(Image: Shutterstock)

Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Saya tidak akan pernah bosan mengatakan jika saya ini pecinta makanan pedas. Makanya, di rumah wajib tersedia sambal untuk pelengkap makan. Sekarang ini sudah begitu banyak sambal instan dalam kemasan botol kaca yang siap pakai, tapi saya lebih suka membuat sendiri di rumah, karena kualitasnya lebih terjamin. Rasanya pun bisa disesuaikan dengan selera saya sekeluarga.

Agar tidak ribet harus membuat sambal dadakan setiap hari, saya selalu membuat stok sambal untuk makan seminggu. Lumayan lah, bisa menghemat waktu dan tenaga. Jadi jika sewaktu-waktu ingin makan pedas, saya tinggal ambil saja sambal yang sudah jadi. Sambal favorit saya untuk stok yaitu sambal terasi dan sambal bawang, karena memang keduanya adalah sambal dasar yang cocok disantap dengan berbagai makanan.

Bagi anda yang juga tertarik membuat sambal sebagai stok seperti saya, coba deh baca dulu tips di bawah ini.

1. Masak bahan-bahan sambal sebelum dihaluskan

Berbeda dengan sambal dadakan sekali habis, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sambal sebagai stok sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Anda bisa menggoreng atau merebus semua bahan sambal tersebut sampai setengah matang sebelum dihaluskan. Tujuannya adalah agar sambal tidak bau langu dan lebih mudah dihaluskan nantinya.

2. Haluskan sambal

Jika bahan-bahan sambal sudah dingin, anda tinggal menghaluskannya saja. Agar lebih cepat dan praktis, haluskan sambal menggunakan blender dry mill atau food processor. Untuk teksturnya sendiri bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda. Jika suka sambal dengan tekstur halus, anda bisa memblendernya lebih lama. Tapi jika anda suka tekstur sambal yang masih agak kasar, blender sebentar saja. Atau jika anda punya banyak waktu luang dan tak keberatan untuk pegal, anda juga bisa menguleknya secara manual.

3. Tumis sambal

Poin ini merupakan rahasia utama agar sambal anda bisa awet saat disimpan sebagai stok. Meski bahan-bahan sambal sudah setengah matang sebelumnya, anda perlu memasaknya lagi dengan cara ditumis bersama minyak. Tumis sambal tersebut sampai aromanya keluar dan kandungan air dalam sambal berkurang.

4. Simpan dalam wadah kedap udara

Setelah sambal matang, matikan kompor dan biarkan sambal dingin. setelah itu, pindahkan sambal ke dalam botol kaca kedap udara, tutup rapat, lalu simpan di lemari es atau dalam suhu ruangan. Jangan lupa juga sesekali menghangatkan sambal tersebut agar tidak basi. Dengan cara tersebut, sambal anda bisa tahan sampai 1-2 minggu. Jika stok sambal anda habis, anda bisa membuat yang baru dengan mengikuti tips di atas.

Sekian tips yang bisa saya berikan. Semoga setelah ini, anda tidak akan kerepotan lagi membuat sambal dadakan setiap hari ya!