Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Gulai kikil tidak pernah saya lewatkan ketika bersantap di RM Padang. Saking sukanya, saya juga sering hidangan bersantan ini di rumah. Dulu, saya selalu mengira bahwa kikil adalah bagian sapi yang agak susah diolah. Teksturnya saat masih mentah cenderung berlendir dan bau amis. Kalau salah olah, bisa-bisa masakan yang tadinya diharapkan gurih dan bercitarasa malah jadi kurang sedap. Jika anda ingin coba membuatnya sendiri di rumah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terutama untuk pengolahan kikil dan pembuatan gulainya, nih. Penasaran? Langsung saja cek yang satu ini!

1. Pilih kikil yang segar secara tepat

Bahan dasar untuk gulai kikil pastinya adalah kikil, ya. Katanya, pakai sapi muda rasanya akan lebih nikmat, lho. Sebab, sapi muda punya tekstur kikil yang lebih lembut dari sapi dewasa. Namun jika tak ada, pakailah kikil segar yang berwarna kuning cerah sedikit putih, beraroma khas sapi, bertekstur kenyal, dan tidak berlendir. Oh ya sebisa mungkin, langsung olah kikil yang baru anda beli supaya kualitasnya benar-benar segar.

Baca juga: Tips Mengolah dan Memasak Kikil Agar Empuk & Tidak Amis

2. Gunakan santan segar agar lebih nikmat

Sama seperti pemilihan kikil, santan segar yang baru saja diperas akan membuat gulai kikil jauh lebih nikmat. Anda bisa beli parutan kelapanya (untuk diperas sendiri di rumah) atau sekalian beli santan peras segar. Setelah beli, santan ini sebaiknya langsung diolah daripada harus menyimpannya di kulkas atau freezer dulu.

Baca juga: Tips Belanja Kelapa Untuk Berbagai Kebutuhan

3. Rebus atau presto kikil dengan bahan aromatik

Pada dasarnya, tekstur kikil yang masih mentah cenderung kenyal dan berlendir. Agar tidak mempengaruhi rasa gulai, rebus kikil terlebih dulu supaya agak empuk dan lebih mudah membersihkan bulunya. Kenapa tak sekaligus sampai empuk? Karena nantinya kikil akan diungkep lagi dalam bumbu. Kikil yang direbus agak empuk tak akan lembek atau hancur saat proses pemasakkan dengan bumbu nanti.

Rebus kikil dengan bahan-bahan aromatik seperti daun salam atau daun jeruk yang cukup banyak untuk menghilangkan bau amis selama proses rebus. Oh ya, anda bisa pakai panci biasa atau panci presto untuk merebus kikil. Tentunya, pakai panci presto bisa lebih menghemat waktu, ya.

Baca juga: 9 Daun Aromatik yang Umum Dipakai dalam Masakan

4. Masak kikil hingga kuahnya menyusut dan minyaknya keluar

Setelah semua bahan dan bumbu siap, masukkan bumbu halus dan bahan tambahan yang aromatik ke dalam rebusan kikil. Ingat, air rebusan untuk masak gulai ini berbeda dengan air rebusan pertama untuk mengempukkan kikil ya. Masak hingga letup-letup, lalu masukkan santan dan aduk agar tak pecah. Nah karena semua bahan sudah masuk, kecilkan api dan masak hingga kuahnya menyusut dan minyaknya keluar. Dengan begitu, bumbu gulai akan menyerap sempurna dalam kikil.

Coba resep: Gulai Kikil (Tunjang)

Wah, mantap ya? Kalau mau lebih praktis lagi, anda bisa masak gulai ini dengan slow cooker, nih. Bersihkan dan rebus kikil dulu hingga agak empuk, lalu tumis bumbu, masukkan kikil dan santan, lalu masak hingga matang. Teksturnya tak jauh beda, tapi bumbunya memang jauh lebih meresap. Selamat mencoba!