Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Penggemar olahan ayam di Indonesia tentu sudah tak terhitung banyaknya, tapi bagaimana dengan bebek? Daging bebek memang tidak tebal dan banyak seperti ayam, tapi rasanya yang khas selalu membuat kita ingin tambah lagi dan lagi. Apalagi jika berhasil menghilangkan bau amisnya, wah dijamin rasa nikmatnya berkali lipat.

Nah bicara soal olahan bebek, mungkin kita hanya mengenal satu atau dua jenis masakan, ya. Padahal, masih banyak jenis olahan bebek yang menggugah selera dan tentunya wajib dicoba bagi anda penggemar bebek. Penasaran? Scroll ke bawah, yuk!

1. Bebek Goreng

Bebek kaleyo empuk

Wah, siapa yang tak kenal hidangan satu ini? Bebek goreng adalah sajian bebek yang paling populer karena proses pembuatannya sederhana dan rasanya luar biasa. Bebek goreng biasa diungkep dengan bumbu terlebih dulu agar bau amisnya hilang, lalu setelahnya digoreng dengan minyak panas. Nah, tiap daerah ternyata punya ke-khas-an masing-masing dalam menyajikan bebek goreng, terutama sambal pendampingnya. Di Jawa Tengah, bebek goreng biasa disajikan dengan sambal bawang atau sambal korek, di Lamongan memakai sambal penyetan, di Surabaya dan sekitarnya dengan sambal terasi, sambal ijo, atau sambal bawang, dan di Bali memakai sambal matah. Namun apapun jenis sambalnya, selalu sajikan bebek goreng dengan sepiring nasi hangat!

2. Bebek Ireng

bebek madura empuk

Sesuai namanya, sajian bebek yang satu ini punya kenampakan gelap dan hitam. Tapi, bukan berarti bebek ini gosong, lho. Bebek ireng adalah hidangan bebek khas Madura yang dimasak hingga warnanya menghitam. Ketika disajikan, daging bebek ireng ini mudah terlepas dari tulangnya plus terasa lembut dan gurih! Rahasia kelembutan dagingnya adalah bebek goreng yang dimasak dalam tumisan bumbu dan banyak minyak. Kira-kira seperti teknik ungkep, tapi anda perlu menumis dulu bumbunya dan memasukkan banyak minyak setelahnya hingga bebek terendam sempurna. Agar rasanya makin mantap, bebek ireng ini sering disajikan dengan nasi hangat dan sambal dadak yang pedas-segar. Slurp!

3. Bebek Songkem

(Image: Hello Surabaya)

Bagi yang sedang pantang makan bebek demi kesehatan, sekarang tak perlu pusing lagi karena anda bisa coba bebek songkem. Hidangan bebek yang satu ini terhitung lebih sehat, karena dimasak tanpa minyak alias hanya dikukus dengan daun pisang. Rasanya? Dagingnya super empuk dan bumbu pedasnya begitu meresap hingga ke tulang. Mantap, kan? Kata songkem sendiri berasal dari bahasa Madura yang berarti “bersujud”. Jadi jika diperhatikan, bebek songkem yang memakai bebek utuh ini perlu dilipat sedemikian rupa hingga kepala bebeknya menunduk seakan sedang bersujud. Untuk bumbunya sendiri cukup sederhana, yakni cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, dan garam secukupnya. Bumbu ini dihaluskan dan dibalurkan ke seluruh bagian bebek, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus.

4. Bebek Betutu

Salah satu hidangan yang terkenal di Bali adalah ayam betutu. Bagaimana dengan bebek betutu, anda sudah pernah coba? Bebek betutu tentunya tak berbeda jauh dengan ayam betutu ya, dimana bebek ini akan dibalurkan dengan bumbu halus, dibungkus dengan daun pisang yang berlapis-lapis, lalu dikukus hingga matang. Bumbunya pun sangat beragam dan cenderung pedas yakni bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, ketumbar, lada putih-hitam, lengkuas, kunyit, kencur, jahe, dan daun singkong. Nah, bebek betutu yang sudah matang nikmat disajikan dengan nasi hangat dan sambal matah yang membuatnya semakin sensasional!

Coba resep: Ayam Betutu

5. Itiak Lado Mudo

Bebek Itiak lado mudo padang

Kota Padang memang terkenal dengan hidangan nasinya yang super nikmat. Namun, ada satu sajian lagi yang tak boleh dilewatkan oleh penggemar masakan pedas: itiak lado mudo. Itiak lado mudo berasal dari bahasa Minang yang berarti “bebek cabai hijau”, dan sesuai namanya si bebek ini memang dimasak dengan cabai hijau yang ekstrem pedasnya. Sajian ini memakai bebek muda yang empuk dagingnya dan bumbu cabai hijau yang dibuat dari bawang putih, bawang merah, cabai hijau, kemiri, ketumbar, merica, jahe, dan garam secukupnya. Sajikan bersama cacahan mentimun segar dan bawang merah untuk sedikit meredakan panasnya tenggorokan, ya.

6. Sie Itek atau Gulee Itek

(Image: Kulinen.com)

Kalau dilihat dari namanya, hidangan bebek yang satu ini pasti dimasak berkuah atau digulai. Dan ternyata benar! Sie itek adalah sajian bebek dengan kuah bersantan kental seperti kari atau gulai dan beraroma rempah wangi yang sangat khas. Ada dua tampilan hidangan khas Aceh ini, yakni yang berkuah putih dan yang berkuah merah kecoklatan. Sie itek putih tidak pedas dan cenderung menonjolkan rasa kemiri, sedangkan sie itek merah memakai cabai dan merica.

Coba resep: Gulai Ayam

7. Bebek Garo Rica

Last but not least, ada bebek garo rica! Sesuai namanya, hidangan bebek asal Manado ini memakai bumbu rica yang pedas. Pada dasarnya, bebek garo rica adalah bebek masak bumbu rica yang terdiri dari cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, bawang putih, tomat, serai, jahe, dan kemangi. Meskipun terlihat sederhana, bebek garo rica terasa garing di luar tapi lembut di dalam. Pemakaian bebek kampung muda adalah salah satu kunci kelembutan dan rasa khas dalam masakan ini. Tapi hati-hati, bebek garo rica ini biasanya ‘meledak’ di mulut saking pedasnya. Berani coba?

Coba resep: Ayam Rica-Rica

Hayo ngaku, siapa yang berusaha menahan lapar saat melihat daftar di atas? Pastinya 7 hidangan ini siap menggetarkan lidah para pecinta masakan bebek. Kalau anda berencana untuk buat sendiri, jangan lupa untuk tahu tips mengolah daging bebek supaya tidak alot dan amis.