Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Saya termasuk orang yang cukup sering membuat cake, karena memang kebetulan keluarga saya menyukainya. Jadi saya memanfaatkan hal tersebut agar tidak terlalu sering jajan di luar. Dalam seminggu, saya membuat cake minimal 2-3 kali. Sebab satu loyang akan habis dalam 1-2 hari. Biasanya, saya membuat cake seperti chiffon cake atau sponge cake. Selain cara membuatnya yang mudah dan rasanya yang enak, kue tersebut juga memiliki tekstur yang lembut, jadi cocok juga disantap oleh oma saya yang sudah lanjut usia. Apalagi, saya bisa mengkombinasikan cake tersebut dengan aneka topping seperti krim atau keju. Rasanya pun akan semakin lezat.

Sekilas, sponge dan chiffon cake ini terlihat mirip. Namun sebenarnya ada beberapa prinsip  yang membedakan keduanya. Daripada penasaran, yuk cari tahu apa saja perbedaannya di bawah ini.

1. Komposisi bahan

Salah satu perbedaan paling jelas antara sponge dan chiffon cake terletak pada bahan pembuatannya, terutama pemilihan lemak. Chiffon cake hanya menggunakan lemak cair berupa minyak, sedangkan sponge cake versi asli hanya memanfaatkan lemak dari kuning telur. Namun saat ini, banyak orang yang menambahkan lemak lain seperti butter atau margarin saat membuat sponge cake, untuk mengurangi jumlah telur yang digunakan.

2. Cara pembuatan

Hal yang paling membedakan pembuatan chiffon cake dan sponge cake adalah cara mengocok dan mencampur bahan-bahannya. Untuk membuat sponge cake, anda bisa mengocok bahan bersamaan sedikit demi sedikit sesuai urutan. Pertama-tama anda harus mengocok telur, gula, dan bahan pengembang. Jika kocokan telur sudah mengembang, anda bisa memasukkan bahan kering.

Untuk chiffon cake, pencampuran bahan dilakukan terpisah jadi 2 bagian. Bagian pertama, adonan kuning telur dikocok bersama gula, minyak, esens/ekstrak perasa dan bahan kering (tepung terigu, baking powder, dan lain lain). Bagian kedua, adonan putih telur dan gula dikocok sampai teksturnya mulai kaku dan mengkilat. Selanjutnya, barulah adonan putih telur dicampurkan ke adonan kuning telur secara bertahap dalam 3 kali/waktu.

Baca juga: 5 Tips Membuat Kue Chiffon Mulus, Bebas Retak & Tak Kempes

3. Cara memanggang

Jika anda belum tahu, ada teknik tersendiri ketika memanggang sponge cake dan chiffon cake. Untuk sponge cake, anda bisa memanggangnya dengan loyang biasa yang berbentuk bulat, segiempat, loyang rendah untuk bolu gulung, hingga loyang atau cetakan cupcakes.

Khusus untuk chiffon cake, anda harus menggunakan loyang khusus yang bagian tengahnya bolong, bagian dasar loyang bisa dilepas, dan juga ‘berkaki’. Loyang tersebut akan memudahkan anda ketika akan ‘membalikkan’ kue ketika sudah matang. Saat memanggang, anda juga tidak boleh mengolesi loyang dengan mentega dan tepung karena akan membuat kue merosot ketika dibalik.

Baca juga: Loyang Chiifon vs Loyang Tulban, samakah?

4. Tekstur cake

Sepintas, penampilan chiffon cake dan sponge cake ini mungkin tidak bisa dibedakan, keduanya sama-sama memiliki pori seperti spons. Namun jika diperhatikan lebih jauh, tekstur sponge cake jauh lebih padat dan sedikit kering. Berbeda dengan tekstur chiffon cake yang cenderung sangat ringan dan lembap. Hal ini dipengaruhi oleh jenis dan konsistensi bahan lemak, seperti yang sudah dipaparkan di atas.

5. Cara penyimpanan

Jika masih memiliki sisa sponge atau chiffon cake, anda bisa menyimpannya di dalam kulkas. Namun biasanya tekstur sponge cake akan berubah mengeras dan kering, sehingga anda harus lakukan thawing minimal 1 jam sebelum disajikan. Sedangkan untuk chiffon cake, anda bisa langsung menikmatinya karena tekstur chiffon cake tidak akan berubah jadi keras atau kering  sekalipun dimasukkan dalam kulkas.

Jika ditelusuri lebih cermat, sponge cake dan chiffon cake ternyata cukup berbeda ya, meski keduanya sama-sama enak. Anda pasti sudah membayangkan kelezatannya, kan. Ayo, langsung eksekusi membuatnya di dapur dengan resep praktis dan lezat ini.