Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Salah satu hal paling menyebalkan saat menggoreng makanan adalah minyak yang ikut terserap, sehingga tekstur makanan menjadi kurang renyah. Untungnya, saya diberi tahu salah seorang teman untuk mengganti minyak cair dengan minyak padat. Apa itu minyak padat? Minyak padat memiliki fungsi sama seperti minyak goreng. Hanya saja bentuknya padat. Sebelum digunakan menggoreng, minyak padat harus dilelehkan terlebih dahulu dengan cukup ditaruh dalam wajan di atas api kompor yang menyala.  

Awalnya, saat teman saya menyarankan hal tadi, saya langsung berpikir kalau minyak padat sama saja dengan shortening atau mentega putih yang biasa dipakai untuk membuat buttercream. Namun ternyata minyak padat dan shortening itu berbeda. Meski sekilas keduanya terlihat mirip, anda akan bisa menemukan beberapa perbedaan diantaranya jika cukup jeli. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

1. Bahan pembuatan

Shortening terbuat dari 100% lemak nabati, hewani, atau campuran dari keduanya. Secara umum, shortening terbagi ke dalam dua jenis, yaitu berbentuk solid (padat) yang paling umum ditemukan di Indonesia dan berbentuk liquid (cair) yang lebih familiar digunakan dalam dunia industri. Solid shortening terbagi lagi ke dalam beberapa macam seperti: white fat (biasa digunakan sebagai untuk membuat roti tawar), cake fat (untuk kue), bakers fat (untuk buttercream), dan pastry fat atau korsvet (untuk pastry).

Sama seperti minyak goreng pada umumnya, minyak padat terbuat dari lemak nabati yaitu minyak kelapa. Oleh sebab itu, minyak padat ini sebenarnya masuk dalam kategori shortening. Namun karena fungsinya berbeda jauh, yaitu menggoreng bukannya untuk membuat kue, roti, dan pastry, maka keduanya dikategorikan terpisah.

2. Tekstur

Karena sebenarnya masih satu jenis, tekstur shortening dan minyak padat itu hampir sama. Namun bila diperhatikan lebih seksama, shortening bertekstur padat layaknya mentega pada umumnya. Sementara minyak padat khusus untuk menggoreng ini bertekstur lembut seperti krim.

3. Rasa dan Aroma

Baik shortening ataupun minyak padat sama-sama tidak beraroma dan berasa sehingga tidak mengubah citarasa asli makanan. Terkecuali untuk shortening jenis cake fat, karena biasanya cake fat sudah diberi tambahan rasa, warna, dan aroma sesuai fungsinya.

4. Kegunaan

Sejak dulu, shortening atau mentega putih biasa digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan aneka pastry. Fungsi utama dari shortening ini adalah memperpendek atau memutuskan ikatan gelatin yang terbentuk pada campuran air dan terigu, sehingga tekstur kue menjadi lebih renyah. Untuk jenis shortening lainnya, fungsinya berbeda. Seperti cake fat yang berfungsi memberi rasa dan aroma pada kue, atau pastry puff yang berfungsi memberi lapisan pada puff pastry.

Sesuai dengan istilahnya, frying fat atau minyak padat hanya digunakan untuk menggoreng makanan (deep fry) dan tidak bisa digunakan untuk membuat kue, roti, dan pastry. Salah satu keunggulan minyak padat dibanding minyak goreng biasa yaitu bisa membuat masakan lebih cepat matang, renyah, tidak berbau apek, tidak menyisakan jelantah, dan tidak terlalu berminyak atau menyerap ke dalam makanan. Jenis makanan yang biasa digoreng dengan minyak padat adalah seperti donat, churos, ayam goreng balut tepung, kentang goreng atau french fries, keripik, dan makanan lain yang digoreng dengan teknik deep frying.

Sekarang sudah jelas dong perbedaan antara minyak padat dan shortening. Setelah ini, anda dijamin tidak akan keliru membedakan keduanya saat akan menggunakannya.