Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Saya selalu mengandalkan roti untuk mengganjal perut kalau tak sempat bersantap makanan besar saat sedang sibuk. Salah satu favorit saya adalah mexican bun atau mocha bun yang gerainya memang tersebar luas di Indonesia. Kelembutan roti dan aromanya yang wangi benar-benar memanjakan lidah saya yang pecinta kopi. Belum lagi filling menteganya yang meleleh, hmm pokoknya pas sekali untuk mengisi perut! Namun lagi-lagi, harganya yang kurang terjangkau untuk sebuah roti pun jadi alasan saya untuk membuatnya sendiri di rumah. Meskipun agak ragu karena takut teksturnya kempis atau filling-nya kering saat dipanggang, ternyata membuat mocha bun bisa tetap sukses dengan tips berikut ini. Penasaran? Scroll ke bawah, yuk!

1. Pastikan adonan roti diulen kalis elastis

Kalau ingin tekstur mocha bun yang lebih lembut, pastikan anda menguleninya hingga kalis elastis. Tanda kalau adonan sudah kalis elastis adalah ketika ditarik dari kedua sisi, adonan cenderung lentur dan tidak sobek. Selain itu, adonan juga pasti tak lengket di tangan.

Setelah diuleni, diamkan adonan untuk proses proofing. Nah, proses proofing ini juga penting untuk mengempukkan roti, lho. Semakin lama didiamkan (minimal satu jam), adonan akan semakin mengembang dan teksturnya makin lembut setelah dipanggang nanti.

Baca juga: 4 Ciri Adonan Ulenan Telah Kalis Sempurna

2. Pastikan mentega untuk filling bersuhu dingin atau beku

Mocha bun versi klasik memakai isian atau filling mentega asin (salted butter). Filling inilah yang membuat citarasa mocha bun semakin nikmat karena berpadu dengan manisnya gula dan pahitnya kopi. Supaya filling-nya meleleh sempurna ketika matang, gunakan mentega yang dingin atau beku untuk isian mocha bun. Dengan begitu, mentega akan meleleh saat proses panggang tapi tidak melembabkan tekstur luar roti. Pastikan juga anda ‘menutup’ atau membulatkan adonannya dengan baik agar filling tidak keluar saat dipanggang.

Baca juga: 6 Jenis Lemak Untuk Membuat Kue dan Roti

3. Pastikan konsistensi topping kopinya pas

Setelah memasukkan filling dan siap dipanggang, adonan roti perlu diberi topping kopi yang berbentuk lingkaran seperti obat nyamuk. Topping kopi ini nantinya akan menyelimuti permukaan roti dan akan berubah kecoklatan setelah dipanggang. Supaya permukaannya terselimuti rata, konsistensi topping kopi harus pas nih, yakni agak kental dan tidak langsung meleleh jatuh ketika dilingkarkan di atas permukaan adonan.

4. Panggang dalam suhu dan waktu yang tepat

Selain mempengaruhi tekstur roti, lama waktu memanggang dan tingginya suhu juga mempengaruhi topping kopinya, lho. Normalnya roti dipanggang antara 170-200 °C, tapi untuk mocha bun cukup 170-180 °C saja. Karena karakter tiap oven berbeda, anda perlu mengenali oven di rumah dulu, nih. Selain suhu, perhatikan juga lama waktu memanggangnya. Mocha bun akan matang saat topping kopinya sudah meleleh, menyelimuti permukaan adonan roti, dan bertekstur rapuh-renyah. Jika terlalu lama memanggang atau terlalu tinggi suhunya, mocha bun akan cenderung kering dan filling-nya tak akan meleleh sesuai harapan.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Oven Tangkring, Oven Listrik, dan Oven Gas

Sekarang tak perlu jauh-jauh beli untuk menikmati kelezatan mocha bun, ya. Bahkan, mocha bun buatan rumah ini lebih ekonomis. Meski dinamakan mexican bun, konon roti ini pertama kali dikenalkan di Malaysia, lho.