Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Baru-baru ini, saya sedang gencar-gencarnya makan sayur untuk perbaikan pola makan. Dengan memangkas asupan daging-dagingan, saya pun fokus mengolah aneka sayur yang sebelumnya jarang atau tak pernah dipakai. Nah tantangannya, tiap sayur pasti punya karakter yang tidak sama, ya. Sayur daun harus lebih cepat dimasak daripada sayur bertekstur keras agar tak kehilangan nutrisi sekaligus teksturnya.

Tumisan atau cah adalah cara mengolah sayur yang paling simple dan praktis. Anda hanya perlu cuci sayur, potong-potong sesuai selera, lalu tumis bersama aneka bahan lain hingga matang. Apalagi kalau anda tak punya banyak waktu di dapur, tumisan sayur benar-benar bisa diandalkan. Tapi yang namanya menumis sayur yang enak itu tidak asal cemplung saja, lho. Untuk mempertahankan tekstur sayur agar tetap renyah perlu trik-trik khusus, nih. Apa saja? Cek di bawah ini, ya!

1. Pisahkan jenis sayur dan cuci

Sayur untuk tumisan sangatlah beragam. Kita bisa pakai sayur daun seperti bayam, pakcoy, dan kangkung hingga jenis sayur bertekstur keras seperti wortel, brokoli, dan labu siam. Supaya persiapannya lebih teratur, pisahkan jenis sayur bertekstur lunak dengan sayur bertekstur keras. Cuci di bawah air mengalir, lalu tiriskan dan potong ukuran bite-size. Untuk sayur daun, potong bagian daun dan batangnya, ya. Kalau ingin pakai batangnya, anda bisa gabungkan dengan sayur bertekstur keras.

Baca juga: 5 Tips Memasak di Dapur Lebih Rapi

2. Masukkan sayur dalam wajan secara urut, sesuai jenisnya

Tumis bumbu hingga layu dan harum, lalu siapkan urutan sayuran yang akan dimasukkan dalam wajan. Mengapa harus diurutkan? Karena perbedaan tekstur juga mempengaruhi kematangan sayuran. Sayur bertekstur keras akan lebih lama matang, sehingga harus dimasukkan dan dimasak terlebih dulu. Setelah kurang lebih 1-2 menit, masukkan sayur bertekstur lunak dan masak sebentar saja. Gunakan api sedang cenderung kecil agar sayuran tak cepat layu, ya.

Baca juga: 4 Tips Menumis Agar Lebih Lezat

3. Tuang sedikit air saat memasukkan sayuran

Penting untuk menambahkan air saat menumis sayuran, nih. Soalnya, air berfungsi untuk membuat tekstur sayuran tetap lembab, sehingga ia tidak cepat layu dan menghitam selama dimasak. Nah untuk menambahkan air saat proses masak perlu waktu yang tepat, yaitu bersamaan dengan masuknya sayur. Jadi bukan setelah sayurnya masuk dan sempat dimasak sebentar lalu airnya dituang, ya. Tuang sedikit air saat memasukkan sayuran tekstur keras. Masak sebentar, lalu tuang sedikit lagi saat memasukkan sayuran tekstur lunak.

Baca juga: 5 Tips Agar Sayuran Tidak Berubah Warna saat Diolah

4. Segera pindahkan tumisan sayur ke wadah saji

Sayuran sangat cepat jadi layu jika terpapar panas dalam waktu lama. Oleh karena itu, segera pindahkan tumisan sayur yang sudah matang ke wadah saji. Terlalu lama menaruh tumis sayuran di wajan bisa membuatnya layu lho, karena wajan akan tetap terasa panas meski kompor sudah dimatikan. Nah wadah atau piring dengan bahan kaca, beling, aluminium, dan enamel adalah penghantar panas yang tidak baik, sehingga aman sebagai tempat sajian tumis sayur anda.

Baca juga: 5 Tips Menyimpan Sayuran di Lemari Es Agar Segar dan Awet

Tidak sulit, ya? Tumis sayuran memang mudah dibuat dan lebih ekonomis. Selain itu, sayur-sayuran tersebut juga mudah dikombinasikan dengan bahan lain seperti daging, telur, dan jamur. Supaya rasa tumisan yang beraneka bahan ini tetap lezat, simak tips menumis berikut ini, yuk. Selamat mencoba!