Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Bagi saya, sajian tumis itu tidak pernah gagal mengundang selera makan. Rasanya yang enak, aroma yang harum, serta cara pembuatannya yang terbilang simpel dan cepat jadi salah satu kelebihan dari tumis. Apalagi, tumis punya banyak sekali jenis yang bisa disesuaikan dengan selera anda.  Mau yang pedas, asin-gurih, sampai yang asin-manis pun ada. Beberapa daerah di Indonesia bahkan juga memiliki sajian tumisan khasnya masing-masing lho. Simak yuk selengkapnya berikut ini.

1. Ayam Goreng

Ayam gongso merupakan tumisan khas Semarang. Gongso sendiri merupakan bahasa jawa yang berarti tumis. Daging ayam yang dipotong dadu (bisa juga disuwir) ditumis bersama kecap dan bumbu halus. Sehingga rasanya manis, asin, dan gurih. Sekilas, ayam gongso ini terlihat seperti semur yang berkuah encer, namun keduanya memiliki perbedaan.

Jika bahan utama semur hanya daging ayam saja, maka dalam ayam gongso ini terdapat tambahan sayuran seperti kubis, sawi, atau caisin. Selain itu, ayam gongso biasanya disajikan dengan cabe rawit, sehingga rasanya lebih pedas dan segar. Selain ayam, jeroan sapi seperti babat juga biasa dimasak gongso.

Coba resep: Babat Gongso

2. Tongseng

Tumis khas kota Solo ini merupakan sajian favorit keluarga saya. Rasanya yang gurih dan manis benar-benar nikmat disantap bersama nasi putih hangat. Di daerah asalnya, tongseng biasa diolah dari gulai kambing yang ditumis bersama tambahan irisan bumbu dan kecap, sehingga citarasanya jadi lebih kuat dan sedap. Selain itu, tongseng hanya menggunakan daging dan jeroan kambing tanpa mengikutkan bagian tulang atau iga. Jika tidak menyukai daging kambing yang bercitarasa khas dan cenderung berlemak, anda bisa pilih menikmati tongseng ayam yang tidak kalah nikmat.

Coba resep: Tongseng Sapi

3. Ayam Suwir Khas Bali

Sesuai namanya, tumis pedas ini berasal dari Bali. Ayam suwir Bali ini memiliki keunikan citarasa yang pedas, asin, gurih, dan sedikit asam dari tambahan bahan air asam jawa. Selain itu, penggunaan santan akan semakin menonjolkan rasa gurih yang mantap. Terbayang kan kenikmatan ayam suwir ini bila disantap bersama sepiring nasi hangat.

4. Oseng

Oseng termasuk ke dalam salah satu kuliner khas Jogjakarta. Bagian kikil atau tetelan sapi yang dimasak bersama racikan aneka bumbu dan rempah, sehingga menghasilkan kombinasi rasa pedas, manis, dan gurih.

Coba resep: Kikil Sapi Oseng Cabai Hijau

5. Bistik

Bistik merupakan steak-nya orang Indonesia, yaitu hasil dari akulturasi budaya Belanda dan Jawa. Penambahan aneka bumbu dan rempah, dan juga kecap membuat rasa bistik ini enak dan gurih, sehingga sangat cocok disajikan sebagai menu makan.

Coba resep: Bistik Lidah Sapi

6. Sambal Goreng

Tumis yang satu ini pasti sudah sering anda nikmati sebagai menu santapan sehari-hari. Aneka bahan masak seperti udang, teri, krecek, dan kentang biasa diolah jadi sambel goreng yang pedas-gurih ini.

Coba resep: Sambel Goreng Hati Sapi

7. Daging masak sepit

Tumisan daging khas kota Jambi ini terbuat dari daging sapi yang direndam dengan racikan aneka bumbu dan rempah halus, untuk kemudian ditumis bersama santan kental dan air asam. Citarasa utamanya yaitu asin dan gurih, sehingga cocok dijadikan variasi sajian menu anda.

Sudah menetes air liur membayangkannya? Langsung saja yuk klik resep di atas dan sajikan untuk menu makan hari ini. Selamat mencoba!