbuat dari singkong biasa atau ubi kayu, sedangkan yang kuning dibuat dari singkong mentega. Hmm, bisa sedikit dibayangkan ya bagaimana rasa kedua tapai singkong ini. Tapai kuning lebih disukai karena lebih lembut dan manis. Teksturnya lebih lunak, berair, dan beraroma khas. Namun bukan berarti tapai putih tidak nikmat, lho. Tapai putih juga terasa manis, hanya saja teksturnya lebih kering.

Dalam memilih tapai singkong, kita juga perlu memperhatikan teksturnya, nih. Jika ingin langsung disantap,  dicampurkan dala minuman es, atau dibuat kudapan dan kue manis, anda bisa memilih tapai singkong yang bertesktur lembut. Pastikan juga aromanya wangi khas tapai dan tidak menyengat seperti alkohol. Lain hal jika anda ingin menggorengnya, lebih baik pilih tapai singkong bertekstur sedang. Psst, jika masih ragu, anda bisa minta tester pada pedagang tapainya.

Menyimpan tapai singkong

Biasanya, tapai singkong yang kita beli di pasaran sudah berada dalam tahap matang. Hal ini bisa kita lihat dari tekstur tapai yang cenderung basah dan cukup lunak. Jika tapai masih agak kering berarti kemungkinan proses fermentasinya belum tuntas. Kalau mendapati tapai yang matang, segera simpan dalam lemari es jika belum mau disantap atau diolah. Suhu rendah dalam menghentikan proses fermentasinya lho, dan akan jauh lebih awet lagi kalau anda masukkan dalam freezer. Nah kalau ingin digunakan atau diolah, pindahkan tapai singkong dari freezer ke kulkas selama beberapa saat dan bisa dibuat jadi berbagai masakan.

Mengolah tapai singkong

Tapai singkong adalah salah satu bahan masak yang cukup mudah diolah. Anda hanya perlu memotong dalam berbagai bagian, dihaluskan, atau langsung dicampur dengan bahan masakan. Simple, kan? Nah pada dasarnya, tapai singkong lebih banyak dipakai untuk jenis makanan dan minuman manis. Misalnya anda mau buat minuman es seperti es doger, es podeng, setup, atau es tapai singkong, anda hanya perlu memotong tapai singkong dan langsung mencampurkannya dalam minuman. Sedangkan untuk hidangan lain yang perlu proses masak seperti colenak, rondo royal, prol tapai, bolu tapai, tapai singkong goreng, hingga kue mangkok, anda perlu membuang sumbu yang berada di tengah singkong terlebih dulu agar tak menganggu citarasa sajian.

Tapai untuk digoreng atau dibuat kue memang seharusnya tidak terlalu basahseperti untuk minuman. Tapi yang bertekstur lunak akan cenderung hancur ketika digoreng dalam minyak panas. Selai itu, tapai basah juga bisa melembabkan adonan kue sehingga kue bisa jadi bantat nantinya.

Nah, sekarang tak perlu ragu untuk mengolah tapai singkong, ya? Selain tapai singkong, ada berbagai jenis tapai lainnya seperti misalnya tapai ketan. Penasaran bagaimana cara mengolahnya dan simpan supaya lebih awet? Cek di sini, ya!