(Image: Kompasiana.com)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Coba cek pekarangan rumah atau jalan-jalan yang sering anda lalui. Jika anda menemukan pohon dengan buah kecil kemerahan seperti ceri, nah itulah buah kersen. Buah kersen adalah salah satu jenis buah yang bisa dikonsumsi dan tumbuh liar di tempat-tempat bersuhu hangat, gersang, atau kering. Sekilas, buah ini mirip dengan ceri yang biasa kita pakai untuk topping blackforest. Namun bukan berarti buah kersen ini adalah buah ceri, ya.

Asal usul buah kersen

Jika ditanya siapa yang membawa buah kersen ke Indonesia, tak ada catatan sejarah yang tahu-menahu soal ini. Namun, buah kersen ini memang tersebar di negara-negara beriklim tropis seperti Asia Tenggara, India, dan Amerika Latin. Jadi kemungkinan besar, buah kersen ini didatangkan oleh para pendatang dari luar Indonesia dalam jalur perdagangan.

Meski sudah dikenal sejak dulu kala di nusantara, buah ini tetap eksis dan banyak tersebar di beberapa daerah. Pohon buah kersen sering dijadikan pohon peneduh karena daunnya cukup lebat. Selain itu, pohon ini tumbuh liar di beberapa tempat seperti halaman rumah, pinggiran sungai, lapangan bola, hingga pinggir jalan.

Buah kersen juga punya julukan berbeda di tiap daerah, lho. Di Jakarta dan sekitarnya, buah ini kerap disebut ceri, sedangkan di Lampung disebut baleci. Di luar Indonesia, buah kersen disebut takop farang (Thailand), cay trung ca (Vietnam), kerukup siam (Malaya), Jamaican cherry, Panama berry, Singapore cherry (Inggris), atau Japanese cherry (India).

Tentang penampakan fisik dan rasa

Buah kersen atau talok memiliki bentuk bulat kecil dengan warna hijau-kekuningan saat masih muda dan merah saat sudah matang. Buah ini sekilas memang mirip dengan tomat ceri atau buah ceri, tapi dari segi rasa, tak disangka-sangka buah ini terasa sangat manis. Maka tak heran, saya sering lihat anak-anak sebaya yang memanjat pohon kersen untuk memetik buahnya. Bahkan tak hanya anak-anak, hewan-hewan liar seperti burung liar pemakan buah dan kelelawar juga hinggap di pohon buah ini atau memakan buah yang sudah jatuh ke tanah.

Manfaat bagi kesehatan tubuh

Meskipun rasanya sangat manis, buah kersen nyatanya aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, lho. Buah kersen kaya akan vitamin C, vitamin B, dan kalsium, bahkan kadarnya lebih tinggi dari buah mangga. Selain menjaga gula darah tetap rendah, buah kersen juga bisa menghilangkan asam urat, memperlancar pencernaan, memperkuat antibodi, dan memperlambat penuaan. Wah, siap-siap stok buah ini supaya kulit tetap awet muda ya!

Cara memilih dan kegunaannya dalam masakan

Pada dasarnya, buah kersen bisa dikonsumsi langsung atau diolah menjadi berbagai hidangan manis. Karena bijinya kecil-kecil, anda bisa langsung menyantapnya tanpa menghilangkan biji-biji dalam daging buah. Nah, kira-kira bisa diolah jadi apa? Banyak orang membuat jus, sirup, dan selai dari buah kersen. Dengan rasa manis alami, anda tak perlu menambahkan banyak gula dan aman dikonsumsi setiap hari. Selain tiga olahan tersebut, beberapa orang juga membuat puding, muffin, hingga kue dari buah kersen.

Apapun jenis olahannya, awali dengan memilih buah kersen berkualitas baik. Pilih buah kersen dengan warna merah merata, tak ada bercak putih di permukaannya, dan terasa halus. Hindari buah kersen yang memiliki lubang atau noda hitam, ya. Setelah itu, cuci buah di bawah air mengalir hingga tak ada kotoran dan buah kersen siap disantap atau diolah, deh!

Wah, jadi penasaran untuk segera mencobanya ya? Tak perlu panik karena di musim-musim kemarau, buah kersen pasti berbuah banyak. Namun kalau kesulitan menemukan pohonnya, anda bisa datang ke toko tanaman atau tempat penangkarannya untuk beli langsung di sana.