Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Dulu sebelum membeli oven panggang yang lebih besar, keluarga saya punya satu mini toaster di rumah. Awalnya kami pikir, mini toaster dan oven itu sama, hanya saja toaster punya ukuran lebih kecil. Namun setelah coba memakainya, kedua jenis oven ini tak bisa disamakan, ya. Mini toaster tak bisa memanggang sebanyak oven besar, begitu pula oven besar yang punya kapasitas listrik lebih besar dari mini toaster.

Mini toaster merupakan alat pemanas makanan yang bentuknya mirip oven besar. Tapi sekilas, oven ini juga mirip dengan microwave sehingga keduanya sering tertukar. Saya juga sempat tertukar saat melihat-lihat mini toaster di toko, tapi setelah mencari tahu, ada beberapa perbedaan menonjol antara dua pemanas ini. Kalau anda berniat membeli salah satu di antaranya, simak penjelasan berikut ini, yuk!

1. Bentuk dan kenampakan

Dari segi bentuk, sekilas keduanya terlihat mirip. Mini toaster dan microwave sama-sama berbentuk persegi panjang dengan satu pintu. Namun yang membedakannya adalah ruang dalam kedua alat pemanas ini. Mini toaster memiliki rak seperti halnya oven. Banyaknya rak tergantung pada merek ya, karena ada mini toaster yang memiliki satu atau dua rak. Di satu sisi, bentuk interior microwave sebagian besar pasti seragam. Microwave memiliki piringan di bagian tengah untuk meletakkan wadah makanan dan nantinya piringan ini akan berputar selama proses pemanasan.

Sedangkan pada bagian luar, kedua jenis pemanas ini terlihat hampir sama. Di sebelah pintu, ada beberapa tombol atau tuas untuk menentukan waktu (timer), suhu, dan tombol-tombol tambahan lain seperti tombol otomatis untuk memanaskan pizza, ayam, hingga frozen food. Namun lagi-lagi, kelengkapan tombol ini tergantung pada jenis dan merek ya, tapi tombol yang wajib ada tentunya adalah timer dan suhu.

2. Cara kerja

Nah, bagaimana cara kerja keduanya? Pada dasarnya, microwave memakai gelombang mikro atau gelombang radio untuk melakukan pemanasan. Gelombang ini memanaskan makanan dari dalam, oleh karenanya memanaskan dengan microwave memang lebih cepat dari mini toaster. Nah mini toaster sendiri memakai sistem suhu udara (hot air) untuk memanaskan makanan. Seperti halnya oven, pancaran suhu dari dinding mini toaster ini dapat memanaskan makanan dari luar.

3. Jenis makanan yang bisa dimasak

Pada dasarnya, kedua perangkat masak ini berfungsi untuk memanaskan makanan. Namun karena cara kerjanya berbeda, mini toaster dan microwave tidak bisa memanaskan jenis makanan yang sama. Toaster memanaskan atau memasak makanan dari luar, sehingga cocok untuk mendapatkan tekstur makanan dengan tekstur panggang atau crispy seperti membuat ayam panggang, roti bakar, dan membuat pizza.

Di sisi lain, microwave mematangkan makanan dari dalam dengan gelombang radio. Pemanas ini bisa saja memasak atau memanaskan ayam atau gorengan, tapi teksturnya akan lebih lembek dan kulit luarnya tak serenyah mini toaster. Microwave lebih cocok untuk memasak atau memanaskan makanan yang memiliki kuah atau cairan seperti  rebusan atau makanan bersantan. Atau, bisa juga untuk memanaskan makanan bertekstur lembut seperti pizza.

Meskipun begitu, kedua jenis pemanas ini tetap punya kemiripan, nih. Keduanya bisa memasak frozen food dengan cukup baik, dimana pakai toaster oven bisa dapat kulit renyah sedangkan dengan microwave bisa matang lebih cepat.

4. Harga dan kapasitas listrik

Faktanya, harga microwave memang lebih mahal dari mini toaster. Terlepas dari jenis dan merek, harga microwave di pasaran Indonesia bisa mencapai 700 ribu hingga satu juta rupiah, sedangkan mini toaster berkisar antara 300-600 ribu. Kalau dilihat dari sisi teknologi, kedua harga ini tentunya cukup wajar, ya. Bahkan jika dibandingkan dari kapasitas listrik, microwave menggunakan 700-1000 watts tiap sekali pemakaian, sedangkan mini toaster 1200-1800 watts tiap sekali pemakaian. Dalam arti lain, microwave jauh lebih hemat listrik daripada mini toaster.

Nah, berarti jangan tertukar lagi ya. Bicara soal oven, ternyata jenis pemanas ini pun beragam, lho. Ada tiga jenis oven yang banyak dijual di pasaran Indonesia, yakni oven tangkring, oven listrik, dan oven gas. Cari tahu perbedaannya di sini agar tak salah beli juga, ya.